Hati-hati Ebook Kerupuk!

Oct 26 2009

Posting kali ini saya awali dengan penjelasan singkat mengenai penghuni blogosphere. Setidaknya ada dua type blogger yang masih aktif:

Pertama, Newbie alias pendatang baru. Mereka ini yang sedang giat mencari ilmu. Rajin browsing Google untuk mendapat ilmu gratisan. Atau bagi yang punya modal lebih, beli yang berbayar.

Kedua, blogger Senior. Adalah para ‘sesepuh’ yang telah malang melintang di bisnis online. Umumnya mereka telah mengelola website reseller dengan membidik para newbies.

Nah, diantara keduanya terdapat hubungan timbal balik (simbiosis) yang dapat berupa:

Mutualisme. Artinya saling menguntungkan kedua belah pihak. Newbie mendapat transfer ilmu. Yang senior mendapat transfer uang. Hahaha…

Parasitisme. Ini nih hubungan yang banyak merugikan newbie. Karena biasanya mereka ‘termakan’ rayuan sales letter untuk membeli produk yang tidak jelas manfaatnya. Atau memiliki manfaat tetapi mutunya biasa-biasa saja.

Saya sering mendapat curhat teman-teman sesama blogger yang kecewa setelah membeli ebook. Padahal dia membeli juga dengan kesadaran diri, tanpa paksaan dari siapapun. Dia lalu bertanya, produk mana saja yang layak beli. Saya jawab: produk yang bisa memberi penyelesaian permasalahan, bukan yang justru menambah masalah baru.

Salah satu contoh produk berkualitas adalah Café Bisnis yang mampu memberi lebih dari yang dijanjikan. Pada awalnya saya membeli ebook-nya hanya karena ingin mempelajari install WordPress dari ahlinya.

Tapi, yang saya dapat ternyata bukan hanya Panduan WordPress lengkap. Disertakan pula script iklan baris, membuat website affliasi, tips jualan backlink, theme, toko online, SEO tolls, web development dan masih banyak lagi. Prinsip melayani lebih yang dipegang, mas Lutvi Avandi benar-benar diwujudkan.

Selain itu, saya juga sempat ‘tertipu dengan bahagia’ saat membeli salah satu ebook best seller panduan awal ngeblog. Mahal-mahal beli ebook tapi isinya malah seperti kerupuk. Enak di lidah, tapi nggak bikin kenyang. Isinya tidak jelas. Petunjuk yang diberikan tidak focus. Malah ujung-ujungnya disuruh beli backend produk.

Lalu bagaimana cara supaya kita tidak tertipu?

Jawabnya: bertanyalah kepada yang sudah beli. Kalau perlu kumpulkan info sebanyak-banyaknya siapa saja yang sudah membeli. Tanyakan kepada mereka semua. Apa yang di dapat setelah beli produk tersebut. Perasaan puas, berhasil atau justru tambah bingung?

Setelah tahu respons yang mereka berikan, anda bisa ambil tindakan. Membelinya atau mencari produk sejenis dengan brand lain. Semoga artikel ini bisa jadi pembelajaran bagi kita semua.

Ngomong-ngomong, apakah Anda juga pernah beli ebook kerupuk?

Related posts:

  1. Launching Free Ebook Panduan Seleblogger
  2. Menang Kuis Twitter, Dapat Ebook Sekolah Menulis Online
  3. Untung Rugi Berinvestasi dalam Blogosphere
  4. Membongkar Gurita Ciblogger
  5. Bisnis Online Yang Lebih Menyentuh Sisi Kemanusiaan
  6. Pedagang Kaki Online Pun Bisa Kaya
  7. Bisnis Online Itu Gampang? Enggak lah Ya…
  8. Blogger Bondo Nekat

41 responses so far

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons