Monthly Archives: November 2009

Peranan Invisible Hand dalam Blogging

Kemarin sore, saya dan beberapa teman iseng-iseng mengunjungi salah satu cabang miniresto brand yang dikembangkan perusahaan tempat saya bekerja. Seolah sudah menjadi tradisi, selalu ada acara tebar komentar ke makanan yang baru disantap.

“Nggak mantap nih, masih enak bikinan kita.”
“Rasanya ngambang…!”
“Rotinya bantat!”

Dan beberapa komentar lainnya. Meski rasa adalah relatif bagi setiap orang, kenyataannya memang demikian. Terasa ada yang kurang pas.

Seorang koki masakan menentukan rasa makanan. Dengan resep dan bumbu yang sama, bahkan merek kompornya pun sama, dapat menghasilkan taste yang berbeda di lidah penikmatnya.

Begitupun dalam ngeblog. Dua orang blogger yang memakai panduan blogging, produk informasi dan hosting yang sama pun bisa berbeda nasibnya. Continue reading

Pengorbanan Terbesar Seorang Blogger

Sejak kemarin sore hingga beberapa hari ke depan, ramai terdengar suara manusia mengucap takbir. Idul Adha telah tiba. Kambing dan sapi menjadi buruan umat Islam untuk berkorban sebagai wujud keikhlasan beribadah kepada Allah.

Nah disadari atau tidak, selama ini seorang blogger yang aktif pun telah berkorban. Dua pengorbanan terbesar adalah:

Pertama, Uang.

Kita butuh duit untuk beli domain, menyewa hosting, membeli ebooks, themes, pasang iklan dan lain-lain. Padahal, selalu ada godaan untuk menghabiskan dana yang kita miliki untuk kegitaan lain. Continue reading

Seleksi Alam dalam Blogosphere

Aktivitas ngeblog makin ramai saja. Setiap hari lahir blogger pemula (newbie) yang siap memenuhi jagad bogopshere. (Nggak terbayang, betapa sibuknya bidan yang menangani kelahiran setiap blogger. Hehehe…).

Namun seiring berjalannya waktu, tidak semua blogger berhasil mempertahankan keberadaannya. Dari pengamatan saya, blogger yang mampu survive setidaknya memiliki tiga hal berikut:

Pertama, memiliki tujuan yang jelas kemana arah blogging dibawa. Tujuan ngeblog bisa berupa sekedar nampang, biar ngetop, pamer kemampuan atau serius cari duit. Continue reading