Kesan Pertama Begitu Menggoda, Selanjutnya Terserah Anda

Dec 24 2009

Beberapa hari terakhir ini aktifitas ngeblog saya sempat tersendat-sendat. Kesibukan offline benar-benar menyita waktu, tenaga dan pikiran saya. Waktu 24 jam seakan berjalan sekedar lewat saja.

Just sharing, saat ini saya sedang menangani seleksi penerimaan karyawan baru di tempat saya bekerja. Nah, ada cerita menarik terjadi. Berikut cuplikan salah satu wawancara yang saya handle:

Agus        (A) : “Bisa jelaskan gambaran singkat tentang diri Saudara?”

Pelamar  (P) : “Saya ini ya begini, Pak! Seperti yang Bapak lihat.”

A : “Terus…”

P : “Ya sudah, itu saja…”

A : “Saudara melamar untuk posisi Cost Analyst, apakah Saudara bisa mengoperasikan Excell?”

P : “Agak-agak lupa sih, Pak. Maklumlah, sejak lulus kuliah lama nggak pegang komputer. Tapi nanti saya diajari kan Pak?”

A : (Gubrak…!) ….??????

Itu adalah salah satu situasi yang terjadi kemarin. Memang tidak semua pelamar ‘memalukan diri sendiri’ karena ada beberapa pelamar yang qualified dan berkompeten di bidangnya.

Dalam hubungannya dengan dunia blogging, ada dua hal yang dapat saya pelajari dari wawancara kecil tersebut.

1. Bersikaplah sebagai seorang yang mampu, maka tanpa terasa kita telah menjadi mampu dengan sebenarnya.

Kalimat tersebut saya petik dari salah satu seminar MTGW di stasiun televisi swasta. Bukan berarti kita bersikap sok tahu tentang semua ilmu blogging di mata newbie. Tetapi dengan mengatakan bahwa kita mampu, secara otomatis kita akan ‘dituntut’ menunjukkan kemampuan terbaik yang kita miliki. Kalau belum tahu, kita dituntut untuk belajar supaya menjadi master di bidangnya.

2. Bangunlah personal branding sejak awal atau tidak pernah sama sekali.

Saya teringat tagline  salah satu iklan parfum: kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda. Hal ini masih berhubungan dengan kalimat nomor satu. Dengan memiliki personal branding yang kuat, kita akan lebih mudah menambah jaringan (link) untuk kesuksesan bisnis internet.

Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila sejak awal bertemu sudah dianggap tidak berkompeten di bidangnya. Bukannya calon pembeli yang datang, bisa-bisa hujatan orang lain yang telah merasa dirugikan oleh ulah kita.

Semoga artikel ringan ini memberi manfaat bagi teman-teman.

Related posts:

  1. Apakah Artikel Anda Penting Dibaca?
  2. Apakah Motivasi Artikel Blog Anda?
  3. Mengapa Pembaca Harus Percaya Tulisan Anda?
  4. Bagaimana Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis Anda?
  5. Berburu Newbie Asal Kampung
  6. Maaf, Anda Salah Jalur. Silakan Putar Balik Setelah Rambu Berikutnya.
  7. Personal Branding: Kekuatan Sugesti Dari Sebuah Nama
  8. Pedagang Kaki Online Pun Bisa Kaya

64 responses so far

  • pasutrisatu says:

    pertama kunjungan mas dulu ke blog Pasutrisatu terasa begitu menggoda, selanjutnya ya kesini terus nih..nice info!

  • cemink says:

    hahaha…chayooo chayooo chayooo dee buat Pak Agus…PD is the best…hmmm…bth bekal lebih tuk mengikis ketidak pede an

    • Agus Siswoyo says:

      Percaya diri sangat dibutuhkan dalam hal apapun. Contoh sederhananya, saat ini Cemink kan jualan pulsa. Kalau nggak PD berpromosi, mana mungkin tetangga kiri kanan mau beli pulsa di counter Anda.

      Hehehe…

  • untuk 2 point itu, saya setuju sekali !

    yang point pertama, memang bener sich, kalau sudah keburu mengatakan, maka kita akan secara sengaja menuntut diri kita seperti apa yang kita katakan

  • fadly muin says:

    kesiapan itu penting.
    mau perang kok mengharapkan keajaiban! itu kesan yang paling menonjol dari artikel ini mas.

    • Agus Siswoyo says:

      Betul mas Fadly…!

      Yang sering terjadi, justru semakin banyak orang nekad berebut satu posisi tertentu, padahal dirinya tidak mempunyai kompetensi di bidangnya. Akhirnya, jangan salah kalau mereka dilibas kompetitor yang lebih siap.

  • Abdul Rizky says:

    Judulnya nyontek iklan di tivi ya. By the way bagus juga tuh postingnya. Saya aja nglamar kerja gag dapat-dapat. Sorry, curhat dikit nih.

  • dengan percaya bahwa kita mampu, ini akan mempengaruhi alam bawah sadar kita dan pada akhirnya kita memang akan benar-benar mampu…

    Salam Kreatif
    Octa Dwinanda

  • suryadewa says:

    coming here friend

  • SmarterDOS says:

    Wedew, kita harus mampu dalam segala hal. Karena tentunya hidup tak mungkin pernah mulus. Jangan pernah bilang tidak bisa, yang ada hanya belum bisa yang tentunya disertai dengan kemauan untuk bisa

    Sukses mas/pak untuk blognya

    • Agus Siswoyo says:

      Harus berani ambil tantangan dan keluar dari zona aman. Karena bila kita melakukan cara yang sama, hasilnya pun tidak jauh beda.

      Komentar yang bagus mas… :D

  • suryadewa says:

    hehehe makasi sob… emang serem gmana?? hehehe ada2 aja…

    • Agus Siswoyo says:

      Maksudnya, tampilan atau lay out blognya yang remang-remang bikin mata ngantuk, susah baca kata-kata dalam postingnya. Coba kalau dibuat lebih terang dikit aja. Kita-kita yang baca pasti lebih betah pantengin blog Anda.

  • harto says:

    ada yang beda niiih datang kemari, rumah baruuu yaaa….?
    ….si pelamar apa adanya, modal nekat tanpa persiapan…….. sukses selalu & tetap semangat.

  • heru says:

    Apabila keyakinan sudah tertanam di hati anda, maka semangat untuk tetap mempertahankan keyakinan akan berkobar-kobar. Semakin anda semangat semakin banyak prestasi yang akan kitanda dapatkan. sehingga menjadi Hal yang mustahil bagi saya, sebuah perjuangan akan berhasil apabila anda tidak memiliki semangat untuk melakukan perjuangan itu. Untuk merubah hidup menjadi yang lebih baik dibutuhkan semangat juang yang tinggi untuk dapat membalik kehidupan sebesar 180 derajat.

  • narti says:

    jadi motivasi itu tertanam di diri kita yang akan mempengaruhi perilaku dan tindakan yang kita ambil untuk meraih hal yang lebih baik lagi.

    salam kenal juga, makasih sudah berkunjung.

    • Agus Siswoyo says:

      Tapi sayangnya tidak semua orang bisa memunculkan motivasi diri dalam kondisi sadar. Ada beberapa orang yang harus mengalami serangkaian ‘penderitaan’ baru menemukan semangat itu.

  • sda says:

    ceritanya lucu….
    udah bisa ditebak hasil akhirnya

  • a-chen says:

    weiks mantab Gan tipsnya….terimakasih ea…

    • Agus Siswoyo says:

      Saya senang jika bisa memberi manfaat untuk orang lain.
      Ngomong-ngomong, A Chen pernah mengalami kejadian seperti ini?

  • Abula says:

    kereeeen,, sebuah pencerahan baru buat saya,,,
    terima kasih telah sharing ilmu yang begitu bermanfaat buat saya,,,

    Salam Hangat Selalu

    • Agus Siswoyo says:

      Ah, mas Abula berlebihan. Justru saya yang harus banyak belajar dari Anda. Kalau nggak salah Anda asli Bandung ya…?

  • berharap diterima untuk si pelamar, tp utk coorporate spertinya…:D :D, selamat ya mas mendapatkan calon karyawan yg unik :D :D

    • Agus Siswoyo says:

      Hahaha…
      Model pelamar bonek (bondo nekad) gitu sampai kapan pun ya sulit bersaing dengan pelamar lainnya.

      Anyway, sekarang mas Hilmi sudah balik ke Indonesia ya?

  • T. Wahyudi says:

    gak bisa exell… suruh kursus dulu di BSI mas…. he… (malah promosi)

  • Ricky says:

    “Bersikaplah sebagai seorang yang mampu, maka tanpa terasa kita telah menjadi mampu dengan sebenarnya”. Kalimat bijak yang sangat dalam maknanya mas…Bila kita sudah mengatakan bisa memang suatu tantangan untuk membuktikan perkataan tersebut.
    Thanks for sharing ya,

    salam,

  • Info Islami says:

    Salam kenal.
    Blog yang sederhana dan berbobot.

    • Agus Siswoyo says:

      Salam kenal juga.
      Terima kasih pujiannya. Semoga Anda bisa menarik manfaat setelah membaca artikel saya.
      Sukses untuk Anda…! :D

  • sumartono says:

    Wah 2 kali koment gak muncul. Satpamnya galak ya mas agus….

  • Agus Siswoyo says:

    Bukan satpamnya, big boss-nya mungkin Pak…
    hehehe… :D

  • 2 point ini, sy lakukan sjk awal blogging.

    Utk point pertama, klo ga salah sm2 dgn MH, jd top komentator blog JS. Ada newbie koment / tanya, jawab aja. Berasa yg punya blog, hahaha… Tapi darisana scr ga langsung sdh memposisikan diri spt yg mas mksd.

    Akhirnya dpt jg traffic dr newbie yg mengira kita2 master jg. Terpaksa deh, upgrade diri biar ga keliatan tong kosong.

    Utk poin 2, jg sy aplikasikan ke blog sjk awal berdiri. Makanya dulu ngga melebarkan sayap ke topik blog krn mengejar branding motivatornya. Bgt branding dpt, baru membangun branding kedua, as profesional IM.

    Smoga koment panjang ini bisa menjadi pembelajaran utk kita smua.

    Nice post Mas Agus.

    • Agus Siswoyo says:

      Wah, dapat ilmu lagi dari mas Arief. Terima kasih sharing-nya. Mau sehalamanan penuh juga saya sediakan.
      (Ngarep Mode: On)
      Hehehe… :D

  • Hmm…setuju dengan Bang Agus..yang ini saya setuju banget mas..Saat kita telah merasa siap, maka kita sudah siap..siap menjadi sesuatu, maka kita menjadi sesuatu itu. Inspiratif..semoga kita selalu di karunia Ilmu untuk kompetensi kita masing-masing..Untuk dapat saling berbagi manfaat, dengan yang lain…

    Salam Hangat dari ary..

  • yos says:

    betul..betul..betul…

  • Justru saya menemukan nilai kejujuran pada diri si pelamar. Bagaimana kalau dia tetap mempertahankan ego dan mengaku jago excell hanya demi mempertahankan personal branding yang excellent. Si pelamar ini menampilkan personal branding yang sederhana, jujur, dan apa adanya.

    Mas Agus, saya sering menyeleksi para pelamar untuk duduk di beberapa posisi di kantor saya. Saya akan menaruh hormat pada pelamar seperti ini yang jujur dengan kemampuannya. Biasanya ada kata-kata yang membuat saya sebagai pewawancara terkesan.

    “Bapak, saya memang tidak terlalu menguasai Excell secara keseluruhan. Tapi saya yakin dengan kemampuan saya bahwa itu semua bisa saya pelajari dan kuasai dalam waktu singkat. Dan jika bapak tidak puas dengan kinerja saya, sayapun siap untuk mengundurkan diri!”

    Nah, ini menunjukkan kalau si pelamar memiliki kejujuran, integritas, percaya diri, dan daya juang. Biasanya saya langsung note dan ternyata selama ini orang-orang seperti ini yang bisa bertahan dan berkembang di tempat saya bekerja.

    Salam.

    • Agus Siswoyo says:

      Bagi saya pribadi, akan terlalu riskan kalau mengadu untung dengan menerima calon karyawan yang tidak memenuhi standard. Bidang kerja saya adalah Franchise Makanan cepat saji yang membutuhkan mobilitas dan enerjik yang tinggi. Laporan/vendor harus di update tiap periode sesuai harga pasar.

      Kecuali kalau mas Budhi orangnya super sabar dan mau menunggu sampai dia benar-benar mahir di bidang ini. :D

  • Pengalaman sy pribadi, dalam memilah, membidik dan menguji karyawan diawali dari “foto terbaru” para pelamar. Dari foto saya bisa melihat mana yg dominan otak kanan, kiri, tipe belajar, karakter, kelebihan dan kekurangan. Dari foto itu saya juga bisa memilah2 mana2 yg memiliki karakter/mesin diri yang cocok dengan job yg akan diamanatkan. Ibaratnya kita seleksi “kodrati” fisik dan metafisik diri setiap pelamar. Bukan apa2 banyak sarjana tapi kodrati mesin nya Pentium I, tapi banyak juga yang hanya tamat SMA, tapi kodrat mesin nya Pentium IV. Sy lebih mementingkan mesin daripada gelar.

    Manusia seperti komputer, ada yang Allah kodratkan terlahir sbg pentium I, ada yang pentium II, ada IV. Msing2 mempunyai hak dan kedudukan yang tidak serupa.
    Banyak sekali sy liat putra2 daerah yang hanya ijazah SMA, tapi mesin nya pentium IV. SEbaliknya banyak sekali sarjana walaupun S2 sekalipun yang kodrat mesin diri nya hanya kelas pentium I atau II tapi karena punya duit dan kuliah maka jadilah dia seorang sarjana, seperti saat ini saya sedang mengacak2 karya ilmiah seorang dosen S2 yang minta bimbingan ‘content’ penulisan. Lha saya heran, orang seperti ini kok bisa jadi dosen ???

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons