Bosan Jadi Komentator, Saatnya Membangun Komunitas Blog

Jan 10 2010

Apakah Anda pernah berdecak kagum saat melihat posting satu blog ramai dikomentari blogger lain? Atau heran membaca artikel ringan yang tetap mengundang perhatian pengunjung sehingga rela meninggalkan beberapa komentar?

Bila jawabannya ‘ya’ berarti Anda mempunyai bakat menjadi blogger sukses. (Ups! Kalimatnya Forbis banget nih.)

Saat awal-awal ngeblog saya juga dibuat tersepona setengah mati oleh salah satu mahaguru IM di Indonesia. Satu artikelnya bisa mengundang minimal 200 komentator dalam dua hari sejak tanggal publikasinya. Saya heran sendiri, pakai alat sedot traffic merek apa ya?

Sejak saat itu saya mulai melakukan riset kecil-kecilan terhadap beberapa blog sukses. Dan terdapat beberapa kesamaan yang mereka miliki:

1. Content yang berbobot.

Sekali lagi content memainkan peranannya. Hal ini identik dengan manfaat yang di dapat pengunjung setelah meninggalkan blog. Sebanyak apapun kata-kata yang tertulis, kalau tidak memberi nilai lebih pada kunjungan, mereka akan kabur sebelum sempat meninggalkan komentar.

Mungkin pengunjung akan berpikir: ”Kalau tulisan yang begini sih bisa saya temukan di blog lain…”

2. Topik blog selalu ter-update.

Orang selalu mempunyai hasrat mengetahui perkembangan terbaru lingkungan tempat tinggalnya. Menampilkan tulisan sesuai keadaan terkini terbukti bisa menarik perhatian. Misalnya, heboh buku Membongkar Gurita Ciblogger, munculnya MyPulau sebagai salah satu situs pertemanan aseli Indonesia dan demam games online di Facebook.

Dalam pengertian lain, kata update ini identik dengan seberapa sering muncul artikel baru dalam kurun waktu tertentu. Jika sampai tiga kali kunjungan belum ada tanda-tanda publikasi artikel baru, jangan harap bisa mempunyai pengunjung setia. Yang ada justru lari ke blog tetangga.

3. Gaya penulisan yang segar dan mudah dipahami.

Pada dasarnya, setiap blogger memiliki gaya penulisan yang unik dan turut menjadi pembeda dengan blogger lainnya. Ada yang serius setengah mati, becanda sambil tertawa ngakak atau bahkan pakai bahasa gaul khas ABG. Semua tergantung selera, segment pembaca dan topik yang sedang dibahas.

Menurut saya, penulis yang berhasil adalah yang bisa men-transfer pemikirannya ke pembaca lewat media tulisan. Sepandai apapun dia, kalau belum bisa membuat pembaca paham intisari pembahasan ya sia-sia saja. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya memakai bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, memakai sesedikit mungkin istilah asing yang membingungkan dan menulis dengan gaya bercakap-cakap.

4. Rajin blogwalking.

Seperti halnya dalam kehidupan nyata, kita masih butuh tetangga kiri-kanan agar dikenal luas. Bagaimana mau promosi blog kalau kita malas bertegur sapa dengan newbie. Jalan-jalan ke blog tetangga terbukti ampuh sebagai jalan mengalirkan traffic blog.

Ada aturan tidak tertulis di blogosphere, kalau mau blog Anda dikunjungi ya harus datang duluan. It’s oke. Lagipula saya tidak pernah mempermasalahkan siapa yang mampir duluan. Yang penting blogwalking dan meninggalkan backlink sebanyak-banyaknya.

Itu dulu yang dapat saya sampaikan kali ini. Nah, kalau sudah tahu rumusnya tinggal dijalankan.

Saatnya Anda membangun komunitas blog sendiri. Masak mau ngetop hanya dari mengandalkan backlink top komentator blog tetangga terus.

Ngomong-ngomong, Anda punya ide lain untuk membangun komunitas blog?

Related posts:

  1. Membangun Komunitas Blog: Tidak Sulit Kok!
  2. Jadi Newbie Pun Harus Pintar
  3. Mitos Seputar Menulis Artikel Blog
  4. Membangun Personal Branding Melalui Nickname Facebook
  5. Obsesi Menjadi Co-Writer Blog
  6. Belajar SEO Biar Blog Lebih Ngetob
  7. Menggali Keunggulan Blog
  8. Membangun Personal Branding Melalui Foto Profil

134 responses so far

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons