Blogger Sumbu Pendek Dalam Pergaulan Blogosphere

Feb 05 2010

Saat blogwalking, pernahkah teman-teman membaca komentar begini:

“Hapus aja komentarnya mas, nggak penting banget. Dia tadi juga berkomentar yang sama di blog saya”.

Dalam pikiran saya, yang kena semprot kalimat tersebut adalah blogger cepat kaki atau blogger yang terbiasa fast reading, alias membaca artikel keburu-buru dan asal meninggalkan jejak blogwalking. Baginya, isi komentar bukan hal utama. Yang lebih penting adalah meninggalkan backlink sebanyak-banyaknya.

Lalu yang lagi marah-marah adalah si sumbu pendek yang sedang terbakar emosi. Blogger jenis ini adalah yang terbiasa bereaksi secara berlebihan terhadap keadaan yang terjadi. Dia tak henti-hentinya membuat reaksi atas ketidaknyamanan yang dirasa.

Kalau belum puas membalas di kolom komentar, dia akan mencari media lain supaya teriakannya didengar. Tak jarang, status Facebook dan Twitter dipenuhi kata-kata umpatan yang sebenarnya tidak perlu ditampilkan.

Nah, kalau sumbunya terlalu pendek, akibatnya dia akan sering memperumit masalah-masalah. Atau justru menciptakan pertentangan-pertentangan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Bagi seorang blogger sumbu pendek, setiap masalah baru adalah hal yang penting dan mendesak. Dia akan bersikap dengan tegang, bersemangat dan cepat naik darah. Karena dia mengalami kekurangan sudut pandang, bloger jenis ini akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya yang tidak perlu terjadi. Yang bisa jadi masalah itu dia ciptakan untuk dirinya sendiri, bukan dari orang lain.

Dia akan cepat mengambil keputusan atas dasar informasi yang belum tentu kebenarannya. Dan akibatnya, dia akan membayar mahal atas hubungan yang kurang sreg dengan teman-teman blogger lainnya.

Apa jadinya bila aksi ini berlanjut dengan aksi saling membalas artikel antar blog. Mungkin nilai kreatifnya dapat, tapi apa esensi utama yang bisa dipetik. Bisa-bisa proses branding yang dibentuk dengan susah payah hancur seketika karena ulahnya.

Jadi menjalani blogging pun butuh control emosi. Terlalu sering over responsive hanya akan membuat penyakit jantung anda kumat, hipertensi akut, insomnia level 3 atau yang paling parah adalah stress berat.

Enjoy blogging, enjoy blogwalking!

Related posts:

  1. Guru Muda Dalam Pergaulan Blogosphere
  2. Pengkutuban Pergaulan Blogger: Rahasia Umum yang Tidak Terpublikasikan
  3. Kontroversi dalam Blogosphere
  4. Untung Rugi Berinvestasi dalam Blogosphere
  5. Seleksi Alam dalam Blogosphere
  6. Blogger Adalah Segalanya, Karena Itu Berbanggalah Menjadi Seorang Blogger
  7. Vertigo Menyerang, Blogger Meradang
  8. Ingat Sang Super Duper Blogger

81 responses so far

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons