Saat blogwalking, pernahkah teman-teman membaca komentar begini:
“Hapus aja komentarnya mas, nggak penting banget. Dia tadi juga berkomentar yang sama di blog saya”.
Dalam pikiran saya, yang kena semprot kalimat tersebut adalah blogger cepat kaki atau blogger yang terbiasa fast reading, alias membaca artikel keburu-buru dan asal meninggalkan jejak blogwalking. Baginya, isi komentar bukan hal utama. Yang lebih penting adalah meninggalkan backlink sebanyak-banyaknya.
Lalu yang lagi marah-marah adalah si sumbu pendek yang sedang terbakar emosi. Blogger jenis ini adalah yang terbiasa bereaksi secara berlebihan terhadap keadaan yang terjadi. Dia tak henti-hentinya membuat reaksi atas ketidaknyamanan yang dirasa.
Kalau belum puas membalas di kolom komentar, dia akan mencari media lain supaya teriakannya didengar. Tak jarang, status Facebook dan Twitter dipenuhi kata-kata umpatan yang sebenarnya tidak perlu ditampilkan.
Nah, kalau sumbunya terlalu pendek, akibatnya dia akan sering memperumit masalah-masalah. Atau justru menciptakan pertentangan-pertentangan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Bagi seorang blogger sumbu pendek, setiap masalah baru adalah hal yang penting dan mendesak. Dia akan bersikap dengan tegang, bersemangat dan cepat naik darah. Karena dia mengalami kekurangan sudut pandang, bloger jenis ini akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya yang tidak perlu terjadi. Yang bisa jadi masalah itu dia ciptakan untuk dirinya sendiri, bukan dari orang lain.
Dia akan cepat mengambil keputusan atas dasar informasi yang belum tentu kebenarannya. Dan akibatnya, dia akan membayar mahal atas hubungan yang kurang sreg dengan teman-teman blogger lainnya.
Apa jadinya bila aksi ini berlanjut dengan aksi saling membalas artikel antar blog. Mungkin nilai kreatifnya dapat, tapi apa esensi utama yang bisa dipetik. Bisa-bisa proses branding yang dibentuk dengan susah payah hancur seketika karena ulahnya.
Jadi menjalani blogging pun butuh control emosi. Terlalu sering over responsive hanya akan membuat penyakit jantung anda kumat, hipertensi akut, insomnia level 3 atau yang paling parah adalah stress berat.
Enjoy blogging, enjoy blogwalking!

Related posts:
- Guru Muda Dalam Pergaulan Blogosphere
- Pengkutuban Pergaulan Blogger: Rahasia Umum yang Tidak Terpublikasikan
- Kontroversi dalam Blogosphere
- Untung Rugi Berinvestasi dalam Blogosphere
- Seleksi Alam dalam Blogosphere
- Blogger Adalah Segalanya, Karena Itu Berbanggalah Menjadi Seorang Blogger
- Vertigo Menyerang, Blogger Meradang
- Ingat Sang Super Duper Blogger


Ada sumbunya, ada kompornya juga donk, Mas? hehe
@Umar Puja Kesuma, Tmben nih…bisa nyedot PERTAMAXXX…..xixixixi…
@Umar Puja Kesuma,

Selamat mas, makin aktif blogwalking nih akhir-akhir ini…
@Agus Siswoyo, masih bisa ga ya nebeng…
@dafiDRiau, masih ada kursi kosong kok mas…
@dafiDRiau, Haha…boleh..boleh…boleh…
@Umar Puja Kesuma,

Siip neh…
Tunggu pembahasannya di artikel berikutnya…
@Umar Puja Kesuma, hehehehe…nebeng juga yg pertamax
@arkum, Maaf, stock tersisa cuma minyak tanah aja…

Wakakakkak…
@Agus Siswoyo, Boleh ms, biar setetes bakal tak sabet

@arkum, kasih daah….
Enjoy blogging, enjoy blogwalking!
Slogan yang bagus Mas Agus. Saya dukung, jadikanlah blog sebagai tempat menimba ilmu dan refreshing. Jangan menjadi sakit karenanya 
@sumartono,
Saya sendiri jenuh juga kalau posting blog tiap hari hanya berisi review produk. Tanpa memberi tambahan ilmu dan manfaat bagi pengunjungnya.
@Agus Siswoyo, Hmmm….masih manusia(wi) rupanya…wkwkwk…
@Umar Puja Kesuma, Belum moksa jadi dewa kok mas…

Saya fikir itu dinamika perblogingan mas, klo ga ada yang seperti diatas ga lengkap juga rasanya…
Klo saya setuju dengan slogan mas sumartono, Enjoy blogging, enjoy blogwalking!
@dafiDRiau,
Benar, nggak asyik juga kalau semua pada bilang “SETUJU”. Kehidupan lebih menarik bila ada warna pemikiran, bukan seragam.
enjoy blogging, enjoy blogwalking…

cuman kadang2 blogger sumbu pendek yang tiper pertama, bukan karna cuman mau nitip backlink atau fast reading juga mas, kadang2 dia bingung mau komeng apa
@febri, Tapi mas Febri nggak bingung waktu ngisi komentar blog ini kan?

wwkwkwk ini sih komeng saya mas
@Arief Rizky Ramadhan, btw tombol reply ada dua mas
… kalo ada orang begitu sih saya paling ga suka soalnya cuma pengen dapat backlink bukan cari ilmu 
@Arief Rizky Ramadhan,
Iya, tombolnya saya kasih dobel untuk cadangan musim hujan. Halah, ngaku aja deh kalau Agus belum ketemu setting CSS-nya…
Saya pribadi menghargai usaha blogwalkingnya.
@Agus Siswoyo, mesti temenan sama mas triwahyudi kalo soal web…
@Arief Rizky Ramadhan, kalau sama dik Arief aja gimana?
@Arief Rizky Ramadhan, Baru tahu ya…

@Agus Siswoyo, wkwkwkwkwk mengutip nih…
@Arief Rizky Ramadhan, sebenarnya mau ku kasih backlink ke blog kamu, tapi kalau tentang hal-hal yang negatif, saya pikir nggak usah-lah.
@Agus Siswoyo, hehehe tak apalah…
buat mas agus deh biar adem
lho gan artikelnya kog mirip2 sama punya q, padahal g janjian lho!!
@Andrik Sugianto,
Masak sih? Berarti kita sehati dong.
Wakakak….
Lihat ke TKP ah….

@Agus Siswoyo, Jangan ke TKP, ke penghulu aja..
@Umar Puja Kesuma, Duh, yang sudah meminang dan mau berangkat nikah. Bawaannya ke rumah penghulu terus nih?

ka blogging buat ngilangin stres bukan buat marah marah atau menjelekkan orang lain, enjoy aja.
@dian, betul mas, harus ada unsur entertainment dalam blogging…

Saya biasanya, kalau ada trouble seperti itu tak tinggal dulu mas. Meredam emosi.
Krn klo dah emosi, kita ga bs berpikir jernih dan seringkali keputusan yg dibuat malah merugikan kita sendiri.
@Arief maulana, Mungkin bisa saya tiru triknya.
manusia di dunia (maya) banyak ragamnya
terima aja apa adanya
jikalau suka silakan digauli
bila tak suka usah dicaci
…ye nggak…ye nggak….ye nggak…?
@suarakelana,

Prinsip “Take It or Leave It” berperan disini. Kalau suka ya ambil, kalau tidak ya tinggalkan. Komentar yang padat dan to the point.
lha wong sama2 cari penghidupan satu jalan kok ya pake sikut2an, enakan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh

@Ahmad Subandono,

Satu guru satu ilmu ora usah ganggu…
weleh komengku ketangkep satpam.. btw pendapat orang berlainan dan kita harus menghargai setiap pendapat orang sesuai pelajaran Kewarganegaraan kelas 5 SD
@Arief Rizky Ramadhan,
Satpam WP makin galak dik.
Sesuai prinsip Bhinneka Tunggal Blogger, meski berbeda-beda pikiran tapi masih bisa nyambung kalau di ajak sharing.
@Agus Siswoyo, wkwkwkwk bhineka tunggal blogger baru lgi tuh…
@Arief Rizky Ramadhan, Berniat bikin artikel itu dik?

@Agus Siswoyo, boleh juga mas
kalo direstui 
@Arief Rizky Ramadhan, Kasih daahh…

hmm.. udara konflik seperti itu agak mumet juga yah.
perlu banyak-banyak merenung tuh mas. atau kalau bisa buka ruang untuk menerima masukan. jangan hanya mau “didengar” tapi juga mau “mendengar”. jangan hanya mau “dibaca” tapi juga mau “membaca” supaya padangan lebih berimbang. dan emosi lebih stabil.
menurutku sih begitu mas
@fadly muin,
Terkadang saya susah menilai sesuatu secara obyektif, karena selalu ada hal-hal pribadi yang turut berperan.
@Agus Siswoyo, kayaknya itu sudah sifat umum kita mas. subyektifitas pasti berpengaruh. namun bagaimana cara kita menyelami hal-hal yang bersifat obyektif lalu mengambil keputusan yang subyektif itu tantangannya mas
@fadly muin, Atau kalau sudah mbuletisasi, saya lihat perbuatannya saja, bukan dari fisik yang tampak mata.
sumbu saya tidak pendek juga tidak kepanjangan…

sedang sedang saja…
@IwanKus, Seperti lagunya Vetty Vera dong…
wah artikelnya menyerang mashengky neh
@mashengky.com,

Saya nggak menyebut nama mas Hengky lho, tapi terserah kalau punya penafsiran begitu…
@Agus Siswoyo, kalo nggak terima, komennya di del saja mas…

@IwanKus, Nggak perlu sampai begitu mas. Masih bisa kompromi kan?

Ganti yang lebih panjang lagi aja mas sumbunya….he..he…
@Handoko Tantra, Di toko masih jual nggak ya?

hahahaha. Istilah yang keren.. blogger sumbu pendek. bisa dibikin hak patennya tuh, mas agus.
@Catatan Bang Hery, Ide bagus mas, siap didaftarkan ke Mahkamah Blogger Indonesia.

hmmm… saya termasuk gak yah…..
@T. Wahyudi, Setahu saya, mas Tri bukan termasuk golongan ini…

@Agus Siswoyo, saya termasuk nih
@Arief Rizky Ramadhan, saya nggak bilang loh ya. Dik Arief sendiri yang ngaku…

Saya pernah bikin beberapa artikel yang dinilai rada kontroversial (di blog lama saya – kafe28.blogspot). Walau kontroversi, saya berusaha mengemasnya dengan balutan sedikit humor, biar nggak kerasa terlalu tegang atau serius.
Tapi tetep aja segelintir pembaca menilai terlalu serius. Akhirnya saya harus ubah haluan dalam mengemas gaya kritikan.
@iskandaria,
Susah-susah gampang juga dalam menampung keinginan/selera pengunjung. Ada yang suka pembahasan serius dan berapi-api. Ada pula yang lebih enjoy sambil ketawa ngakak.
Kalau saya pribadi, ambil tengah-tengahnya saja deh. Di awali analog ringan di awal paragraf pertama. Lalu pelan-pelan kita bawa pikiran pembaca ke pembahasan yang lebih serius. Dan terakhir, ciptakan kalimat penyegar yang menjadi kesimpulan seluruh pembicaraan.
Kalau menurut Mas Is gimana?

@Agus Siswoyo, good ide Mas !
berkomentar pun punya etika yang baik to mas mudah2an saya gak termasuk golongan yang mas jelasin di atas
@klikalfon, Etikanya nggak boleh mengandung unsur SARA….
Kecerdasan emosi memang sangat dibthkan juga dalam dunia blogging ini. Bisa jadi sumbu pendek itu disebabkan EQ mash belajar mas. Kan Wajar juga ya.
Tapi kalo sy menganalisa susunan kalimat respon sisumbu pendek itu terlihat bahwa :
1. Dia sangat care terhadap anda, artinya ingin blognya ms Agus bersih dari comment nggak penting
2. Ini adalah bentuk persaudaraan yang lama terbentuk shg dg mudahnya menyarankan hal tersebut.
3. Respon comment diatas jadi indikasi keseriusan comment berkualitas
Hehehehe…nggak enak nih, malah terlihat “siapa sisumbu pendek” yg terlihat dekat sm mas Agus
@arkum,

Siapa yang lagi dekat sama saya ya?
@Agus Siswoyo,
…….

@arkum, oh iya, ada bapak dan ibu saya…

Pengalaman pribadi kayaknya ya mas??
@Agus,

Hehehe…
Tahu aja nih..
Hahahaha .. saya baru tahu mas, ada komen seperti di kutip di atas?
Tapi, yang marah-marah termasuk orang yang teliti. Hehe
@A9YnD1LV3R,

Anda benar, mereka teliti kalau ada blogger lain mengacak-acak threated comment yang dibuat.
wah kang berarti selain becanda yang dibahas di blognya khalid, ngeblog juga bisa menyebabkan kematian dum….wah ngeri……
@ghe,
hahaha…
Itu kalau sudah parahhh banget mas. Kalau kita masih bisa kontrol emosi, nggak sampai kena berbagai penyakit yang disebabkan masalah pikiran.
IMO,
Dari sisi si sumbu pendek: mungkin gerah kalau pas langganan komentar via surel tapi dapetnya cuman out-of-topic.
Dari sisi pengelola yang membiarkan: apa salahnya dibiarkan? Toh jumlah komentar jadi terlihat banyak?
Dari sisi calon komentator lain: berarti asal nge-junk dan sekadar silaturahmi, boleh kan..baik deh yang punya blog..
Hitam-putih memang harus ada.
Sebagai pengelola dan pelanggan balasan komentar via surel, saya pilih mengalah aja.
@dani, Selama ini saya tidak pernah men-delete komentar selama kalimat yang dipakai masih dalam batas kewajaran. Mungkin ada umpatan dan makian yang keluar dari komentator lain, sepanjang itu bukan bertujuan mencari masalah saya bisa toleransi.