Membangun Personal Branding Melalui Nickname Facebook
Saya prihatin menyaksikan perkembangan Facebook akhir-akhir ini. Banyaknya kelonggaran yang tersedia membuat semakin mudah saja kita mengganti nama panggilan (nickname).
Sehingga muncul nama-nama aneh yang membuat saya tertawa saat membacanya. Misalnya: Andy Juragan Juwet, Nat Cewek Banget, Chooey Nggak mau Chendili, Giri Girang Banget dan seabrek nickname palsu lainnya.
Kalau tujuan Anda membuat akun Facebook hanya untuk bersenang-senang, ya nggak masalah. Mau pakai nama apa saja nggak bakalan dituntut ke meja hijau. Bahkan kalau Anda terobsesi ingin jadi artis, mengaku-ngaku sebagai aktor Hollywood pun bisa.
Tapi bila Anda seorang blogger dan berharap mempunyai karir panjang, sepertinya Anda harus berpikir dua kali kalau mau gonta-ganti nickname. Selain terkesan blogger moody, hal ini akan berdampak buruk bagi imej yang bersangkutan.
Memakai nama asli dalam dunia online mempunyai banyak manfaat lho. Diantaranya:
1. Menghargai usaha orang tua mencarikan nama anak.
Saya pernah pengalaman naik bus menuju Surabaya dan duduk bersebelahan dengan seorang ibu hamil. Saat itulah lewat PKL yang menjajakan aneka jenis buku. Nah, si ibu muda tersebut rupanya tertarik membeli salah satu buku tentang nama-nama indah dalam agama Islam.
Saya iseng-iseng bertanya kenapa sampai butuh buku panduan segala. Dia menjelaskan ingin memiliki putra dengan kehidupan yang baik lewat nama yang disandang. Selain membeli buku tersebut, suaminya bahkan meminta bantuan seorang Kyai untuk mendapatkan nama yang bagus bagi calon bayinya.
Dalam peribahasa Jawa, saya mengenal kalimat “Asma Kinarya Japa”. Nama kita menentukan rejeki. Karena dalam nama tersimpan do’a yang diharapkan bisa terkabul dalam kehidupan nyata.
2. Lebih mudah diingat.
Coba sekarang Anda bandingkan, lebih mudah mana mengingat nama Dima Aiwo Saghasite Queiro atau Agus Siswoyo? Saya jamin Anda akan lebih mudah mengingat nama yang kedua. Narsis dikit boleh dong. Hehehe…
Nama asli orang Indonesia umumnya pendek dan mudah diingat. Jadi, kalau sudah ada yang simpel, ngapain cari yang sulit?
3. Lebih dipercaya orang.
Contoh nyata adalah penjual VCC Dewi Palupi yang sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra dalam kalangan pebisnis internet tentang layanan Paypal-nya. Kalau saja sejak awal beliau menjual dengan memakai nama asli, mungkin nggak akan seheboh ini.
Dan saya melihat inilah salah satu nilai unggul mas Hengky (selain service tentunya) dibanding ketertutupan identitas asli Dewi Palupi. Siapa pun tahu wujud mas Hengky itu seperti apa, jenis kelamin, umur, karakter, alamat rumah bahkan sampai status pernikahannya.
Silakan dipikir lagi kalau mau pakai nickname Preman Blogger, Blogger Remaja, Blogger Bonek dan sejenisnya. Asal jangan menyesal kalau prospek lari ke affiliate lain…
Enjoy blogging, Enjoy Blogwalking!
Related posts:
- Membangun Personal Branding Melalui Foto Profil
- Personal Branding: Kekuatan Sugesti Dari Sebuah Nama
- Ketika Personal Branding Dipertaruhkan
- Blog Commenting: Antara Spam, Seni Mengkritik dan Personal Branding
- Numpang Tenar Melalui Kangguru Indonesia Quiz
- Selamat Tinggal Facebook
- Bosan Jadi Komentator, Saatnya Membangun Komunitas Blog
- Memupuk Percaya Diri Melalui Kontes Menulis



ehem. .pertamax. . .
Memang nama itu mahalllllllllll . .
Untuk membangun sebuah brand yang dicari paling utama adalah nama.So kalo nama di sia2kan . .jangan harap bisa sukses di Internet marketing.
@akbaralatas, Dalam sekali kalimatnya mas. Sepertinya curhat dari lubuk hati yang paling dalam.

@Agus Siswoyo, kaya’nya pengen buka lowongan curhat neeh
To All:, wah, jadi berpikir 2 kali nich… Harus pakai nama mana, ya? Andri Wiyasa atau Mbah Kuncen? OK Mas, terinspirasi postingnya, Mulai saat ini, ditetapkan menjadi : Andri Wiyasa.
Selamat Datang, Andri Wiyasa, selamat meraih kesuksesan… !!!
(Hehe… Mdh2n membawa berkah… Aamiin…
@Andri Wiyasa, Sudah ikhlas melepas mbah Kuncen? Atau jangan-jangan nanti CLBK lagi nih…

Facebook makin kesini kadang emang makin ngeselin….banyak banget manusia lebay disana, tp yaa itulah…semua kembali lagi kemanusianya sih..
@Rafi, Memang ada dua jenis type fesbuker. Yang sekedar having fun saja. Dan yang niat membangun branding. Mau dikenal baik atau urakan, terserah kita saja.
Semoga yang masih malu dengan nama pemberian orang tua segera insaf dan kembali ke jalan yang benar.
@Catatan Hery, hehehe…

@IwanKus, kenapa mas Iwan? Nggak sakit tuh kepalanya dipukul dobel hammer?

@Catatan Hery, Setiap nama yang diberikan oleh orang tua sudah pasti melalui proses yang bukan sehari saja. Eman-eman kalau nggak dipakai.
sejak awal nyemplung ke dunia maya…
saya sudah mantep pakai branding “IwanKus”…
untuk penggunaan mulai dari blog, FB, twitter dan lain2…
menurut saya yang suka ganti2 nick name tuh hanya yang iseng dan tidak serius…
no problemo…
@IwanKus, Berarti mas Iwan sejak awal memang sudah pede dengan nama lahir dong…

no satu bikin aku ingit sama ortu mas
@ismail, Nggak usah mewek mas, kalau kangen ya pulang ketemu ortu….

Selain nama pribadi, kalau memang untuk company, bisa memakai nama company nya.
Btw, mas Agus pake aplikasi apa di wp. Krn saya buka di hp, blog ini jd mobile version.
@Arief maulana,
AM.com belum pakai aplikasi mobile version ya? Coba pakai mobilepress 1.0.4. Link downoadnya saya lupa mas. Nanti saya cari dulu ya.
@Agus Siswoyo, wiih saya sedot ahhh makasih mas
@Arief maulana, Link disini mas http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fdownloads.wordpress.org%2Fplugin%2Fmobilepress.1.0.4.zip&h=604033e9d4bb85c1f3f8114de72e651a
kalau FB sama blog beda branding Mas…. kalau FB nama asli kalau yang blog pake nama seputar-internet… hehehehehehe
@Seputar-Internet, Jadi kalau saya mau menyapa Anda pakai nama “Mas Sep” atau “Kang Inter” nih?

Wakakakkak…
saya malah bingung mas…. kalau mau ganti nama…. ganti nama apa ya…… he….
@T. Wahyudi, Nama “Dokter Blogger Aseli Purworejo” aja deh…

yang jelas lebih di percaya. dan kawan-karan lama lebih mudah mengenali kita. trus foto juga sebaiknya di awal-awal di pasang yang mudah di kenali. ..
@fadly muin, Tak kenal maka tak sayang. Lebih baik dikenal dulu baru sayang-sayangan. Hahaha…

@Agus Siswoyo, makanya aneh kalau sayang-sayangan dulu baru kenalan… wakakakakka
@fadly muin, curhat colongan nih?

@Agus Siswoyo, mas Agus sayang ma blog saya ga ..hihihi..kenalkan mas nama saya Ahmad Subandono
@Ahmad Subandono, Lha dari bulan lalu kan sudah saya sayang. Mas Ahmad aja yang nggak merasa. Hahaha…
Meskipun hanya satu kata dan kadang menyulitkan saya manakala registrasi, tapi saya selalu menggunakan NAMA ASLI saya Mas Agus…
Dan saya bangga, karena nama saya itu pusaka dari orang tua.
(Meskipun saya suka JUWET, tapi saya tak akan menggunakan nickname “maniak juwet”
@marsudiyanto, TOP banget dah, bangga dengan nama sendiri. Meski kadang dibilang nama ndeso, saya sendiri nggak ambil pusing. Nama impor juga nggak menjamin kesuksesan seseorang.

itu saya beberapa tahun lalu mas ,sering memakai nickname aneh, tapi untuk facebook twitter ,friendster saya sekarang menggunakan nama asli .
@ipul, Selamat kalau sudah sadar mas…

Emang benar…tergantung tujuannya, klu membuat fb untuk menunjang keberhasilan dunia usaha emang perlu membuat data2 fb yang profesioanl dan menggambarkan usaha tersebut.
Untuk status fbnya jg harus fokus tentang bidang usaha jangan sampai di campur aduk dengan status pribadi.
Salam kenal ya mas Agus.
@tips facebook, Untuk personal branding, saya nggak melulu update promo produk. Bisa-bisa dianggap nyepam. Sedikit update aktivitas keseharian juga nggak masalah.

Hahaha .. saya mah hanya untuk nama pena saja sejak 4 tahun lalu.
@A9YnD1LV3R, Nah, ini dia salah satu sasaran artikel ini. Saya harus memanggil Anda dengan nama apa ya?

saya nda mau ganti2 nama bukan karena mw pasang imej ato apapun, cuman mw menghargai pemberian orang tua. That’s all.
Lagian ada namanya Ayah saya disitu. em so proud to be his daughter and i prove it by using his name ^_^
@iLLa, Percaya banget, iLLA anak yang berbakti pada kedua orang tua. Sejak kenal pertama lewat Fesbuk sudah pakai nama belakang Ayah iLLa.

@ALHIJR ADWITIYA, Saya pikir tidak susah memakai nama asli. Tinggal edit aja kan?

kalo nama saya Khalid ” Blend ” Abdullah kok mas…..
Amannnn, gaul yang gak terlalu gaul…
oia, kelemahan Dewi Palupi itulah yang bisa menjadi serangan kalau ditanya kelemahannya DP,
1. Beli DP aja…
2.” Jangan ! namanya aja palsu, gimana layanannya ! ”
Nah lo !!!!
@Khalid Abdullah, Tapi kalau DP-nya Dewi Perssik gimana ya….

@Agus Siswoyo, lagi nyari betina unggul mas

@Agus Siswoyo, langsung pada beli ke DP yang itu mas !!!!
Saya Punya teman di fb namanya kolor ijo! ltrus foto profilya gambar kuntilanak,\
Ada orang yang sehari bisa 3 kali ganti nickname, !!
@aqila, Seperti minum obat dokter aja ya. Tiga kali sehari…

salam super-

salam hangat dari pulau Bali-
mantabbbb mas..
semoga bisa menjadi pelajaran bagi yang lain..
branding is the soul of marketing..
setuju ?
@andry sianipar, Kalau mau jualan sukses, harus punya branding kuat dulu. Kalau nggak, bisa-bisa kecapekan keluar dana, tenaga, waktu dan lain-lain.
Wah kalau ganti nama susah mas, harus dilahitkan kembali.
@Zaiful Anwar, Reinkarnasi dong…
Makanya, pede aja sama nama asli. Dan mas Saiful sepertinya telah melakukan.
saya setuju sama poin 1 mas… masa’ nama pemberian ortu dilecehkan
… cendol buat mas agus
untuk poin 2 sudah jelas saya ingat nama agus siswoyo dong
… n untuk poin 3 itu namanya dewi palupi atau dewi lupa-lupa ya

@Arief Rizky Ramadhan, Seperti lagunya Kuburan Band ya…

Lupa-lupa kepalu…
@Agus Siswoyo, wkwkwkwk berarti dewi lupa-lupa ada dikuburan dong ih serem nanti pake baju putih lg malem-malem

@Arief Rizky Ramadhan, Nggak melulu putih kok. Kemarin saya lihat sudah berani pakai baju pink.

kayaknya shakespeare harus berpikir ulang tentang idiom yang sudah dia ciptakan, “Apalah arti sebuah nama?”
Nama itu branding mister!
@UntungNyata!com | Budhi K. Wardhana, Maklum, Shakespeare waktu itu belum kenal internet Marketing mas…

Hoalah…. saya kena kayaknya neh ! Tapi suarakelana memang bukan nama saya (Nama saya ada di komentar “about”, itu nama tim bisnis saya. Maklum saya terbiasa jadi tim player, jarang jadi superman. Nggak terbiasa jadi S murni.
. 
Belum berniat branding via personal, takut ngetop, he…he…
@suarakelana, Lebih pilih mana: takut ngetob atau nggak pernah ngetob sama sekali.
Wah.. kenapa nama harus digonta ganti.. bisa bisa orang nggak kenal dengan kita… saya lebih senang dengan nama sendiri karena itu menunjukkan jati diri kita yang sebenarnya… kenapa harus malu menggunakannya.
@dodypku, setuju mas.. nanti malah di delete lg friend gara-gara ga kenal sama nama kita
sebuah postingan yang sepektakuler… memang betul informasi yang anda tulis, okay good luck for u forever please comment a back and follow in my blog. my blog dedicated to 1001 followers… place comment
@wiyono, Lihat ke TKP ahh…

setuju gus ….
anak jaman sekarang kurang menghormati apa yang telah di anugerahkan kepada dirinya. bukan orang lain, saya ataupun anda pernah melakukannya. salut untuk kamu, ini bisa menjadi tulisan ” saling mengingatkan ” karena kita adalah manusia….
seorang bijak pernah menulis. Nama Adalah Warisan Nyata Dari Orang Tua, Maka hargailah …..
Catatan menarik Gus ……
@bedhun_19, Kolom komentar blog kamu nggak bisa di scroll ke bawah nih. Captcha code-nya mending dihilangkan aja deh…

yah mas kalo nama saya mah gada artinya alias gajelas……
@ghe, Sudah tahu nggak jelas, kok masih dipakai ya…
@Agus Siswoyo, maksudnya nama asli saya loh mas, knp kug saya bilang ga jelas, karena kata ibu saya itu nama cuma sekedar ngikutin nama orang….
@ghe, oh gitu ya…

sepatu gan.. (sepakat dan setuju), sebaiknya pake nama asli yg mudah diingat aja.. contoh aja namaku penggabungan dari 2 nama nabi.. *narsis dikit jg gan..
salam kenal.. blognya bagus dan ringan… salam semangatt..
@muhammad zakariah, nama Anda bagus mas. Semoga nggak diubah-ubah.
sepengetahuan orang awam seperti saya ni
,,,nickname tu kan nama panggilan akrabnya,,,

@barcoda, bisa pula berarti nama tampilan sebagai user facebook.
waduh… :sundul
@mh, datangnya telat nih…
setuju mas, saya juga sedang on the way, mohon bimbingannya…..
@belajar autocad, kemon… kita belajar bareng-bareng.