Mendobrak Rasa Minder dan Menunjukkan Yang Terbaik
Hari gini masih belum pede menampilkan tulisan sendiri? Hmm, pasti tuh orang belum pernah ikutan Seminar Online dari AM Professional. Hehe…
Mengatasi penyakit minder atau rendah diri sebenarnya tidak susah kok. Tidak perlu resep dokter, apalagi beli obat di apotik yang harganya makin melangit saja.
Sumber masalahnya dari pikiran. Obatnya pun sudah ada di dalam pikiran masing-masing. Kalau belum ketemu, mungkin beberapa hal berikut bisa membantu:
1. Berdialog dengan diri sendiri dan ajukan pertanyaan positif.
Semua manusia mempunyai jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam sehari. Tidak kurang dan tidak lebih. Namun orang yang minder kebanyakan menghabiskan waktu dalam pikiran-pikiran negatif.
Sesekali waktu bukalah dialog dengan diri sendiri. Temukan hal-hal positif apa yang Anda miliki. Tidak peduli seberapa sedikit kemampuan Anda, cobalah menggali kemampuan terpendam yang Anda miliki.
Dalam proses dialog, ungkapkan pertanyaan-pertanyaan penting.
Misalnya:
- Apa untungnya jika memelihara rasa minder ini?
- Keunggulan apa yang saya miliki, sementara orang lain tidak mempunyai?
- Betapa hebatnya saya bila ide yang saya miliki dapat terwujud dalam tindakan nyata?
Dan banyak pertanyaan lain yang bisa menjadi landasan keputusan dalam bertindak.

2. Melakukan hal-hal positif dan membawa manfaat nyata.
Selanjutnya, belajarlah memaksa diri sendiri untuk melakukan hal-hal positif dan melarang melakukan hal-hal negatif. Meniru ucapan salah satu motivator terkemuka:
Tindakan positif akan melahirkan balasan positif, tindakan negatif melahirkan balasan negatif.
Blogger juga manusia, dalam pergaulan antar blogger masih mengenal hukum sebab-akibat. Contoh sederhana, sebagai newbie jangan berharap mendapat limpahan traffic jika Anda malas mempromosikan blog.
Selain itu, ada juga kegiatan positif yang perlu kita cermati untung ruginya. Misalnya: asyik berlama-lama menikmati aplikasi situs jejaring pertemanan yang kadang tidak jelas manfaatnya. Selain berpeluang menghancurkan proses branding, hal ini tentu saja menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya koneksi internet Anda.
3. Melawan opini negatif dari luar.
Dunia blogging dipenuhi gaya tarik menarik antar kepentingan. Percaya deh, tidak semua orang menginginkan Anda sukses. Pasti ada segelintir orang yang tidak rela melihat blog Anda menjadi rujukan tulisan blogger lain. Bisa jadi blog Anda akan diserang dengan berbagai artikel yang bertujuan menjatuhkan mental menulis Anda.
Menghadapi serangan kata-kata negatif, tiada hal yang bisa kita lakukan selain membentengi gendang telinga dengan pagar motivasi diri. Bagaimana caranya?
Cara perlawanan yang paling ampuh adalah dengan melawan agar opini tersebut tidak menjadi kenyataan dalam diri dengan menjadikannya sebagai pendorong untuk meraih kemajuan.
4. Boleh ambruk, tapi jangan lama-lama
Bisa jadi dalam proses membangkitkan semangat diri, Anda akan terjatuh berulangkali. Tak jarang kita mengalami kondisi mau menulis artikel baru, eh listrik padam. Mau menulis di notebook, IBM-nya malah keropos dimakan usia. Atau pas ada ide baru, keburu menjemput anak pulang sekolah. Dan banyak aksi insidentil lainnya.
Halangan dan rintangan boleh saja datang bergantian dan membuat Anda terkapar tak berdaya. Tapi jangan lama-lama. Kalau terlalu lama “menikmati” masa kesengsaraan, bisa jadi pada waktu Anda bangkit yang lain sudah berlari kencang jauh meninggalkan posisi Anda saat ini.
Kemon! Yang masih ragu pada kemampuan diri sendiri, segera minum “Jamu Tahan Malu” produksi mbah Blogger.

Related posts:
- Tulisanmu Menunjukkan Siapa Dirimu Sebenarnya
- Malam Minggu Yang Bermutu
- Menyikapi Peristiwa Yang Berada di Luar Skenario
- 3 Hal Yang Menghalangi Orang Action
- Pengkutuban Pergaulan Blogger: Rahasia Umum yang Tidak Terpublikasikan
- Remaja Indonesia
- Blogger Dewasa Awal Yang Kebingungan Memilih
- Apaan Sih?


@mh, Jangan ada pertamax di antara kita…

@Agus Siswoyo, emang knapa mas ? jadi penasaran nih
@Arief Rizky Ramadhan,
nomor 3 dan 4 keknya mashengky banget tuh
@mh, He em…
Tulisan ini terinspirasi kisah nyata mas Hengky.
@Agus Siswoyo, ampun oom aguss…
@mh, Justru saya yang bilang makasih mas…
Dulu jaman sekolah kalo nulis/ngarang cuman dibaca bu/pak guru, nah ini udah dibaca orang gak kenal, dikomentarin pula! Kadang jiper duluan. Tapi kalo gak ada yang komentar,sepi bangeet. Dilema.
Makanya kadang nunggu ide yang sempurna dan kata-kata yang sempurna (kapan datengnya?) barooo deh pencet tombol publish.
@Nisye, Wah, dari kata-katanya, Neng Nisye termasuk dalam golongan perfeksionist nih…
Hallo Mas Agus… salut dengan produktifitasnya, tulisan yang semakin mantab…. oke Mas, tips2nya sangat berguna bagi saya.
@yons, Nggak semudah yang orang kira mas. Ini tadi mumet cari kata-kata yang pas buat ide kali ini. Hahaha…
@Agus Siswoyo, susah ya Mas cari yang pas…. nggak lebih nggak kurang.
@yons, Iya. Sering saya alami kebingungan menyampaikan isi pikiran ke dalam sebuah tulisan. Mau pakai istilah asing, nanti dikira artikel segmented. Mau tulis yang santai, malah dianggap kekanak-kanakan.
Jadi saya ambil tengahnya saja. Antara artikel serius dan santai. Hasilnya seperti yang bang Yons baca.
bagaimana dengan bebegendut ?
waah komengku ditangkap semena-mena
@Arief Rizky Ramadhan, drop komeng lagi ya…

@Agus Siswoyo, ga tau nih jangan-jangan nama saya di blokir lagi dari blog mas agus wkwkwkwk bercanda
@Arief Rizky Ramadhan, satpam blog saya habis lulus ujian sabuk hitam loh…

@Agus Siswoyo, waah bisa pukul pake jurus naga pencakar langit nih,kabooooor
baru tahu neh dari fb..
@Ahmad Subandono, Ternyata, Fesbuk masih ampuh sebagai sumber traffic blog.
yang no 3 saya banget gitu lho, btw makasih sharingnya mas..kemon lets go!
@Ahmad Subandono, Terkadang, cuek itu lebih baik mas. Ora usah ngringekno cuap-cuap tetangga.

@Agus Siswoyo, link ini saya pake post sore ini..

@Ahmad Subandono, matur suwun backlink-nya…

kadang sengsara membawa nikmat…
jadi lupa bangkit…
@suarakelana, Asal jangan nikmat yang membawa sengsara mas…
Hehehe…
[...] sangat penting! Tentu saja perubahan disini yang dimaksud adalah Perubahan menuju yang Lebih Baik. Tidak perlu kita takut untuk bergerak maju meraih apa yang kita inginkan. Selama itu bisa membuat kehidupan kita menjadi [...]
Tiap ke sini saya juga selalu disuguhi tips dan ilmu kehidupan yg mencerahkan…
Saya jadi bisa belajar banyak dari Mas Agus…
Semoga sukses dan tetap menulis yang bermanfaat seperti ini…
Salam….
@marsudiyanto, Saya senang jika tulisan ini bermanfaat untuk Pak Mars…
malu bisa diatasi jika udah biasa ya mas?btw jamu nya bisa download di mana?
@ipul, Silakan ketik keyword “jamu blogger” di Google. Nanti ketemu mas.

mengatasi rasa minder, khususnya minder menulis.. diperlukan satu langkah tepat yang ampuh bin ajaib. sekali mlakukan itu. maka rasa minder menulis seketika akan sirna.
caranya tiada lain adalah “Mulai menulis” menulis dan menulis.
klasik memang, tapi sekali melangkah, saya yakin bagi yang bisa menemukan dunianya di situ, akan sulit untuk mundur lagi.
tulisan yang selalu menggugah nih mas Agus. bagaimana antusias peserta kontes mas?
@fadly muin, Minatnya nggak semeriah yang saya harapkan. Banyak yang daftar tapi cuma iseng. Yang sudah menyelesaikan penulisan baru beberapa orang. Salah satunya dik Arief.
Ada ide mas gimana mengatasi hal ini?
jamu tahan malu produksi mbah blogger harganya berapa mas agus?
@Andrik Sugianto, Kalau buat sodara sendiri kasih gratis dah….

eh tahu gak kawan2. blog ini dulunya blogspot juga lho. themenya juga cuma hiatam sama putih. wkwkwkwkwk
’
makanya rajin-rajin nulis biar makin lama makin pro. kayak blog ini nih…
suksesjavascript:kaskusemoticonsclick(‘
@fatchur, Hahaha….
Jadi ingat teman-teman perjuangan ’45 dulu.
Kapan mas Fatchur pindah ke dot com? Tak tungguin lho…

@Agus Siswoyo, kapan-kapan mas. doain aja
@fatchur,
beli jamunya dimana tuh mas
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
@online-business-story.com, pesannya lewat saya aja mas…

Bebas biaya pengiriman…
Kebetulan saya gak minderan, malah kadang malu-maluin
@Catatan Hery, wah, tahan malu nih. Mungkin resepnya bisa dibagi sama teman-teman.
Walah makin mantafff aja nih blog
@Rafi,
terkadang emang masih minder di suatu kompetisi. yah, semoga rasa minder itu juga tidak berlebihan. bisa susah nantinya. hehe…
@hanif IM, Lebih cepat di atasi lebih baik mas…
rasa minder biasanya menyebabkan hal-hal lain seperti rasa malas, perasaan tidak bisa, perasaan takut dicemooh, dan lain-lain.. tapi sepertinya hal tersebut tidak berlaku buat teman-teman di atas yang sudah berkomentar lebih dulu dari saya . . .
@evan, Datangnya telat nih…
wah kang agus cocok jadi motivator nih
Yang terakhir bagus mas, boleh ambruk tapi jangan lama2, dalam melalui proses jatuh bangun biasa…tapi jangan ulangi kesalahan yang sama….plz
@dafiDRiau, Iya mas, masa mau terperosok pada lubang yang sama..
Jamunya sudah ada depkes mas?

@Hari Setiawan, ada dong, Departemen Kesehatan Republik Blogger.

Sasha belum pede buat ikutan kontes. Tapi daftarnya belakangan aja yach…
@Sasha, Wah, perlu minum jamu betah isin mbakyu…
@Agus Siswoyo, beli dimana mas?
Saya suka bagian ini mas : Apa untungnya jika memelihara rasa minder ini?
itu pertanyaan saja sebenarnya sudah cukup untuk menhilangkan semua rasa minder, kalau dijawab dgn benerrr
@khalid abdullah, Sayangnya tidak semua blogger suka berdialog dengan dirinya sendiri. Padahal kalau kita mau meluangkan 15 menit tiap hari untuk kegiatan ini, saya yakin akan ada perubahan berarti dalam sebulan.
sy jg minder mas. smoga tulisan ini nancep di hati.
Rasa minder yang berlarut-larut akan menghambat aktivitas yang kita lakukan.Untuk itulah kita harus menunjukan yang terbaik dalam segala hal jangan takut.