Mendobrak Rasa Minder dan Menunjukkan Yang Terbaik

Feb 21 2010

Hari gini masih belum pede menampilkan tulisan sendiri? Hmm, pasti tuh orang belum pernah ikutan Seminar Online dari AM Professional. Hehe…

Mengatasi penyakit minder atau rendah diri sebenarnya tidak susah kok. Tidak perlu resep dokter, apalagi beli obat di apotik yang harganya makin melangit saja.

Sumber masalahnya dari pikiran. Obatnya pun sudah ada di dalam pikiran masing-masing. Kalau belum ketemu, mungkin beberapa hal berikut bisa membantu:

1. Berdialog dengan diri sendiri dan ajukan pertanyaan positif.

Semua manusia mempunyai jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam sehari. Tidak kurang dan tidak lebih. Namun orang yang minder kebanyakan menghabiskan waktu dalam pikiran-pikiran negatif.

Sesekali waktu bukalah dialog dengan diri sendiri. Temukan hal-hal positif apa yang Anda miliki. Tidak peduli seberapa sedikit kemampuan Anda, cobalah menggali kemampuan terpendam yang Anda miliki.
Dalam proses dialog, ungkapkan pertanyaan-pertanyaan penting.

Misalnya:

  • Apa untungnya jika memelihara rasa minder ini?
  • Keunggulan apa yang saya miliki, sementara orang lain tidak mempunyai?
  • Betapa hebatnya saya bila ide yang saya miliki dapat terwujud dalam tindakan nyata?

Dan banyak pertanyaan lain yang bisa menjadi landasan keputusan dalam bertindak.

2. Melakukan hal-hal positif dan membawa manfaat nyata.

Selanjutnya, belajarlah memaksa diri sendiri untuk melakukan hal-hal positif dan melarang melakukan hal-hal negatif. Meniru ucapan salah satu motivator terkemuka:

Tindakan positif akan melahirkan balasan positif, tindakan negatif melahirkan balasan negatif.

Blogger juga manusia, dalam pergaulan antar blogger masih mengenal hukum sebab-akibat. Contoh sederhana, sebagai newbie jangan berharap mendapat limpahan traffic jika Anda malas mempromosikan blog.

Selain itu, ada juga kegiatan positif yang perlu kita cermati untung ruginya. Misalnya: asyik berlama-lama menikmati aplikasi situs jejaring pertemanan yang kadang tidak jelas manfaatnya. Selain berpeluang menghancurkan proses branding, hal ini tentu saja menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya koneksi internet Anda.

3. Melawan opini negatif dari luar.

Dunia blogging dipenuhi gaya tarik menarik antar kepentingan. Percaya deh, tidak semua orang menginginkan Anda sukses. Pasti ada segelintir orang yang tidak rela melihat blog Anda menjadi rujukan tulisan blogger lain. Bisa jadi blog Anda akan diserang dengan berbagai artikel yang bertujuan menjatuhkan mental menulis Anda.

Menghadapi serangan kata-kata negatif, tiada hal yang bisa kita lakukan selain membentengi gendang telinga dengan pagar motivasi diri. Bagaimana caranya?

Cara perlawanan yang paling ampuh adalah dengan melawan agar opini tersebut tidak menjadi kenyataan dalam diri dengan menjadikannya sebagai pendorong untuk meraih kemajuan.

4. Boleh ambruk, tapi jangan lama-lama

Bisa jadi dalam proses membangkitkan semangat diri, Anda akan terjatuh berulangkali. Tak jarang kita mengalami kondisi mau menulis artikel baru, eh listrik padam. Mau menulis di notebook, IBM-nya malah keropos dimakan usia. Atau pas ada ide baru, keburu menjemput anak pulang sekolah. Dan banyak aksi insidentil lainnya.

Halangan dan rintangan boleh saja datang bergantian dan membuat Anda terkapar tak berdaya. Tapi jangan lama-lama. Kalau terlalu lama “menikmati” masa kesengsaraan, bisa jadi pada waktu Anda bangkit yang lain sudah berlari kencang jauh meninggalkan posisi Anda saat ini.

Kemon! Yang masih ragu pada kemampuan diri sendiri, segera minum “Jamu Tahan Malu” produksi mbah Blogger.

Related posts:

  1. Tulisanmu Menunjukkan Siapa Dirimu Sebenarnya
  2. Malam Minggu Yang Bermutu
  3. Menyikapi Peristiwa Yang Berada di Luar Skenario
  4. 3 Hal Yang Menghalangi Orang Action
  5. Pengkutuban Pergaulan Blogger: Rahasia Umum yang Tidak Terpublikasikan
  6. Remaja Indonesia
  7. Blogger Dewasa Awal Yang Kebingungan Memilih
  8. Apaan Sih?

63 responses so far

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons