Blogging Adalah Pilihan, Kalau Tidak Cocok Silakan Ditinggalkan

Feb 26 2010

Beraneka ragam respons pembaca artikel Update Kontes Co-Writer yang saya publikasikan kemarin. Meski jadwal tayang tetap sesuai rencana awal, ada yang merasa diuntungkan dengan diperpanjangnya waktu pendaftaran. Mereka punya waktu lebih banyak untuk edit tulisan sana sini.

Kontes ini memang hukumnya bukan wajib. Tapi sunnah. Kalau mau mengembangkan kemampuan menulis ya monggo diikuti. Kalau tidak pun ya silakan dilewatkan.

Offline Lagi, Offline Lagi…

Namun yang membuat saya miris, mengapa kebanyakan komentar justru menjadikan dunia offline sebagai alasan utama keterbatasan menekuni blogging? Disini saya memakai kata blogging, bukan update artikel.

Hidup dipenuhi dengan pilihan. Tapi kalau sudah memilih, kita dituntut untuk komitmen dan mempertanggungjawabkannya. Saat pertama kali Anda memasuki dunia blogging, saya yakin Anda semua melakukan atas keinginan sendiri. Bukan hasil paksaan siapapun.

Dalam era kebebasan berekspresi saat ini, orang tua, isteri, pacar, anak bahkan boss Anda tidak akan mampu memaksa Anda nge-klik sebuah situs kalau Anda tidak sreg di hati.

Nah, bagi yang merasa dunia offline begitu membelenggu langkah Anda, sekarang saya bertanya: Dimana semangat yang dulu pernah ada?

Pilihan-pilihan Dalam Hidup

Orang Jawa bilang isuk dele, sore tempe. Apakah Anda termasuk orang yang demikian? Terlalu mudahkah Anda berubah–ubah pikiran dalam sekejap? Saya hanya bisa tersenyum geli saat melihat seorang mengikrarkan janji mau ngeblog serius, update artikel 2-3 hari sekali dan bla-bla-bla lain.

Tapi kalau faktanya bertentangan dengan ucapannya, ya sutralah…

Berarti orang tersebut belum jodoh dengan dunia blogging. Mungkin akan menemukan kesejahteraan hidup dari bidang lain di luar sana.

Jika aktivitas blogging selama ini membuat tubuh sakit-sakitan, tidak nyenyak tidur, makan nggak enak, terlebih lagi membuat depresi pikiran, maka harus dipikir ulang kelanjutan karir ngeblog Anda.

Namun, jika Anda dengan rela bersedia sedikit ‘menderita’ di awal ngeblog, dan mempunyai mindset Blogging for Invesment, silakan menunjukkan kemampuan terbaik Anda.

Setiap hari adalah hari baru. Baik yang mengambil pilihan setia blogging maupun setia non-blogging.

Selamat memilih!


Related posts:

  1. Blogging Adalah Seni Mempermainkan Pikiran Pembaca
  2. Maaf, Anda Salah Jalur. Silakan Putar Balik Setelah Rambu Berikutnya.
  3. Ngeblog ? Kenapa Tidak ?
  4. Kecemplung Bisnis Karena Tidak Sengaja
  5. Memilih Partner Blogging
  6. Membangun Komunitas Blog: Tidak Sulit Kok!
  7. Resiko Berinvestasi Dalam Blogging
  8. Haris Sumadiria: Menulis Adalah Simbol Peradaban

157 responses so far

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons