Maaf, Anda Salah Jalur. Silakan Putar Balik Setelah Rambu Berikutnya.

Mar 11 2010

Langsung pada pokok pembahasan. Saya tertarik memantapkan niat Arief Rizky Ramadhan untuk mengubah imej lama dengan imej baru yang lebih tepat. Selama ini kita mengenal sosok dik Arief (sengaja saya tambahkan kata dik supaya nggak kacau dengan panggilan Arief senior) dengan nama bebegendut.

Dalam pergaulan antar blogger, nama dan imej tersebut menjadi bahan ledekan dalam beberapa ruang diskusi. Ada yang menyorot hobi mengoleksi boneka Linux, ada pula yang merasa risih dengan artikel BeOL di blog mas Hengky. Serta masih ada beberapa guyonan ringan lain yang tujuannya mengkritisi imej tersebut.

Menurut saya, imej lama tersebut tidak menguntungkan untuk dipakai jangka panjang. Apalagi bila dik Arief berniat melebarkan sayap ke bisnis online. Sangat tidak mendukung proses penciptaan personal branding. Padahal kita semua tahu, kepercayaan prospek sangat dipengaruhi oleh branding penjualnya.

Maka jangan marah kalau tiba-tiba ada yang nyeletuk:

“Eh, kamu beli ebook sama si Gendut ya? Nggak takut kena beol dia? Hahaha…”

Sebelum makin ‘parah’ terkena Efek Blogging Terhadap Penghancuran Diri, saya menyarankan evaluasi ulang langkah yang telah diambil. Beberapa hal yang saya sarankan adalah:

1. Mulai dari nol.

Ibarat membangun sebuah rumah, semua diawali dari membangun pondasi rumah yang kokoh. Jika kekuatan pondasi tidak cukup mampu menopang bangunan, siap-siap saja mengungsi saat topan kecil melanda.

Disini kita perlu tata ulang alasan utama kita ngeblog. Mau sekedar nampang, unjuk kemampuan, mencari teman, berbagi manfaat atau justru menjadikan blogging sebagai investasi jangka panjang penghasil passive income.

2. Re-branding imej sesuai topik pilihan.

Kasus ini pernah saya alami. Pada awal ngeblog saya cukup dibuat bingung dalam pemilihan topik blog. Dengan sedikit terpaksa saya nyemplung di kategori bisnis online. Padahal itu bukan topik terbaik saya.

Kalau kemudian banyak yang menyarankan saya memilih jalur motivasi blogging, itu juga karena adanya magnet kuat dari dalam diri saya untuk berbagi semangat dengan kawan-kawan blogger lainnya.

Pindah topik bukanlah hal tabu dalam blogging. Karena bila kita memaksakan memasuki bidang yang bukan the best of me, potensi yang keluar tidak akan maksimal. Seperti mahasiswa teknik yang dipaksa mengikuti kelas grammar, bisa Anda bayangkan sendiri ‘betapa hebat’ kemampuan lecturer di mata anak didiknya.

3. Gaya penulisan menyesuaikan usia.

Menurut pengamatan saya, salah satu pembeda karakter kanak-kanak dan dewasa adalah pada cara tertawanya. Salah satu ciri khas dik Arief adalah menampilkan emoticon tertawa dalam setiap artikel yang ditampilkan. Sebenarnya sah-sah saja Anda mau tertawa ngakak model apapun. Tapi orang akan menaruh respek lebih besar bila kita bisa mengontrol emosi.

Termasuk juga gaya penulisan kategori berat atau ringan sesuai topik pilihan. Mungkin karena selama ini orang mengenal sosok dik Arief sebagai ABG baru melek, lantas merasa aneh saat membaca tulisan serius yag terbit beberapa hari lalu dalam Kontes Menulis.

Terlepas dari semua hal di atas, kesuksesan proses rebranding sangat dipengaruhi konsistensi langkah nyata yang dilakukan. Karena percuma saja kalau semangat menggebu-gebu di bulan pertama lalu loyo tak bertenaga di bulan-bulan berikutnya.

Nah, bagi yang merasa berada di jalur yang salah, mengapa tidak mencoba putar balik?

Related posts:

  1. Apakah Artikel Anda Penting Dibaca?
  2. Blogging Adalah Pilihan, Kalau Tidak Cocok Silakan Ditinggalkan
  3. Mengapa Pembaca Harus Percaya Tulisan Anda?
  4. Bagaimana Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis Anda?
  5. Menulis Juga Butuh Evaluasi
  6. Kesan Pertama Begitu Menggoda, Selanjutnya Terserah Anda
  7. Apakah Motivasi Artikel Blog Anda?
  8. Kontes Mencari Bintang Co-Writer Dibuka

138 responses so far

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons