Monthly Archives: April 2010

Warna-warni Kontes Menulis

Dua bulan sudah Kontes Menulis berjalan. Sebanyak 27 blogger melibatkan diri dalam kontes yang berlangsung dari tanggal 1 Maret – 28 April 2010. Dalam catatan saya, kontes ini menghasilkan 27 artikel, 86 pendaftar, 1352 komentar dan 33 komentar spam. Khusus untuk jumlah komentar, hitungan ini bisa berubah sampai detik-detik pengumuman tanggal 2 Mei 2010.

Salah satu kegiatan menarik yang dilakukan tim juri, yang terdiri dari Mas Hengky, Mas Arief, Mas Fadly dan saya sendiri, adalah penilaian tulisan peserta. Membaca tulisan para peserta, sama halnya dengan menyelami cara berpikir mereka terhadap bidang  penulisan.

Ada yang baru menerka-nerka sehingga tulisan berkesan lari pontang -panting. Ada yang setengah sadar menulis dan menghasilkan ide mentah. Ada pula yang sudah ahli di bidangnya sehingga menggali ide tulisan semudah memutar kran air. Continue reading

Asyiknya Menulis Dengan Blogging…

leader-oriflame-menulis

Oleh: Fenny Ferawati

Sebagian besar newbie akan menjawab “Menulis Itu Susah…” ketika ditantang menulis. Padahal kemampuan menulis sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang internet marketer sukses. Mulai dari membuat produk (produk informasi), sales letter, email marketing, iklan dan lain – lain seperti yang dijabarkan mas Arief disini.

Awalnya memang sangat sulit untuk menulis, apalagi menulis artikel yang berat seperti artikel review bisnis atau artikel motivasi milik mas Fadly Muin bila belum terbiasa. Hoohoo…bisa – bisa rambut rontok karena stress menulis. Continue reading

Ancaman Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Ibu

Oleh: Robby

Menurut Wikipedia, bahasa ibu (bahasa asli, bahasa pertama; secara harafiah mother tongue dalam bahasa Inggris) adalah bahasa pertama yang dipelajari oleh seseorang. Dan orangnya disebut penutur asli dari bahasa tersebut. Biasanya seorang anak belajar dasar-dasar bahasa pertama mereka dari keluarga mereka.

Kepandaian dalam bahasa asli sangat penting untuk proses belajar berikutnya, karena bahasa ibu dianggap sebagai dasar cara berpikir. Kepandaian yang kurang dari bahasa pertama seringkali membuat proses belajar bahasa lain menjadi sulit. Oleh karena itu, bahasa ibu memiliki peran pusat dalam pendidikan.

Disinilah sebuah tulisan mengambil peran dalam menjaga eksistensi bahasa ibu. Continue reading

Menulis: Antara Curhat dan Media Perjuangan

Oleh: Diana

Pada jaman sekolah dasar, salah satu kegiatan yang paling dihindari kebanyakan murid adalah pelajaran mengarang. Sebagai bagian pelajaran Bahasa Indonesia, mengarang dianggap sebagai aktivitas membosankan. Harus pandai menciptakan peristiwa, nama pelaku, tempat kejadian, waktu dan sejumlah atribut fiktif lainnya. Dalam bayangan masa kecil saya, tugas menulis karangan adalah hukuman terberat murid yang datang terlambat.

Tidak mengherankan, bila akhirnya banyak yang enggan menekuni dunia kepenulisan. Padahal kalau kita mau sedikit kilas balik sejarah perjuangan bangsa, justru banyak ide-ide perjuangan menentang kolonialisme terlahir melalui tulisan. Sejumlah tulisan yang menjadi media perjuangan salah satunya adalah buku Habis Gelap Terbitlah Terang karya RA Kartini. Continue reading