Kontes Menulis telah berlangsung separuh jalan. Saya senang karena respons teman-teman lebih dari harapan saya. Selalu ada ide baru terlintas manakala membaca artikel peserta kontes. Dari isu gender, motivasi diri hingga pengembangan monetisasi blog ke arah depan.
Ada satu hal menarik yang ingin saya bagi untuk kawan-kawan blogger semua. Hal ini patut Anda sadari sejak awal jika blog Anda membuka kesempatan bagi penulis tamu untuk turut memberi warna blog Anda.
Sesuai namanya, blog pribadi pada dasarnya merupakan catatan seseorang terhadap satu topic pembicaraan dari sudut pandang pribadi alias subyektif. Kalau kemudian beberapa penulis tamu membanjiri blog Anda dengan ide-ide yang bukan konsep dasar pemikiran Anda, maka Anda harus sigap menanggulanginya.
Tidak ada cara yang lebih ampuh yang dapat Anda lakukan selain meneguhkan karakter Anda sejak awal hingga akhir. Anda mau dikenal sebagai blogger moderat, easy going, pebisnis online atau apapun bisa berubah arah bila Anda tidak cukup jeli mengevaluasi perkembangan komunitas yang Anda bangun.
Tentu Anda tidak mau mendapat predikat buruk dari tulisan yang bukan ‘gue banget’ dan berpotensi kehilangan komunitas yang Anda bangun susah payah.
Setelah baca artikel ini mungkin Anda buru-buru menutup lowongan buat penulis tamu? Atau malah semakin giat menyatroni dashboard blog tetangga? Pilihan ada di tangan Anda.

Related posts:
- Memupuk Percaya Diri Melalui Kontes Menulis
- Berkenalan Dengan Profesi Ghost Writer
- Perhatian! Ghost Writer Ada Dimana-mana
- Kontes Mencari Bintang Co-Writer Dibuka
- Obsesi Menjadi Co-Writer Blog
- Menetapkan Roles And Capabilities Untuk Mencegah Penyalahgunaan Wewenang Co-Writer
- Update Kontes Co-Writer
- Aktualisasi Diri Lewat Blogging


oke deh kakak..
@mh, selamat adik…

@ Agus siswoyo : kalau mas MH aja adik kalau aku apaan ya….
@Sugiana Hadisuwarto, anda mungkin pantas jadi sepupu nya mas
@mh, berasa muda kembali…

@Agus Siswoyo, kalau mh aja bilang kakak… saya bilang om berarti yah? wekekekekke……
@Agus Siswoyo, waduh kalo saya dibilang apa dong.. kek ?
Okelah kalo begitu…
Mau nyatroni dashboard blog tetangga. . .gpp y ?
@Udin Hamd, clingak-clinguk ada pak polisi nggak ya…

Jatidiri sebuah blog sangat penting ya..termasuk saya sedang berusaha mencari karakter blog saya sebenarnya apa sih. Ini sebenarnya sebuah proses, yang penting bagi saya ngeblog, ngeblog dan ngeblog pasti akan ketemu yang pas nanti. Co writer boleh saja asal masih ada benang merahnya dengan blog kita, jangan terlalu jauh melenceng
@Sugiana Hadisuwarto, kagak ikutan nulis di sini gan??
@Sugiana Hadisuwarto, harus ada kontrol yang rutin mas. Itu yang saya petik dari komentar Anda.
Yang penting masih nyambung dengan topik yang kita bahas diblog kita mas
@Panduan Blogging, akur dah…

Saya setuju dengan “Panduan Blogging“!!!
@Jamal Hacker, ikut… ikut… ikut….
makasih mas, membuka pikiran saya, sebenarnya saya pengen membuka blogger tamu di blog saya….pikir-pikir dlu deh…
@adin, nah lho…

kok jadi gini ya…
belum membuka lowongan mas kalau saya. Alasan? hehe, ya namanya juga baru belajar mengelola sendiri. Jujur untuk penulis tamu, blog mas Agus yang saya liat baik dari pemilihan yang dipublish menjadi artikel yang di baca, sangat2 bagus. sehingga yang berkunjung yak lupa memberikan komentar, bahkan bisa lebih dari sekali. hehe, itu yang masih saya pelajari dari blognya mas agus.
@Hanif, blog mas Hanif juga bisa lebih bagus dari saya. Asal konsisten dan fokus pada tujuan.
Terima kasih atas pencerahannya …
@Tips Online, kayak ceramah agama ya. Hehehe…
Salam kenal …
@Bakharuddin, salam kenal juga…
(nggak tahu, sudah berapa banyak komentator yang bilang begini….)
Salah satu resiko membuka lowongan penulis tamu memang begitu sih mas (bisa melemahkan karakter pemilik blog). Tapi semua tergantung pada visi-misi blognya juga sih. Dalam artian, ingin dibentuk seperti apa imagenya untuk jangka panjang.
@iskandaria, justru saya lihat karakter blog AS ini sangat kuat, yaitu kuat makan, kuat ngemil dan kuat mabok wkwkwkw… enggak ding, saya lihat kok AS.com ini muncul karena ghost writer nya.. mungkin ini sudah jadi ciri khas dari awal ya?
@mh, sepertinya memang ingin dibentuk begitu Gan ciri khasnya
@mh, daripada saingan jualan VCC sama MH, mending saingan menulis sama hantu (ghost) aja. Hahaha…

Step by step mas
@tetenw(blog sehat), asal jangan setep beneran mas…
Hehehe…
terus bertahan mas agus.maju terus menjadi blogger sejati.
@Baris Iklan, makasih supportnya gan…
enggak masalah sih, asalkan :
> blog tuan rumah sudah kuat karakternya
> tuan rumah tidak lalai menjaga karakternya pada kesempatan menulis sendiri
> memiliki jatah waktu cukup untuk mengisi dengan postingan sendiri
@suarakelana, tepat sekali.. ngemeng2 karakter agan gayus eh agus udah kuat blom?
@mh, kuat banget mas, narik truk pakai rambut aja bisa….

@suarakelana, makasih sudah mengingatkan saya mas.

Sebetulnya penulis tamu itu muncul karena faktor apa sie ? apakah dari faktor tidak bisa update blog secara rutin, karena saking banyaknya, kemudian karena update blog itu disenangi google trus muncul konsep penulis tamu ? karena saking banyaknya atau karena faktor yang lainnya ?
@blog penghasil uang, kalo di sini, karena mas agus emang suka ngundang blogger2 lain untuk menyumbang tulisan.. gitu mas..
pemiliknya sendiri rajin menulis kok, kadang sehari dua kali terbit..
dulu juga pernah diingetin sama Mas ROmi Satria Wahono.
KEtika kita membuka diri untuk penulis2 lepas yg mengisi blog, maka positioning dan branding kita sebagai pemilik blog harus lebih kuat.
@arief maulana, ini pasti nulis komeng dari BB ya? wakakakakkkk
@arief maulana, hmm, coba saya cek para co-writer saya mas. Kalau ketahuan branding mereka lebih baik daripada saya, bakalan saya depak dari jajaran Contributor blog ini.

Hehehe…
Bagaimanapun semua akan kembali ke karakter dasar pemilik blog. Karena yg berwenang moderasi artikel adalah admin blog.
@Sahrul Reza, mantep bener… jadi tulisan tamu diacak-acak oleh admin ya?
@mh, ya wajib dong, kan admin yang bertanggung jawab atas segala resiko publikasi…
@Sahrul Reza, Namanya saja blog pribadi. Kalau domainnya AgusSiswoyo.Com artinya blog tersebut mencitrakan diri Agus Siswoyo. Jadi penulis tamu harus sadar hak dan wewenang yang dimiliki.
Silakan baca artikel berikut http://agussiswoyo.com/2010/02/14/menetapkan-roles-and-capabilities-untuk-mencegah-penyalahgunaan-wewenang-co-writer/
Saya belum pernah buka lowongan co-writer jadi belum bisa komen mas.
@Sasha, loh ini komentar siapa dong?
@mh, wakwkakwka… belum bisa komeng udah komeng wkwkwkwkwk…. ngakak asli…
@Sasha, lalu kapan mulai berani buka?
Personal branding dibentuk bukan hanya dari artikel. Komentar yang ditinggalkan saat blogwalking juga berpengaruh lho.
@Hari Setiawan, Anda benar mas. Komentar cerdas dan sesuai topik pembahasan diyakini mampu menaikkan branding seseorang sedikit demi sedikit. Mungkin tak seampuh branding melalui tulisan, tapi tetap manjur untuk tujuan jangka panjang.
Branding seseorang dipengaruhi banyak hal. Mas Agus tenang saja. Kontes ini tidak akan berpengaruh pada popularitas mas Agus sebagai seleblogger. Hehehe…
@Sahrul Reza,
oke lah gan..
@mh, ada tukang sundul disini nih…

@Sahrul Reza, walah, saya lho nggak pernah minta disebut seleb. MH aja yang bikin julukan tersebut…
Kalau gitu lebih aman yang nggak buka kesempatan buat penulis tamu, brandingnya lebih utuh, nggak dipengaruhi intervensi pihak asing.
@Abdul Rizky, mungkin maksudnya mas gayus.. eh mas agus adalah: tamu nya jangan banyak2 nulis di sini gituuu
@mh, nanti yang punya rumah nggak kebagian tempat, malah ngungsi ke blog tetangga…

@Abdul Rizky, jangan salah pengertian ya, intervensi luar tidak selalu membawa kerugian. Bila kita mampu memanfaatkan sebuah moment emas, bukan mustahil malah membawa peluang kesuksesan.
Banyak saya jumpai bahwa ide JV bisnis online justru dimulai dari sharing ringan melalui keakraban antar blogger.
Harap diingat juga bahwa branding seseorang juga dipengaruhi dari tingkah laku keseharian dan kontriibusi nyata yang diberikan untuk yg lain. Jadi, nggak masalah kalau mas Agus membuka kesempatan bagi penulis tamu untuk menulis disini.
@Aisyah, menurut saya blog agus siswoyo tetap menjadi milik agus siswoyo walaupun yang nulis mungkis gayus siswoyo wkwkwkwk
@mh, demen kali nulis Gayus Siswoyo, nge-fans ya mas?

Menurut saya, justru tulisan ini bukan mas Agus banget. Kayaknya nyontek penulisan MH yang singkat dan padat. Maaf ya, tapi ini berdasarkan pengamatan saya aja kok.
Saya terlanjur melihat mas Agus mirip mas Arief Maulana yang terbiasa menulis artikel panjang lebar dan pembahasan lengkap.
@Aliceina, bener banget.. kadang tulisan orang lain bisa mempengaruhi.. waspadalaaah… waspadalaaaahh…
@mh, kena damprat neh…

@Aliceina, maksud saya ingin memberi warna berbeda dalam posting kali ini. Kalau pun kemudian terkesan meniru MH, itu kebetulan karena MH pakai jenis tulisan seperti ini. Padahal banyak blogger lainnya yang suka tulisan pendek dan langsung pada pokok pembahasan.
Makasih sudah pantengin blog ini dari awal sampai sekarang. Nggak banyak lho pengunjung blog yang kritis seperti Anda.

yang punya blog kemana nih ? kok yang balas komeng disini mas hengky semua..
mas agus lgi ketemuan sama mas arief maulana yaa..
@Arief Rizky Ramadhan, aku baru dapat koneksi internet lancar dik…
MH sudah jadi mitra AS untuk menjawab komentar yang masuk.

Hahaha…
@Agus Siswoyo, pake apa mas internetnya ?
@Arief Rizky Ramadhan, speedy juga…
Wow keren! MH jadi Bénténg AS
@Erdien, benteng takeshi mas
@Erdien, jangan keburu membuat kesimpulan seperti itu mas.
Lihat saja ending bloggernovela ini…

saya punya kesimpulan sendiri nih mas Agus.
Ketika seorang blogger sudah dikenal dan mempunyai komunitas sendiri, seperti apapun tulisannya, atau ketika suatu saat ada perubahan gaya penulisan, para pengunjung akan tetap setia. Karena yang bermain bukanlah artikel lagi, tapi sudah masuk wilayah batin dalam arti sudah melibatkan hati (kedekatan secara batin)… wuiiih berat ya
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
@online-business-story.com, mirip sebuah fans club seorang artis gitu ya mas? Apapun yang terjadi pada diri seorang artis, para penggemar akan setia mendukung langkah yang diambil.
Mungkin itu berlaku dalam dunia offline. Kalau menurut saya, dunia online lebih sulit mempercayai orang dan mudah berpindah panutan. Contoh nyata adalah para member Forbis. Di awal keikutsertaan, mereka sangat loyal kepada sang Brand Owner. Kayak dewa gitu deh. Tapi saat mereka gagal mendapatkan apa yang diharapkan, kita tahu apa yang terjadi.
saya fikir bener juga mas, patut dipertimbangkan jika tidak siap atau karakternya belim terbentuk, minimal komunitasnya. maka membuka lowongan co writer sekali lagi sebagai sebuah jendela yang perlu difikirkan matang-matang.
tapi kalau sudah merasa percaya diri sih, tak perlu khawatir. siapapun penulis tamu yang mengisi blog kita, tentu saja si empunya tetap memiliki karakter yang khas..
@fadly muin, kalau yang menulis disini mas Fadly, pasti saya terima. Hehehe…

ngobrol2… lagi ada co-komentator nih….waspadalah!
@Ahmad IM-bisnis, hihihi…

ketahuan ya…
mas Agus, Fenny sudah kirim email untuk konfirmasi wildcardNa, ko’ belum ada konfirmasi balik?
@Fenny Ferawati, sudah saya balas mbak, silakan di cek…

kehadiran tulisan saya mengancam branding mas Agus nggak ya?