Setelah capek nonton film kartun Avatar The Last Air Bender: Final Battle, kemarin malam saya sedang memantau timeline Twitter. Sekedar mengikuti perkembangan berita seputar pencekalan hastag, chit chat dengan teman-teman dan menyerap pemikiran beberapa tokoh idola saya.
Tiba-tiba: Ting! Seeismic saya berbunyi. Ternyata ada reply dari Pak Arief Maulana. Pak Arief memberi tahu dapat kiriman salah alamat di wall Facebook. Seperti apa isinya, cek screen shoot di bawah ini.
Saat membaca kiriman tersebut, sungguh saya ngakak nggak berhenti. Dalam hati saya berkata:
Yang kerja di Doremi Pizza adalah saya, tapi yang ngetob kok malah mas Arief. Hehehe…
Ini pasti ada yang salah dengan cara ngeblog saya selama ini.
Kalau saya ingat-ingat, sebelum artikel ini terbit saya belum pernah mencantumkan kalimat Doremi Pizza sebagai anchor text artikel blogging. Sebaliknya, mas Arief justru beberapa kaliĀ mengulas pekerjaan offline saya dalam kaitannya dengan motivasi blogging.
Bukannya saya malu mengungkap jati diri saya yang sebenarnya. Hanya saja saya merasa tidak sreg mencampur adukkan pembahasan ghost writer dengan aneka menu pizza yang rajin saya utek-utek tiap periode.
Lantas, kalau sekarang justru mas Arief yang dikenal sebagai bagian manajemen Doremi Pizza Pusat, maka ada 3 kemungkinan:
- Hasil dari personal branding building yang sukses membentuk imej seorang Arief Maulana Wira Negara sebagai bagian dari tim marketing Doremi Pizza yang sedang giat ekspansi mengarah ke konsep waralaba nasional. Wow, selamat ya!
- Minimnya tulisan-tulisan blog ini yang mengulas topik seputar pekerjaan offline saya, khususnya yang berhubungan dengan profesi Cost Analyst.
- Mas Syaiful belum paham siapa-siapa yang terlibat dalam manajemen Doremi Pizza dan asal menulis saja.
Well, apapun alasan yang melatarbelakangi munculnya tulisan ini setidaknya membuat saya sadar diri. Sudah bukan saatnya menciptakan pembatasan diri dalam menulis. Apapun yang ada di dalam otak saya, itulah adanya saya.
Biarlah orang menilai saya sebagai satu paket utuh dengan segala plus dan minusnya. Bukannya terpisah-pisah menurut segmentasi yang sedang dibahas. Agus Siswoyo cuma satu. Tidak ada bedanya Agus sebagai blogger dan Agus sebagai orang kantoran dengan gajian rutin tiap bulan (bukan curbung lho).
Mungkin Anda akan bertanya, apa tidak takut menghasilkan branding yang bertabrakan?
Mengapa mesti takut. Pengguna internet sekarang makin cerdas luar dalam. Menilai seseorang bukan hanya dari sebuah artikel yang ditulis dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lebih dari itu, pemikiran dan tingkah laku sehari-hari pun tak luput dari pengamatan mereka.
Siapa sangka motivator handal sekelasĀ Mario Teguh akhirnya dipaksa mengalah terhadap opini publik yang tidak menyukai update 140 abjad di Twitter MTSC. Kontrol sosial makin ketat, terutama kepada orang-orang yang telah dikenal khalayak umum.
Akhirnya, saya hanya bisa berkata: just be yourself! Jadilah diri Anda sendiri dengan kepribadian Anda. Biarkan Indonesia menilai Anda apa adanya. Kalau dapat cendol harap disyukuri. Kalau kena hujan batabig berarti Anda harus mawas diri. Siapa tahu juragan batabig lagi cuci gudang.
Related posts:
- Menulis Sebagai Ilmu, Seni dan Keterampilan
- Tips Memilih Topik Blog dan Menjadi Nomor Satu di Bidangnya
- Menjadi Nomor Satu Dalam Pencarian Google
- 8 Outstanding Blogger For Agus Siswoyo.Com
- Heavenly Assets for Blogger: 4 Karakter Yang Wajib Diteladani
- Blogger Adalah Segalanya, Karena Itu Berbanggalah Menjadi Seorang Blogger
- Blogger Bondo Nekat
- Untung Rugi Dualisme Blogger dan Fesbuker



pertamax
@arief maulana, saya sih masih penasaran. Siapa sih itu mas Ipul. Apa mata-mata Doremi Pizza ato bgimana. Kok keknya pengen ngerekrut saya.
Ato malah pengen kerja di Doremi Pizza dan cari tau kira2 butuh skill apa.
@arief maulana, dan bicara soal pribadi seutuhnya, saya juga sudah ada niatan lama itu mas.
Begitu web AMProfesional.com launch, nanti AM.com dan AM.net saya lebur. Materi bakal campur aduk antara branding yang dibentuk dengan saya sebagai AM yg lugu, polos, baik hati dan tidak sombong…
@arief maulana, wah, nanti bisa chit chat dengan leluasa kayak di Twitter dong…
@arief maulana, menurut info yang saya dapat dari Store Coordinator, mas Ipul itu ternyata Crew Store salah satu cabang Doremi Pizza yang ada di Jakarta. saya sendiri kurang paham apa motif kontak mas Arief via wall FB.
@arief maulana, Kalau saya liat dari perawakan sih, mas Arif emang kayaknya lebih cocok kerja di Doremi Pizza… hehe, padat berisi.
@abdoorahman, tepatnya bagian tester rasa yah
@arief maulana, biarlah aku tetap menjadi bagian dari misteri di dunia blogger…hihihihi
@bundapreneur, misteri ghost writer dan ajian komen nyasar. hehehe…
@arief maulana, selamat mas, betah melek sekarang ya. hehehe…
@Agus Siswoyo, kebetulan aja belum bisa tidur itu… hihihi
@arief maulana, Ko’ blog ini berisi juga tentang pekerjaan offline atau skil yang ditekuni juga yach??? padahal kan ga’ ada kategori “pekerjaan blogger” tuh…
Jadi bingun ne bacanya,
Sekedar usul mas agus, kalau bisa tolong lebih fokus lagi yach.. he..he… saya kira BELUM ADA sangkut pautnya antara tema blog anda dengan ISI yang satu ini.he..he..
kalo diterima alhamdulillah, tapi kalau tidak yaah.. akan saya jadikan koreksi buat diri saya sendiri aja dech..
Salam Blogger
@ismail,
Maaf mas Ismail…
saya rasa ada sangkut pautnya
justru seorang blogger harus memberi tahukan jeni perkejaannya maka itu ada halaman “tentang saya”
jadi ketika seorang blogger menulis artikel kita bisa menebak mengapa dia menulis A atau B… pasti ada sangkut pautnya dengan apa yg dialami dilihat dan dirasakan….
Jadi sudah bukan saatnya menilai blogger secara terpisah pisah antara pekerjaan offlinenya dengan apa yg dibuat ditulis di Blog….
@delia, itulah inti artikel kali ini. satu paket utuh. bukan terpisah-pisah.

@ismail, Ada yang salah pemahaman nih. Yang saya tekankan disini bukan Doremi Pizza-nya. Tapi pribadi blogger-nya yang memiliki kesatuan pemikiran sebagai manusia online maupun offline. Seingat saya, baru kali ini saya membahas pekerjaan offline. hehehe…
Eniwei, makasih sarannya. Mungkin akan lebih baik kalau kepentingan profesi cost analyst akan saya tampung di blog berikutnya.
@Agus Siswoyo, He..he… saya salah paham ya mas Agus?… Maaf yach…
Thanks koreksiannya Mas..
“Open Mind Is More Importante Than Others”
[...] This post was mentioned on Twitter by Arief Maulana, Agus Siswoyo. Agus Siswoyo said: Menilai Blogger Sebagai Satu Paket Utuh: Setelah capek nonton film kartun Avatar The Last Air Bender: Fina… http://bit.ly/dfCOgc [...]
saya malah ingin mengenal mas agus apa adanya
kesan yang saya tangkap sehabis kopdar kemarin
dan saat membaca tulisan2 di blog ini
seperti memandang dua sisi koin yang berbeda
saat menulis mas agus sangat lugas, kritis dan tajam
namun saat kopdar ternyata mas agus kalem, lembut dan low profile
saya jadi curiga
jangan2 mas agus ini punya kepribadian ganda hehehe
@Iwan Kus,
Kalo lia nggak heran pak….
bukan kepribadian ganda..
tapi dari jenis pekerjaan dan photonya…
lia bisa menduga2 kalo aslinya Mas Agus itu kalem dan low profile…
ditambah pernyataan pak Iwan diatas… ehmmm semakin yakin deh
tapi masak sih pak lembut ?
@delia, wew, ngeri nih. mbak Lia bisa membaca karakter dari foto profil. besok ganti foto aja ahh….
@delia, tidak heran kalau delia bisa baca karakter, sekolahnya memang disitu…
kalau foto saya gimana lia..? wakakakakak…..
@fadly muin, kalau dari fotonya, saya lihat mas Fadly berbakat dagang kaos. hehehe…
@Agus Siswoyo, kalau sampean cocoknya jadi modelnya dong,, )
@fadly muin, sip markosip, tahu saja mau saya…

@Iwan Kus, aslinya saya tuh baik hati, pendiam dan pemalu kok mas. hehehe…
nggak tahu ya, saat jari-jari saya sudah nempel di keyborad sepertinya saya kerasukan arwah ghost writer dan ingin terus menulis. tidak peduli tulisan saya akan disenangi orang atau tidak. apa yang terlintas di pikiran saya, itulah yang saya tulis.
@Iwan Kus, kalau memang ada kecenderungan itu. tidak ada salahnya kita kita antar ke psikiater mas.
@fadly muin, daripada habisin dana ke psikiater, mending saya curhat ke mas Fadly dulu. bener, ini serius.

@Agus Siswoyo,

Curhat kesaya aja mas….
@delia, nah loh… Mbak Lia buka lapak curcol
@arief maulana, Dibuka lowongan staff penasehat presiden AS. Syarat: wanita single dan siap nikah. Hahaha…
@Agus Siswoyo, saya tunggu deh…
Akhirnya nya lia mengerti obrolan mas arief dan mas agus di twitter tadi
ternyata ngomongin ini toh..
boleh minta pizzanya
@delia,
Uppss komen serius nih sebelum di anggap Spam
Setuju mas Agus… jadilahn diri sendiri..
makanya dari awal kita tidak boleh memposisikan jadi orang lain..
ketika belum dikenal hal itu sih biasa2 saja namun ketika public selalu memperhatikan ehmmm harus siap-siap ^_^
@delia, menjadi diri sendiri lebih enteng di pikiran. tidak ada beban. dan bisa menikmati hidup tanpa tekanan. kalau sejak awal sudah dijalankan, saya yakin ngeblog akan menghasilkan branding yang bagus.
@delia, ada penggemar saya rupanya. hahaha…
mau pizza? boleh-boleh. mbak Lia di Surabaya mana? nanti kita janjian kopdar aja. sambil ketemu kawan-kawan lainnya.
@Agus Siswoyo,
sippp deh.. awas loo kalo bohong… wakakak
ntar kapan2 kalo saya main ke surabaya tak kabarin mas agus….
doremi Pizza sepertinya belum ada di Batam deh….
2 tahun disini banyak info makanan baru yg lia tidak tahu…ckckckck…
Lahhh kok jadi bahas doremi ya….
@delia, Batam Island is fomous for its Mall like S’pore. Sekalian nitip belanjaan kredit hape saya ya.

@Agus Siswoyo,
woww boleh boleh.. wakakakaka…
kalo ngomong bisnis paling demen nih…
@delia, aslinya tinggal dimanaa seeehhh…?
@arief maulana,
lahhhh bukannya mas arief sudah tau skrg aq tinggal dimana
apa perlu minta info dari pak fadly
@delia, mas Arief itu pemalu mbak, infonya dikirim ke saya aja. nanti kusampaikan ke mas Arief. hehehe…
@arief maulana, aww…awww….awww….
@delia, wadew… diam2 dipantau ternyata saya ini
jadi 
@arief maulana, shy shy cat ya? hehehe… penggemar rahasia AM banyak lho. kalau dibikin list nggak cukup satu halaman kwarto….

@Agus Siswoyo,
aja deh
bos pizza ternyata… keren bung
@jurug, bukan boss, masih karyawan kok. hehehe…
wkwkwkwk ternyata di pesbuk juga bisa salah kirim ya
btw ditunggu doremi pizza di tangerang ya…
@Arief Rizky Ramadhan, survey lokasi dulu di Tangerang dik, siapa tahu ada tempat yang cocok untuk openning new outlet…
@Agus Siswoyo, hehehe kalo survey berarti mas agus kesini dong.. ditunggu kopdarnya wkwkwkwk
@Arief Rizky Ramadhan, kalau ada waktu dan dana, insyaalloh saya akan kesana…
Salam kenal mas..

Pndatang bru nie mas
menjadi pribadi utuh seorang blogger ya? Saya malah sedang mabok informati dari internet nie, sampek jadi bingung mau ngpaen waktu lyat blog ndri
@Novianto Syahmud, internet adalah gudang informasi. jangan sampai Anda berkeinginan menguasai semua jenis informasi. yang ada malah bikin kepala pusing, perut mual dan badan kurus kering. hehehe…
cukup fokuskan diri pada satu topik dan kuasai betul hinggga Anda layak mendapat sebutan Master di bidangnya. banyak artikel di blog ini seputar motivasi menulis artikel blog. silakan baca-baca lagi.
mmm luar biasa orang2 terkenal nih,salam kunjung mas agus
jadi diri sendiri apa adanya emang terasa ringan melangkah
@hendarblog, setiap pribadi adalah unik. jalan sukses yang ditempuh juga berbeda-beda. tidak ada kebanggaan bila sukses karena memakai kepribadian orang lain.
Baru kurang lebih tiga bulan ngeblog, tujuan sebenarnya membangun personal branding,,, saat membaca postingan ini, saya harus sadar dengan konsekuensi tersebut bahwa saya harus utuh memberitahukan siapa diri saya.,,, he he he
siapa ya aku?????
@ago, so, tell me the truth! waktunya unjuk diri….

menjadi diri sendiri dengan segala kondisinya, hehe, lucu juga komentar wall diatas, setidaknya imej mas arif sudah terbentuk sebagai tim menejemen doremi pizza, walau sudah dibantah sama mas agus, tapi ntah siapa lagi yang akan memberikan pertanyaan yang sama. hehehe.
@hanifilham, kasihan mas Arief nih, yang beberapa kali jadi tempat salah sasaran. mungkin ke depannya saya harus banyak berbicara tentang Doremi Pizza supaya saya lebih dikenal daripada mas Arief. Hahaha…
@Agus Siswoyo, hahaha… coba mas banyak bicara soal kapal…
@arief maulana, yang saya tahu tuh kulit kapalan saja mas. hahaha…
Lucu juga, tulisan di wall facebooknya. Saya tidak tahu pasti apakah yang nulis pesan tersebut agak bingung atau Mas Arifnya pernah nyamar jadi Manager Doremi Pizza he he.
Tapi memang betul, jadi diri sendiri itu memang penting supaya tidak ada lagi salah kirim di wall facebook he he.
@yanti yulianti, mas Arief memang cocok jadi manager bidang usaha apa saja. phisically and mentally sudah layak memimpin sebuah perusahaan. habis baca komen mbak Yanti, saya jadi kepikiran ganti username facebook: Agus Doremi Pizza. Hahaha…
@yanti yulianti,
saya sih konsumen yg baek. Bicara apa adanya. Bagus saya bilang bagus, ngga enak pun saya bilang apa adanya.
Kok tiba2 jadi inget Bunda yah, dengan ide manajemen selebblogger. Hahaha
sudah saatnya bersikap jujur dengan hati. ada sinkronisasi antara realitas dan apa yang ada di fikiran. bertemu dalam satu gagasan yang kira-kira bisa mencerminkan
“siapa sih aku ini”.
ini tema bagus mas,
sebenarnya saya sudah rasakan itu, tapi bukan dalam konteks mas agus yah. saya melihat blog-blog yang latah dan memposisikan diri dalam lingkaran yang tidak dipahami. dengan membuat tulisan-tulisan yang duplikasi.
apapun, ini bisa jadi bahan renungan kita bersama. bahwa kita masih perlu banyak belajar. titik
@fadly muin, yang patut digarisbawahi adalah ini bukan tentang konsep follower ataupun trend setter. meski jadi follower tapi kalau bisa mengemas blog melalui kreatifitas diri, saya yakin yang akan menonjol adalah ciri khas yang membedakan dirinya dari trend setter.
@Agus Siswoyo, sebenarnya kita searah mas. yg saya maksud latah, karena kreatifitas sudah lumpuh dan terjebak dalam konten2 duplikasi.
sebagai contoh coba deh perhatiin wacana tentang “rahasia” hampir rata-rata ada kemiripan frase, cuma cara penyampaiannya beda2 dikit.
*mungkin saya pernah melakukan itu juga, entahlah.. tidak menutup kemungkinan
@fadly muin, sama mas, saya juga berpikir tidak ada rahasia, karena semua bisa dicari. yang membedakan adalah siapa yg ketemu duluan itulah yang dianggap pioner.
Sementara ini saya menilai seorang agus siswoyo adalah seorang blogger yang tidak pelit membagi sesuatu kepada orang lain…
@joko santoso, oh, benar itu Pak. saya juga suka membagi hutang-hutang saya ke tetangga sebelah…

btw, Avatar itu udah keluar yah? nonton ah
@Imamz, itulah bukti kesuksesan branding seorang Arief Maulana. hehehe…
@Agus Siswoyo, brandingnya bisa membawa orang lain dan produk ikut terkenal juga
@Imamz, harapan saya sih begitu mas. enak kek mas Tuhu Nugraha. Diajak sama banyak perusahaan hahaha… karena dia bisa mempopulerkan ybs via socmed
@arief maulana, semoga nanti tercapai yah Mas Arief Maulana
Amiin
@Agus Siswoyo, ah belum seberapa kok mas Agus.
terus kalo ada artikek motivasi campur seo dan dicampur dengan penghasilan bisnis online, itu menjadi diri sendiri yang ingin mengekspresikan atau alay mas ?
@Khalid Abdullah, ngomongin siapa mas nih? kok pada ribut gini sih, mengutip kata mh nih, ngeblog ya ngeblog!
@Ahmad IM-bisnis, ngeblog bukan hanya ngeblog. kalau sekedar ngeblog, ponakan saya yang masih TK saja bisa bikin artikel pepak basa jawa mas. hehehe…
@Agus Siswoyo, kalo anak TK aja paham ngeblog, so tolong dunk bahas ngeblog yang baik itu gimana, biar gak asal ngeblog ya ngeblog
@Ahmad IM-bisnis, artikel-artikel di blog ini sudah banyak membahas info seputar penulisan artikel dan hal-hal yang menyertainya. mas Ahmad bisa baca lagi di arsip blog.

@Ahmad IM-bisnis, ngomongin tentang saya kok mas.., Saya dibilang alay atas artikel saya sebulan ini oleh mas Agus. Makanya saya ingin bertanya di postingan ini.
@Khalid Abdullah, wah, ada merasa kena semprot nih, hehehe…
saya nggak bilang tulisan mas Khalid allay loh. cuma ya gitu, saya rasa sentuhan khas yang seperti dulu kok nggak ada. awal-awal saya kenal blog KA.com penuh dengan kreatifitas, unik dan cara berpikir khas anak kuliahan tingkat awal. tapi semakin kesini tulisan mas Khalid makin umum, nggak ada pembeda dengan blog lainnya.
saya yakin kemampuan terbaik mas Khalid belum keluar sepenuhnya. tinggal mencari moment dan suasana yang tepat untuk mendapatkan feel itu lagi. tetap semangat ya…
@Agus Siswoyo, okeyh ^_^
@Khalid Abdullah, masalah allay atau bukan itu adalah hal yang sangat subyektif. selama ini tidak ada parameter yang jelas bahwa seseorang masuk kategori allay. kalaupun ternyata seorang blogger mempunyai banyak talenta (blogger multi talenta), saya pikir wajar-wajar saja kalau menunjukkan semua potensinya.
supaya tidak bertabrakan, media yang digunakan seharusnya tidak dalam satu blog. memiliki dummy blog bagus juga untuk menampung ide-ide yang berbeda segmentasi.
@Agus Siswoyo, namanya juga (blog) gado2, ada telor, ada sayur, ada sambel kacang dll kalo diramu dengan resep yang pas ok juga
@Ahmad IM-bisnis, asal nggak kebanyakan cabe mas, bisa bikin perut mules. hehehe….
@Agus Siswoyo, saya sepakat mas. Gado2 sih oke, tapi tetep kudu ada segmentasinya. Itu alasan kenapa saya pisah AM.com dengan AM.net untuk sementara ini sambil mencari entah bagaimana ntar penyatuannya.
dan khusus kontes SEO. Saya emang males sih ikutan SEO hahaha… bikin blog jadi aneh karena seakan diapaksa menulis apa yg tidak terlalu kita sukai demi memuaskan topik SEO.
@arief maulana, itulah salah satu alasan saya mengadakan kontes menulis kemarin, bukan kontes SEO. menulis bersifat lebih personal, tapi SEO harus sejalan dengan aturan keyword dan anchor text yang ditetapkan.
@Khalid Abdullah, dari pada bingung, biarkan publik dan waktu yang menilai mas. Karena biar gimana, kudu ditata dengan rapi agar nikmat dan membuat betah pengunjung yg membacanya.
Sehingga maksud dan tujuan penulisan masuk.
*just my opinion*
@arief maulana, semoga selay-alaynya blog saya, tetap ada yang suka dengan gaya bahasa saya. Dan sedangkal alaynya blog saya, semoga masih bisa memberi manfaat.
@Khalid Abdullah, nggak segitunya kali… saya tahu mas khalid sebenarnya mempunyai kapabilitas bagus dalam dunia blogging. mungkin hanya perlu menemukan mood yang tepat supaya keluar the best from you.
@Agus Siswoyo, kadang cuma jalan”d’internet baca-baca artikel tentang motivasi mas..tapi tetaplah merasa bingung waktu pegang polpen dan kertas, satu otak ni kayak ngk ada yang nyingkron mas, hehe..
Walah2, ya jangan sampeklah kalo sampek kurus..kasian ntr si mbok yang sudah masakin nasi tiap hari..

@Novianto Syahmud, kalau sudah pegang pulpen dan kertas tapi belum ada ide yang terlintas, saya biasanya menulis apa saja yang terlintas di pikiran. apa yang saya dengar, saya rasakan dan saya bau (bukan yang saya cium ya) itulah yang tertulis.
misalnya, di siang hari saya lagi bosan menunggu bus yang tidak kunjung datang. maka saya mengungkapkan lewat tulisan hal-hal yang terlibat dalam kebosanan saya. ini memang terkesan curhat. tapi lumayan sebagai pemicu ide yang lebih besar lainnya.
kurus bukan berarti nggak makan lho. lihat-lihat yang dimasak si mbok. nasi aking atau nasi tiwul? hahaha…
Selama ini Mas Agus manusia sebelah raga ya, belom utuh?
Tapi keren Mas, blom utuh aza dah ngetrend, apalagi kalo dah utuh, makin booming nih
@Erdien, terlalu dini kalau mengatakan keadaan saya saat ini sebagai kesuksesan. masih banyak hal yg menjadi PR untuk diperbaiki. terima kasih support mas Erdien.
Kalau saya cenderung memilih blog dan isinya sesuai dengan apa yang diinginkan kita, terlepas dari apakah itu relevan atau tidaknya dengan keseharian kita.
Mungkin saja pencitraan melalui blog berbeda dengan pencitraan di alam nyata. Karena mungkin ada kepuasan atau obsesi tersendiri dari blogger untuk menunjukan jati dirinya yang lain (baik sebenarnya maupun bukan) di dunia maya.
@aas maesyanurdin, branding online tentu nggak sama dengan offline. ada ciri khas masing-masing yang menjadikan aktivitas blogging itu unik dan menarik. makasih komentarnya.
Yang jelas, pizza-nya enaaakk.. Daripada beli pizza orang bule, mending makan pizza bangsa sendiri
@Lutvi Avandi, padahal yang di Royal sudah closing mas. hehehe…
@Agus Siswoyo, iya sayang banget tuh. Padahal pengen makan lagi
@arief maulana, nyoba yang di CITO aja mas, dijamin nggak gosong lagi deh. hehehe…
@Agus Siswoyo,
ooo.. emang tutup beneran toh. Kirain hari Ahad emang tutup. Pas walking2 ama keluarga rencananya mau beli, berhubung tutup ya udah makan nasi goreng deh jadinya
@Lutvi Avandi, tapi yang di Alfamidi Ketintang masuh buka kok mas…

@Lutvi Avandi,
1. sayang mas lutvi, di Denpasar belum ada DOREMI, jadi belum bisa nyobain deh pizzanya bangsa sendiri hehe
@Alfred,
Nah tuh mas Agus. Ada peluang terbuka lebar di Denpasar. Buka cabang disana gih. Konon katanya di Denpasar susah cari makanan halal. Kesempatan besar tuh
@Alfred, di Denpasar sudah ada cabang bli. Alamatnya di daerah jalan Teuku Umar. Dekatnya mebel. Mungkin karena kurang promosi jadi tidak semua orang tahu.
memang banyak blogger menutupi jati dirinya, saya kurang paham apa yang menyebabkan mereka seperti itu, apa untuk membuat pengunjung blog mereka menjadi penasaran siapa beliau..
contoh kasus : ada seorang blogger yang mempunyai blog yang bagus, tulisan-tulisannyapun berbobot (seputar tutorial tentunya) dan dia hanya menampilkan jadi dirinya hanya dengan nick name, karyanyapun udah bisa dinikmati oleh beberapa blogger local. But why????, ya kenapa dia menutupi jati diri sebenarnya ya? sampai sekarang masih menjadi misteri…..
@rudy azhar, kalau keadaannya begitu, menurut saya ada 2 kemungkinan:
Pertama, artikel-artikel yang diterbitkan adalah hasil copypaste artikel blog lain. Mana ada plagiat yang mau membuka identitas diri. Kalau ketahuan pemilik asli, sama saja dengan menelanjangi diri sendiri.
Kedua, tidak bakat jadi seleblogger. Ada juga lho orang yang lebih suka berperan di balik layar dan tidak mau diketahui jatidirinya.
@Agus Siswoyo, kalau kemungkinan pertama saya rasa tidak Mas, karena kepiawaian dia udah diakui oleh master blogspot Indonesia dan dunia. contoh dia udah diakui oleh kang rohman dan untuk kelas dunia dia diakui oleh Amanda pemilik blog bloggerbuster.com
kemungkinan kedua emang bener. dia bukan tidak bakat menjadi selebloger tapi tidak mau.. ngeblog adalah untuk kepuasan batin tidak untuk yang lain…
@rudy azhar, bisa kasih inisialnya mas? saya penasaran dengan blogger yg satu ini.
@Agus Siswoyo, sesuai karakter masing2 lah…
@rudy azhar, siapa tuh mas?
@UntungNyata!com | Budhi K. Wardhana, he..he..he… penasaran ya? salah kasih contoh satu deh… code-codean
@rudy azhar, oh, ini toh TSK-nya…
@UntungNyata!com | Budhi K. Wardhana, bukan mas Budhi kan pastinya
Just be yourself!, itulah yang sangat saya suka pada artikel tersebut mas agus. Walau saya lebih banyak di aktivitas offline, tapi saya tidak melupain mas agus kok he..he..
@Sumartono, senang nih dapat kunjungan Pak Sum, blogger pertama yang komen di blogspot saya. makasih masih sempat mampir Pak…
Doremi Pizza kalau di Jakarta di mana ya?
@UntungNyata!com | Budhi K. Wardhana,
jadi inget semalem ada pegawe doremi pizza yg tanya2 saya…
@arief maulana, pada ngiklan *** pizza pada dibayar berapa neh

@Ahmad IM-bisnis, mereka adalah sukarelawan yang tidak mengharap imbalan jasa. salut deh…
@Ahmad IM-bisnis, someday bisnis saya juga akan diiklanin orang tanpa dibayar mas… hahaha…
@arief maulana, siapa menanam akan menuai. kalau nggak mau menanam, jangan pernah bermimpi panen raya. sip deh…

@UntungNyata!com | Budhi K. Wardhana, setahu saya ada 5 cabang, tapi nggak tahu persis dimana lokasinya. di Cibubur Mall ada satu mas.
waduh, yang mendominasi comment-nya mas agus-mas arief-mas fadly-lia, kenapa ga sekalian bikin forum aja tuh
tentang mas Agus, kesan awalnya kalau dari artikel-artikel yang saya ‘tangkep’ mas Agus ini orangnya penuh wibawa, tegas (TEga buang GAS
), ja’im, pokoknya serem deh…tapi pas liat fotonya, jarang mingkem ‘n nyengir terus
.
o iya mas Agus, bukan sebaiknya memang dipisahkan saja antara ngeBlog dengan profesi di luar sana tapi bukan maksud menutupi jati diri ya, seperti yang mas Agus bilang, biar ga campur aduk (kecuali memang sengaja mau promosi Doremi Pizza
).
@abdoorahman, segmentasi blog perlu dilakukan juga mas, biar pembaca nggak mengira-ngira inti pembahasan topik. namun secara personal, saya kira nggak ada bedanya. satu orang tetap satu karakter. kecuali kalau punya masalah psikologis berupa berkepribadian ganda.
@abdoorahman, akhirnya beda blog murni dan blog bisnis benar2 tipis, hampir gak ada beda, dua2nya saling dukung
so susah juga ya jadi blog idealis, tanpa ada kepentingan bisnis di dalamnya!
@Ahmad IM-bisnis, sama tipisnya dengan keinginan saya mengubah niatan hati. sekarang saya bilang no monetasi, bisa jadi besok sudah berubah mas. hehehe…
ini juga dipengaruhi faktor ekonomi lho. bagi seorang lajang seperti saya mungkin belum ada tuntutan macem-macem dari keluarga. tapi bagi seorang kepala keluarga dituntut mampu terus produktif.
Kabar2 mas, kalau juragan batabig cuci gudang. .hehe
@Udin Hamd | Blogger 2 Inchi, mau borong juga ya? emang belum selesai renovasi rumahnya?
Saya setuju dengan pendapat anda. Tidak ada yang lebih baik dan menyenangkan selain manjadi diri sendiri.
@ardianzzz, akur dah…
Hahaha .. benar sekali mas Agus. Kalau kita merasa ingin berbagi ya sekali-kali membahas tentang hal pribadi juga gak apa-apa, yang mungkin bisa jadi malah membuat kita lebih dekat dengan rekan blogger semua.
@Agung Prasetyo, membagikan pengalaman pribadi ke sebuah blog bisa lebih berguna daripada dipendam saja. sekalian curhat kali ya. hehehe…
tapi bisa nyambung dan mengena gitu ya artikelnya, emang beda klo udah terlatih..hee saya blum bisa..
klo menurut saya gpp mas di ungkapin, kali aja nanti ada yang ajak bisnis…heeee kan siapa tau cucok …..
@Muhammad Arifin, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. hehehe…
