Oleh: Rudy Azhar
Jika kamu ingin sukses dalam hidup kamu, maka beralihlah menjadi seorang Marketing yang handal, karena dengan profesi sebagai Marketing kesuksesan akan lebih cepat kamu raih

Anda sependapat dengan kutipan diatas? Sayapun mulanya tidak percaya, masak sih hanya menjadi seorang Marketing saya bisa lebih cepat sukses?
Sedikit flashback :
Saya dulunya adalah seorang Staff Accounting pada perusahaan Perkebunan terbesar di Sumatera Utara, saya sangat membenci bidang Marketing karena bukan itu bakat saya, yang saya tahu hanya itung-itungan saja. Hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk berhenti menjadi pegawai (capek disuruh-suruh terus).
Saya memulai bisnis kecil-kecilan untuk melanjutkan hidup saya, dan secara langsung saya berhadapan dengan bidang Marketing. Hingga pada akhirnya saya harus menguasai bidang Marketing, saya memutuskan untuk mengambil kuliah lagi di bidang tersebut.
Saya seorang Marketing dan saya bangga akan hal itu.
Ya, profesi marketing didalam perusahaan adalah profesi yang terbilang vital bagi Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi. Perusahaan sekelas The Coca-Cola Company aja masih membutuhkan tenaga Marketing, kalau dilihat omzetnya perhari aja udah berapa? Mereka berani membayar mahal bagi seorang Marketing yang handal. Penghasilan seorang Marketing bisa lebih tinggi dari seorang Direktur Utama (jika Anda Mampu).
Marketing for Your Self
Ini yang bisa membangkitkan bisnis Anda berkali-kali lipat jika Anda punya ilmunya. Saya bisa jamin Anda bisa menjadi Raja di Bisnis Anda sendiri. dengan catatan :
- Anda punya motivasi yang kuat
- Pribadi anda adalah pribadi yang berharga. Anggota badan anda tidak bisa dinilai dengan uang sebesar apapun, hargai tubuh anda dengan layak, buat tubuh anda memiliki nilai plus dimata orang lain dan otomatis orang akan menghargai anda.
- Konsisten
- Pantang Menyerah dan
- Jalani dengan santai, bukan dijadikan beban.
Dengan beberapa catatan diatas anda bisa lihat proses kerja anda dalam kurun waktu paling lama lima tahun, saya bisa menjamin anda bakal menjadi orang yang anda impi-impikan.
Marketing adalah Raja
Apapun yang anda tawarkan baik barang ataupun jasa tapi kalau menurut anda produk tersebut tidak layak, maka anda tidak akan memasarkannya bukan? Anda adalah penentu pasar bukan Konsumen, itu jika anda membangun usaha sendiri maka anda akan memilih produk yang berkualitas. Konsumen hanyalah pengguna, mereka tidak paham produk kalau tidak seorang Marketing yang menjelaskan keunggulan dan kelemahan produk tersebut.
So, jangan terlalu terorientasi kepada keuntungan semata, tapi kualitas yang Anda tawarkan, jika pengguna yakin akan kualitas produk tersebut maka harga bukan faktor penentu.
Kesimpulan
Jangan Anda minder dengan profesi Marketing, orang sehebat Bill Gates aja memulai usaha dengan menjadi seorang Marketing. Marketing tidak bisa dipisahkan dalam hukum jual beli, karena dengan ketangguhan seorang Marketing produk tersebut bisa laku dipasaran.
Anda boleh tidak setuju dengan pendapat saya, atau ada yang kurang anda senangi dengan artikel ini? Anda bisa berdiskusi dikolom komentar dibawah ini.
Tentang Penulis
Rudy Azhar, tinggal di Jl. SM. Raja Bajak V Perumahan Vila Mutiara Blok J No.1 Medan, Sumatera Utara. Tamatan STIE Harapan Medan bidang Study Akuntansi dan UNIVA Medan bidang Study Managemen. Saat ini menekuni marketing offline dan online di bidang usaha Nutrisi untuk Kesehatan di Herbalife dan seorang Unit Manager pada Prudential Life Assurance.
Related posts:
- Blogging Adalah Pilihan, Kalau Tidak Cocok Silakan Ditinggalkan
- Setiap Blogger Adalah Artis
- Blogger Adalah Segalanya, Karena Itu Berbanggalah Menjadi Seorang Blogger
- Haris Sumadiria: Menulis Adalah Simbol Peradaban
- Blogging Adalah Seni Mempermainkan Pikiran Pembaca
- Asyiknya Menulis Dengan Blogging…
- Berpacu Dalam Blogging
- Tua Bukan Jaminan


Wah,. ilmunya tinggi banget.. Tapi ilmu ini mungkin baru bisa diterapkan setelah satrya minimal sudah punya modal untuk usaha, lagian satrya jg termasuk orng yg tidak suka bekerja pada pada orang,. ingin membuka usaha sendiri dan beljar marketing tapi sementara ini belum ada modalnya
Btw artikel yang sangat bermanfaat sekali mas Rudy . Thanks
@satrya, gak pake pertamaxxx, jadi PREMIUM aja
@satrya, klo belum punya modal cari dong yg bisa tanpa modal. Anda kan sudah bisa online, kenapa tidak mencoba bisnis afiliasi. Toh tidak perlu harus membeli produknya lebih dulu.
@satrya, Modal yang paling utama kita butuhkan adalah Tekad yang Kuat & siap menggapai impian. Modal bisa cari dimana saja kok…..
Kalau ingin mencoba dulu bisnis tanpa modal banyak juga kok, selain yang dikatakan Mas Arief diatas referensi tulisan yang Mas Lutvi buat tentang Bisnis Sampingan bisa menjadi rujukan….
@Rudy Azhar dan @Arief maulana : mas memang bisa sih cari bisnis yg tanpa modal,. tapi karena satrya lebih fokus dalam dunia development web, jadi mksudnya buat modal buka usaha itu,. bukan bisnis yg lain. Nanti setelah satrya punya 1 bisnis development web barulah satrya akan mencoba bisnis2 online yg lainnya
@satrya, Satrya bisa baca ulang reply Komentar saya diatas pada alenia pertama… Sekarang yang menjadi pertanyaan Satrya udah siap memulai bisnis atau masih ragu-ragu?
banyak mereka yang ingin memulai sesuatu usaha terlalu banyak pertimbangan ini itu sehingga usaha yang akan dibangunnya menjadi tertunda, apa Satrya ingin seperti itu?
@Rudy Azhar, Yah gk mau juga donk mas
Mau sih mulai skr,. tapi ttep buat beli hosting untuk site jasa web satrya mesti ada modal dulu kan

@satrya, ini juga tugas marketing, seberapa mampu mas Satrya “menjual” prospek bisnisnya shg investor bersedia “membeli”nya.
@Suarakelana, iya juga sih,. berarti dikit2 mesti beljar IM juga
[...] This post was mentioned on Twitter by Agus Siswoyo, Agus Siswoyo. Agus Siswoyo said: Marketing adalah Raja: Oleh: Rudy Azhar Jika kamu ingin sukses dalam hidup kamu, maka beralihlah menjadi s… http://bit.ly/9Kh12M [...]
Mantab ‘n stuju banget sama kontennya mas rudy, saya juga tanpa sadar sedikit-demi sedikit beralih ke dunia marketing, tepatnya Internet Marketing… Sukses buat mas Rudy dan pengunjung blog AS
…
Lha pada dasarnya semua orang kan marketing. Pegawai aja dulunya marketing kan? memasarkan dirinya sendiri agar bisa diterima kerja. Jadi, ngapain jg malu jadi marketing
@Lutvi Avandi, bener mas Lutvi. Dan saya pun senang dengan dunia marketing sejak dulu. Kadang klo ditanya teman jg jawabnya… sales online. Hahahaha
@arief maulana, nyeles online lebih mengena sama kosumennya, karena konsumen yang membutuhkan akan mencarinya sendiri di dunia online #pendapatnewbie
@Lutvi Avandi, apakah ini namanya tehnik menjual diri? saya pernah baca postingan tentang ini di blognya Mas Zam…
saya harus pelajari dulu nih catatan yang mas rudy tulis di atas.. soalnya sekarang saya sedang jadi seller dan marketer lapak di kaskus hehehehe…
hem…Quality not Quantity Dung Mas Rudy…, Itu yang Menjadi kesuksesan Nabi Muhammad SAW. btw Thanks
@Alhjr Adwitiya, Yups… that’s correct, quality
Pas nih dengan kondisi saya, soalnya saya sekarang lagi berusaha jadi marketing untuk produk saya sendiri,,,,
Terima kasih postigannya,,,
@ago, produk apa nich Mas, jasa ketik online? bagus juga tuh….
semua yang ada di dalam suatu bisnis atau perusahaan itu mareketing kan mas?? di dunia blog juga….
@Abdul Hakim, divinisi Marketing sebenarnya apa? Menjual barang & Jasa-kan. kalau barang, dalam bentuk apa barang tersebut & kalau Jasa kira-kira apa yang dapat mereka tawarkan…
Sekarang kalau tenaga pembukuan, administrasi apa bisa dibilang Marketing???
@Rudy Azhar, bukannya setiap karyawan yang di tanya anda kerja di mana, pasti dia menyebutkan tempat dia kerja, dan sudah pasti nama perusahaan itu jadi terkenal
@Abdul Hakim, terus apa dia dapat uang/penghargaan dari tempat dia bekerja dulu karena mempromosikan perusahaan tersebut?
Tehnik seperti itu tidak tepat untuk dapat dikatakan seperti promosi karena bisa saja dia dipecat, atau mengundurkan diri karena pendapatan yang tidak sesuai…
Like this..
Dalam dunia Industri, baik barang ataupun jasa , saya kurang setuju dengan istilah “marketing adalah raja”. Kita tidak dapat mengkotak-kotakkan masalah begitu saja. Semua aktifitas harus terintegrasi dengan baik. Secara sederhana, marketing tidak dapat bekerja tanpa produksi, seperti halnya produsen tidak akan ada tanpa konsumen begitu pula sebaliknya.
Alasannya sederhana, industri adalah sebuah ranah sistem yang kompleks, terlebih bagi sistem industri modern. Segala sesuatunya harus diselesaikan dengan pendekatan yang sistematis. Contoh kasus adalah rokok Djarum super yang pernah mengalami “overmarketing” dimana pihak perusahaan tidak memiliki stok bahan baku untuk produksi. Akibatnya terjadi semacam “krisis” pasar yang menjadi peluang bagi pesaing-pesaing usaha untuk merebut kekosongan pasar tersebut.
Kitapun bisa menghubung-hubungkannya dengan masalah dalam dunia blogging. Mungkin kita memiliki konten yang bagus dan promosi yang gencar — SEO misalnya — sehingga blog kita laris manis dan selalu banjir trafik. Tanpa persiapan yang bagus hal tersebut bisa memicu “bencana”, misalnya kehabisan bandwith, server terlalu berat dan semacamnya.
@ardianzzz, I liked this Comment…
Pendapat Anda tidak salah, memang semua saling berhubungan & berketegantungan.
Istilah “Marketing adalah Raja” adalah sebagai pesemangat bagi mereka yang udah terjun kedunia marketing & memberi tahu mereka yang mengecilkan bidang pekerjaan itu. Bahwa tanpa adanya marketing Perusahaan sebesar apapun tidak akan jalan sebagaimana yang diharapkan.
Alasan alasan seperti itu memang harus diantisipasi terlebih dahulu sebelum memulai Bisnis.
thanks for your uppreciated
Mungkin bukan sekedar raja aja ya mas, tapi Rajanya raja. Tidak semua orang mahir dalam profesi ini. Bahkan seorang direktur pun terkadang belum tentu mahir dalam profesi ini. Dan yang paling penting, tidak ada satu bisnis pun yang tidak disertai dengan marketing. Yang membedakan hanya bentuk marketingnya saja

@agustantyono, tidak perlu mahir untuk menjadi seorang marketing, yang penting niat yang sungguh-sungguh & kerja keras tentunya.
Saya aja terjun kedunia marketing dengan modal NOL besar dalam penerapannya.
yang raja itu pembeli…
dy yang harus kita layani….
ini ilmu yang tersulit menurut saya mas Rudy.
prinsip dasarnya, marketing adalah sebuah aksi untuk merubah barang memiliki nilai jual yang bagus, diterima dan berdaya guna. semua itu diupayakan dapat di “bungkus” dalam satu gerakan aksi yang kompak.
yg jelas, untuk ilmu ini saya perlu banyak belajar..
@FM, itu juga yang saya pikir sebelumnya Mas… Marketing itu sulit! apalagi untuk menjadi seorang Agen Asuransi seperti saya yang nota bene hanya menawarkan jasa.
Tapi semua butuh proses, selama proses itu kita jalankan dengan benar & sungguh-sungguh semua bisa berjalan dengan baik….
makin menambah wawasan tentang marketing nih tulisan
sukses mas
marketing yg disampaikan mas Rudy ini beranjak dari sudut pandang seorang pemasar langsung (penjual). Ini memang bagian sangat penting dalam kesuksesan suatu produk (barang/jasa). Makanya ada orang yg bilang bahwa seseorang belum layak berbisnis sebelum punya kemampuan menjual.
Pengertian marketing yg lebih luas memiliki pandangan bahwa marketing ya bisnis itu sendiri. Ruang lingkupnya mungkin bisa dilihat salah satunya pada “9 elemen marketing” dari Hermawan Kartajaya.
sebagus apapun produk, kalau nggak di promosiin dan dijual ya gimana mau laku?
Marketing buat saya berat buanget Mas, kalo harus menawarkan suatu produk, wah beban mental
Pernah sekali ikut jadi sales di danamon bank, mati nggak jalan-jalan
@Erdien, kalau dibuat berat emang berat Mas, saya pertamanya juga begitu kok. Tapi kalau ada penjualan pertama kita biar hasilnya sedikit tapi kepuasannya luar biasa…he..he..h.e..
sekian lama bergelut di dunia marketing, makin terasa bahwa marketing itu memang “the never ending game” dimana hanya mereka yang punya mental kuat dan flexibel yang akan bertahan terus.
saking flexibelnya, banyak orang mengatakan tentang marketing :
marketing is art, marketing is war, marketing is everybody business, marketing is a king, marketing is communication de el el.
saya sih lebih setuju marketing is everybody business, apapun profesinya
@aas maesyanurdin, Marketing is Never Ending Night Mare for some people was not like this position.
Jujur saja, pada awalnya saya juga kurang respek terhadap bidang marketing. Seolah antipati terhadap segala hal yang berhubungan dengan jualan. Tapi seiring berjalannya waktu, setiap hari saya makin intens berhubungan dengan pekerjaan marketing.
Di tempat saya kerja, saya terbiasa ‘menjual’ sistem franchise atau waralaba kepada setiap prospek yang tiap hari mondar-mandir tanya ini itu bisnis waralaba makanan cepat saji. Dari sini saya mulai merasakan asyiknya tantangan sukses di bidang marketing.
Nah, saat ketemu dunia blogging, motivasi itu makin besar lagi. Meski saya tidak terang-terangan jualan produk, tapi konsep jangka panjangnya pasti nggak jauh beda dengan kawan-kawan super affiliate lainnya. Saya masih dan terus tertantang menekuni bidang marketing.
Makasih sharing mas Rudy kali ini. Setidaknya telah banyak membantu saya dalam menata ulang konsep berpikir yang lebih baik dalam bertarung memenangkan hati pengunjung blog. Sukses selalu…!
@Agus Siswoyo, pekerjaan sebagai Marketing itu memang paling menantang (selain pembalap tentunya) & banyak seninya “The Art of Marketing”. Kadang kita disibukkan dengan runitas itu itu saja dikantor mulai pagi sampai menjelang malam, hidup ini seperti tidak ada tantangan yang berarti. Lain dengan Marketing, kegigihan kita yang diutamakan.
yap, saya melihat mas Rudy telah menemukan dunia yang mampu memberi passion dan spirit dalam setiap langkah. yaitu marketing. sukses selalu mas.
Saya sekadar mau menambahkan sedikit.
Self marketing secara teknisnya bisa juga dibagi dua, marketing aktif dan marketing pasif. Aktif artinya mengangkat skill kita secara terang-terangan. Cara ini bisa memuakkan jika terlalu berlebihan.
Dalam dunia saya, desain, biasanya desainer tidak terlalu nyaman dengan marketing secara aktif. Mereka biasanya cara pasif. Misalnya dengan membagi resource gratis di situs-situs semacam deviantart atau brusheezy. Lewat cara ini dia akan secara tidak langsung dipromosikan lewat resource yang diberikannya.
teriama kasih tambahannya mas. semoga tulisan saya nggak bikin jijik pembaca blog ini. hehehe…
[...] saya, terhadap sebuah tulisan di blognya AS yang di tulis Oleh Mas Rudy, waktu itu mengangkat tema Marketing. Dalam komentar saya mengatakan bahwa, ini adalah ilmu yang sulit buat saya mas [...]
Saat saya baca ulang, subtittle-nya agak rancu nih…
Saya seorang Marketing dan saya bangga akan hal itu.
Seharusnya…
Saya seorang Marketer dan saya bangga akan hal itu.
kalau disebut Marketer pengucapannya jadi tambah rancu Mas, bisa jadi terucap Masketer…he..he…hee…. artinya jadi beda jauh kan?