Tips Menarik Perhatian Pengunjung Blog Dalam 5 Menit

Rasa jenuh dan kelelahan adalah musuh utama selama membaca artikel blog. Para pembaca akan berusaha memahami isi tulisan Anda meskipun sebenarnya otak mereka sudah over capacity. Padahal kalau mau jujur, pembaca datang mengunjungi blog tidak dengan modal hampa. Sedikit banyak mereka sudah pernah mendengar informasi yang sedang Anda bahas.

Dan yang terjadi selanjutnya adalah persaingan antara informasi yang terpendam dalam pikiran mereka dan informasi yang Anda tawarkan melalui artikel terbaru. Siapa yang menang? Secara default kondisinya 50:50. Nah disinilah Anda dituntut pintar-pintar merebut perhatian mereka. Bagaimana caranya? Banyak. Diantaranya adalah berikut ini.

Memiliki Muatan Informasi yang Cukup.

Era informasi telah memanjakan pengguna internet untuk mengakses berbagai jenis informasi tanpa batas. Bahkan agenda negara yang paling rahasiapun bisa diketahui oleh publik. Skandal Wikileaks contohnya. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk jadi gaptek.

Google menyediakan hampir semua data yang kita butuhkan. Tantangannya adalah maukah Anda meluangkan waktu sejenak untuk melengkapi referensi penulisan sesuai bidang pilihan. Disini saya membenarkan kalimat kuno yang masih ampuh saya terapkan: rajin pangkal pandai.

Disajikan Dengan Cara yang Unik.

Artikel yang gagal menjadi best reader (istilah yang saya gunakan untuk menyebut artikel yang sukses mendapat sambutan pembaca) biasanya bukan karena tidak memiliki muatan informasi yang cukup. Tetapi bisa juga karena disebabkan penyajian yang kurang menarik.

Yang bikin sebel pembaca itu yang gimana? Misalnya: gaya bahasa yang terlalu kaku, ukuran font bikin mata cepat lelah, bertebaran iklan warna-warni, kombinasi warna themes yang buruk, ikut-ikutan trend penulisan yang sedang berkembang (baca: bahasa allay) dan sebagainya.

Sebaliknya, Anda bisa meng-explore keunikan diri Anda. Keunikan inilah yang membedakan blog satu dengan yang lainnya. Nggak perlu minder kalah bersaing dengan blogger senior. Rejeki itu sudah ada yang mengatur. Lagipula menjadi newbie ada untungnya kok, nggak khawatir kena komplain kalau salah tulis. Anda bisa dengan mudah mengklarifikasi kalau ada blunder yang terjadi.

Menyentuh Sisi Emosional Pembaca.

Mungkin ini terdengar agak lebay dan feminis, tapi orang akan menjadi lebih tertarik membaca tulisan yang topiknya mampu membangkitkan sisi emosi mereka. Misalnya setelah membaca tulisan Anda mereka bereaksi senang, benci, muak, sebel, kagum, takut melangkah, optimis dan lain-lain. Kalau perlu, buat mereka menjadi super ekspresif dengan melontarkan pernyataan yang bisa bikin heboh.

Dan berita baiknya, Anda nggak harus lulus casting reality show Termehek-Mehek supaya bisa membangkitkan emosi pembaca. Ini bisa dipelajari seiring dengan aktifitas interaksi dengan kawan-kawan di situs jejaring sosial, chatting, forum dan blogwalking.

To The Point Pada Pokok Pikiran.

Khusus yang satu ini saya belum bisa lakukan. Tapi sedang saya usahakan agar bisa. Menulis langsung pada pokok pikiran dan nggak banyak basa-basi seperti artikel yang sedang Anda baca ini. Pola ini memerlukan latihan yang tekun dan cocok diterapkan bagi Anda blogger dua alam yang nggak punya waktu banyak untuk online.

Sisi negatif model menulis seperti ini adalah meniadakan sentuhan-sentuhan personal dalam tulisan dan cenderung menjadi robot penulis otomatis. Mungkin hanya beberapa orang yang bisa menyelipkan sense of humor dalam artikel singkat.

Gimana, sudah siap menarik perhatian pembaca. Kalau lagi ngeblog jangan lupa dandan yang rapi, semprotkan minyak nyongnyong, kacamata keren dan pajang BB di atas meja. Siapa tahu bukan hanya pembaca yang berhasil didapat, tapi juga si Lela anak kepala desa. Dobel combo kan! Selamat Mencoba.

Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

Related posts:

40 Responses to Tips Menarik Perhatian Pengunjung Blog Dalam 5 Menit

  1. arief maulana says:

    keknya aku pertamax ini. Premium mo distop euy. Pertamax pertamax :) )

  2. tomi says:

    hihihi… saya ngeblog malah gak pernah dandan mas.. mandi jg jarang hehehe,,
    tp bener juga yg di bagian to the point.. saya lebih suka membaca postinga to the point daripada berbelit-belit.
    kecuali curhat :D

  3. marsudiyanto says:

    Penyajian…
    Itulah salah satu kunci pentingnya, tanpa mengecilkan faktor yang lain.
    Topik bisa sama, tapi penyajiannya bisa dibikin beda…
    Makasih sharingnya
    Salam!

    • Agus Siswoyo says:

      benar Pak. beda penulis, beda penyajian tentunya. inilah keunikan dunia blogging. pembaca dihibur dengan aneka perbedaan yang membangun wacana berpikir lebih luas.

  4. andi sakab says:

    hal yang menusuk pikiran saya ada di kalimat ini:

    “Sisi negatif model menulis seperti ini adalah meniadakan sentuhan-sentuhan personal dalam tulisan dan cenderung menjadi robot penulis otomatis. Mungkin hanya beberapa orang yang bisa menyelipkan sense of humor dalam artikel singkat.”

  5. bobby says:

    Agagagagag… ngapain dandan, mas… tiada yang melihat selain Tuhan. :D
    kalau sempet mampir ya, mas.. mungkin bersedia koreksi newbie..hehhe

    • Agus Siswoyo says:

      jangan salah sangka, kali aja mas Bobby ngeblog sambil ditemani mbak Kunti. ada penampakan di pojok kamar tuh. hehehe,

  6. pututik says:

    sudah saya baca mas tulisannya hehehehehe, kalau saya menulis mengalir saja apa adanya, membuat tema yang unik dari diri sendiri. ada banyak tulisan berkarakter dari para dewi blog indonesia patut di tiru lho mas.

  7. fuksin says:

    Bagus dek Agus… ^.^

  8. romi says:

    salam kenal mas,
    newbie baru terbang dari landasan

  9. To the poin pada pokok pikiran…ini yang saya yakini sebagai prinsip Blog saya mas..memang saya juga sering menyelipak pengalaman-penglaman pribadi sebagai “jemabatan” menuju pembahasan utama nya. hal itu sah sah saja khan mas….mohon sarannya guru….

  10. iskandaria says:

    Anda nggak harus lulus casting reality show Termehek-Mehek supaya bisa membangkitkan emosi pembaca.

    Wah, itu saya setuju banget mas :D (akhirnya nyadar kan kalo Termehek-Mehek itu cuma skenario/akting).

    Empat poin di atas saya juga setuju banget. Namun terkadang saya merasa perlu lebih detail dan lebih mendalam ketika menuliskan opini saya. Konsekuensinya tulisan saya jadi lebih panjang lebar sih. Tapi yang penting pembaca bisa lebih mudah memahami gagasan-gagasan saya. Peluang untuk salah tafsir jadi lebih kecil.

    Ini lebih baik daripada kita cuma menyajikan gagasan secara umum, namun berpeluang menimbulkan salah penafsiran karena kesan menggantung atau ambigu.

    • Fadel says:

      Cocok bagat tu untuk di posting di I-OM ^_^ :P

    • Agus Siswoyo says:

      iya nih, saya baru percaya reality show itu udah nggak asli. lha wong saya sendiri yang jadi presenter acara tersebut. hahaha…

      salah tafsir bisa terjadi karena ketidakmampuan penulis memilih kata-kata yang sesuai dengan daya nalar pembaca. semakin sederhana kosakata yang digunakan, semakin mudah dipahami.

  11. Asop says:

    Siap, saya udah siap menarik perhatian narablog sekalian. :D :D

  12. ismail says:

    Masalahnya, kepala desa saya g punya anak cewek mas… he..he…
    Saya biasanya “Maksa” pengunjung untuk baca postingan saya dengan cara gebukin dulu tuh.. kalo udah bonyok baru paksa buat baca..gimana klo begono?
    gebukinnya tentu dengan kata2 donk.. he,,,he,,,

    • Agus Siswoyo says:

      kalau nggak ada si Lela ya si Leli aja mas. hahaha…

      waduh, maksanya kayak model Ryan penjagal dari Jombang nih. gaswat!

  13. mas-tony says:

    lha wong ke tempat kerja aja dandan ala kadarnya padahal ketemu orang-orang, lha ini timbang ketemu keboard perlu dandan ya mas!
    Tapi Tipsnya bagus juga tuh!

  14. ghe says:

    siap ga siap harus siaplah…
    kan sudah bersedia terjun ke dalam dunia penulisan :D
    uia mas, mungkin saya ga bisa menulis tentang de ja vu namun saya menemukan tulisan yang sangat bagus tentang dejavu http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/01/fenomena-deja-vu-yang-misterius.html
    saya biasa nongkrongin tuh blog karena dia mengulas berbagai hal dari pandangan yang berbeda dan tingkat analisisi yang menurut saya wah

    • Agus Siswoyo says:

      thanks ya. jadi ngerepotin Ghesi nih. hehehe.

      • ghe says:

        ya elah mas agus sok”an….
        cuma bantu nyari kok di bilang direpotin tidak lah mas…. :D
        uia kalo saya punya teori tersendiri tentang deja vu….
        kalo menurut saya dejavu itu merupakan kebocoran informasi di otak. hal ini berdasarkan dari apa yang sudah di tentukan oleh Allah terhadap kehidupan kita nah tanpa sengaja memori yang sudah disiapkan atau takdir memori yang telah ada keluar tanpa disengaja dan jadi seolah” kita berpikir kok kayanya pernah yah. jadi secara garis besar menurut saya segala hal dalam hidup kita kedepanya sudah tersimpan dalam otak kita :D

  15. Darin says:

    Saya lebih cenderung pada poin 2 dan 3. Karena dari situ nanti lambat laun berkembang menjadi sesuatu yg khas dari blogger itu sendiri, seperti saya menikmati kekhasan blog ini :)

  16. abd.ghofar says:

    benar tu… gaya bahasa tu.. yangenak dimengerti saya paling sebel tu.. kalau membaca keterangannya berputa-putar… kayak orang muteri alon-alon… he..he..he.. lam kenal ya..mas…..

  17. abd.ghofar says:

    pertama lihat judulnya terkesan ada permohonan untuk membaca (melasasi) makanya saya tertarik tuk membacanya, setelah dibaca…ya,… infonya bagus lho…
    menambah pengetahuan ku…. judulnya emang unik… he..he..he….

    • Agus Siswoyo says:

      wah, ada yang tertipu judul artikel saya nih. ini pakai plugin All in One SEO Pack. jadi kita bisa bikin judul segaul mungkin tapi terindeks oleh Google sebagai artikel serius. belum pernah coba ya?

  18. oh ini toh blog na mas agus..baru baca, ternyata orang na suka ngelawak juga ya..baru tahu ana..
    masa di suruh dandan dulu, emank mau ketemu cew mas ?hehehe
    maksih tas info na..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge