Kita Semua Tercipta Untuk Bisa Terbang

Yes, we are all made to fly. Kalimat inspiratif ini saya dapat dari salah satu milis Yahoogroups tentang komunitas pengembangan diri yang berbasis di negara India. Diceritaken… ada seorang raja yang menerima hadiah dari Arab berupa dua ekor burung elang yang terlihat luar biasa. Burung elang dari luar negeri, wah mereka berpikir bahwa inilah burung paling indah yang pernah ada. Sang Raja memberikan burung berharga tersebut kepada pawang elang untuk dilatih.

Berbulan-bulan kemudian pawang elang tersebut memberitahu Sang Raja bahwa salah satu elang bisa terbang dengan anggun, melonjak tinggi di langit dengan gesit. Sementara burung satunya lagi belum beranjak dari cabang sejak hari pertama tiba. Sang Raja tidak tinggal diam dan memanggil para penyembuh dan ahli-ahli sihir dari seluruh penjuru tanah Hindustan untuk merawat elang itu, tapi tidak ada yang bisa membuat burung tersebut terbang.

Dia mengalihkan tugas ini kepada hulubalang kerajaan, tetapi pada hari berikutnya, raja melihat melalui jendela istana bahwa burung itu masih belum beranjak dari tempatnya bertengger. Setelah mencoba berbagai kemungkinan yang ada, akhirnya Sang Raja berpikir, “Mungkin aku membutuhkan orang yang lebih paham perilaku elang dan bisa menyatu dengan alam untuk memahami masalah kali ini.”Kemudian dia berseru kepada para hulubalang, “Pergilah dan carilah seorang petani yang mengerti hal ini.”

kita-semua-tercipta-untuk-bisa-terbang

Keesokan harinya, Sang Raja senang melihat elang tersebut bisa terbang menjulang tinggi di atas kebun istana. Dia berkata kepada hulubalang, “Bawa ke hadapanku siapa yang mampu menciptakan keajaiban ini.” Hulubalang istana bergerak cepat dan membawa petani datang dan berdiri di hadapan Sang Raja. Raja bertanya kepadanya, “Bagaimana Anda membuat elang ini bisa terbang?”

Dengan kepala tertunduk, petani berkata kepada raja, “Itu sangat mudah, Yang Mulia. Saya hanya memotong cabang di mana burung itu suka duduk bertengger…”

Sudah paham maksud cerita di atas?

Kita semua tercipta memiliki kemampuan terbang, untuk menyadari potensi luar biasa kita sebagai manusia. Tapi yang sering terjadi malah sebaliknya. Bukannya belajar terbang, kita malah lebih suka duduk di cabang yang nyaman sambil berpegangan pada hal-hal yang asing bagi kita. Tempat duduk yang nyaman pasti ada waktunya akan kita lepas. Tidak ada yang menjamin kita masih bisa duduk di kursi empuk yang sama setahun ke depan, sebulan lagi, seminggu lagi, bahkan… besok pagi.

Mari kita belajar untuk menghancurkan cabang ketakutan tempat kita melekat dan membebaskan diri kita untuk kemuliaan sebuah penerbangan alam. Semakin awal kita mulai melangkah, semakin ringan langkah kita selanjutnya. Enjoy blogging, enjoy writing!

Related posts:

53 Responses to Kita Semua Tercipta Untuk Bisa Terbang

  1. kamaropini says:

    seperti comfort zone ya, jika kita terlalu banyak menikmati hidup tanpa tantangan, makan intelektual dari sisi emosi dan otak akan tumpul semakin bertambahnya umur. jadi lebih baik mencari tantangan baru dalam hidup.

  2. ismail says:

    Saya sudah siap menghancurkan cabang kemalasan mas agus, karena saya sedang mencari jati diri sebagai blogger dan marketer bisnis.

  3. Rudy Azhar says:

    Selanjutnya, apa yang terjadi dengan petani tersebut ?

  4. jhoni says:

    wah sangat inspiratif nih!!!! tapi kadang kita memnag sangat sulit melepaskan zona “kenyamanan kita” saat itu hehehehehehe!!!!

  5. Jasa Penulis Content says:

    nice post mas

    zona nyaman hanya membuat kita lebih banyak tertidur dri pada beraksi… :)

    Salam kenal

  6. pada bulan januari kemaren saya sudah bebas lepas. tapi belum mampu terbang tinggi

  7. masyhury says:

    Wah.. ternyata cukup dengan memotong kayu tempat burung bertengger..!!
    Mungkin ini yg selama ini menghambat kita untuk maju, karena merasa nyaman dengan kondisi yang ada.. :D
    Nice post :D

  8. luthfie fadhillah says:

    :D ~ kirain mau ajarin Ane terbang ^____^

  9. adetruna says:

    artikel kontemplatif…saya mesti memejamkan mata, membayangkan elang, petani, dan sawah :D *terima kasih telah berbagi :)

  10. joko santoso says:

    enak memang duduk bertengger di kursi sambil minum kopi… malas terbang….

  11. Kaget says:

    Smua orang punya pobia, tapi intinya semakin dekat kita dengan ketakutan itu maka semakin kuat keyakinan untuk bisa! :)

  12. hosnan fauzi says:

    sudah lama tidak bertengger di cabang pohon yang nyaman itu…
    kandang 2 pengen juga bertengger di cabang pohon yang nyaman itu….
    asal jangan lama2 heheheh

  13. Erdien says:

    Hemm… sebuah kisah yang memotivasi banget untuk tidak hanya terdiam pada keadaan sekarang. Memang segala kemungkinan itu bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Kita tentunya harus mengupayakan hal terbaik yang kita bisa dan menjadi harapan :)

    Si Petani Jadi Pejabat Kerajaan keknya tuh :D

  14. Irawan says:

    kisah yang membangkitkan semangat (semoga tidak hanya semangat yang bangkit tapi juga disertai dengan tindakan), kalau sudah menemukan kursi empuk, ruangan dingin, dan camilan lezat memang susah untuk berdiri…

  15. Ramy says:

    wow.. satu lagi cerita motivasi saya dapatkan, semoga bisa menerapkan hikmahnya

  16. harus tegas. jangan tegaan.

  17. Jeprie says:

    Saya jadi ingat ceritanya Collis, pemilik Envato. Dia bilang kita harus keluar dari zona aman agar termovitasi untuk belajar hal baru namun jangan terlalu jauh hingga meningkatkan level stress.

  18. Jamal says:

    Wah…saya tidak punya sayap mas, jadi tidak bisa terbang. Hehehehe…

  19. iam says:

    Saya sedang berusaha memotong cabangnya. Biar bisa terbang lebih tinggi dari elang itu :)

  20. m-amin says:

    Terbang membutuhkan tenaga ekstra, makanya banyak yang tidak menyukai terbang. Salam kenal mas Agus…

    • Agus Siswoyo says:

      salam kenal juga mas Amin. :)

      saya ibaratkan setiap manusia terlahir dengan potensi menjadi sukses. sayangnya tidak semuanya menyadari hal tersebut. hanya mereka yang berani ambil resiko yang bisa menggali permata dalam dirinya.

  21. Octa Dwinanda says:

    jadi ingat mimpi saya….. mimpi yang selalu berulang dari sejak SMP sampai kuliah, dengan detil kejadian yang sama. Mimpi bisa terbang keliling perumahan… hhmmm, artinya apa ya ??
    ——————
    lagi siap-siap terbang nih mas. tapi butuh orang seperti si petani itu untuk memotong cabang pohon yang sedang saya duduki sekarang ini mas :)

  22. bundapreneur.net says:

    dare to leave your comfort zone…dare to leave your cozy corner…..dare to leave your humble bed :) ….hihihihi…benar ga ini komen yah

  23. Abu Furqan says:

    Terjebak di zona nyaman… sepertinya ini penyakit kebanyakan manusia. Merasa bahwa posisi dan kedudukan sekarang sudah mapan, akhirnya tak pernah berpikir untuk mengembangkan diri dan terus belajar. Ketika tua baru mereka sadar, mereka telah ketinggalan jauh…

  24. Salah satu cerita tentang burung elang agar tetap survive di alam bebas adalah suka mencabuti bulunya yang sudah tua dan lebat. Padahal itu memerlukan pengorbanan dan rasa sakit yang luar biasa. Ini juga bisa menginspirasi kita sebagai manusia, bahwa pengorbanan dan kegagalan adalah hal yang alami menuju kesuksesan.

  25. Amri says:

    Inspiratif mas agus..sesuai dengan cerita diatas ada pepatah mengatakan “keluarlah dari zona nyamanmu”…
    berbagi kisah buat memotivasi diri
    semangat

  26. Eugenio Venskoske says:

    Wow, wonderful blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your web site is fantastic, let alone the content!

  27. Luis Ortolf says:

    I think this is one of the most important info for me. And i am glad reading your article. But should remark on some general things, The site style is wonderful, the articles is really great : D. Good job, cheers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge