Monthly Archives: March 2011

3 Jurus Berpikir Kreatif Dari Creathinx

Menggali ide itu gampang-gampang susah. Seringkali kita sudah jungkir balik menyusun kata-kata tapi nggak dapat hasil yang menyenangkan. Sebaliknya, seringkali ide datang di tempat-tempat yang nggak pernah terpikirkan sebelumnya, misalnya di kamar mandi. Eh, kalau yang ini sepertinya dialami oleh sebagian besar orang. Waktu di kamar mandi pikiran bisa rileks dan tanpa beban. Sehingga ide-ide segar bermunculan secara bebas.

Namun apakah Anda harus mengandalkan kamar mandi supaya punya ide segar? Memangnya Anda mau camping di kamar mandi. Hehehe.Yang pertama dilakukan adalah siapkan diri untuk menjadi kreatif, baik secara fisik maupun pikiran. Secara fisik Anda harus sehat supaya kuat ngetik di depan laptop berjam-jam. Secara mental Anda seharusnya merasa bergembira menyambut datangnya ide, bukannya lagi terpaksa seperti orang dipaksa bayar cicilan kredit motor. Continue reading

Creative Business Ideas: The Key to Success

Kemarin saya berkesempatan menghadiri salah satu seminar yang diadakan oleh IBMT International University dengan judul Creative Business Ideas: The Key to Success, Learn How to Generate Ideas Without Thinking. Acara diadakan di Gallery Hall AJBS Surabaya dengan menghadirkan sejumlah pembicara, diantaranya adalah Mr. Hengki Setiawan, Mr. Perry, Raymon Njoto Rahardjo dan Henry Nugroho. Sejak awal saya sudah antusias menyambut acara ini. Dan memang seperti itulah acaranya, menarik dan mengilhami sejumlah pemikiran baru.

Kali ini saya tulis pengantarnya dulu. Untuk detail tips dan trik menggali ide kreatif akan saya bahas dalam artikel selanjutnya. Sebelumnya kita pahami dulu apa itu arti kreatif. Secara sederhana, kreatif adalah kemampuan menghasilkan sesuatu. Bisa berupa ide, barang atau jasa. Lalu kenapa kita harus menjadi kreatif? Jawabnya karena semua hal saat ini telah menjadi komoditas, bisa dipakai untuk jualan. Continue reading

Sejauh Mana Kebebasan Blogger Dalam Menulis Artikel?

Dalam menulis artikel di blog ini saya cenderung hati-hati mengeluarkan pernyataan. Meski berlabel blog pribadi namun sebenarnya nggak pribadi pribadi amat isinya. Saya sedikit sekali menuliskan artikel curcol di sini. Kebanyakan justru artikel tentang hal-hal umum yang dialami pengguna internet saat ini. Entahlah, saya kok nggak pede kalau nulis apa adanya berdasarkan seratus persen yang ada di pikiran saya.

Loh, blogger kan berhak nulis apa saja? Kok pakai dibatasi segala, ini kan bukan jaman ORBA lagi? Iya memang, benar blogger itu bebas menulis. Tapi sejauh mana kebebasan itu boleh dituangkan ke dalam ranah public. Kan setiap orang punya hak bersuara dan mengeluarkan pendapat? UUD 1945 aja sudah jelas menjamin hal ini, kenapa pakai takut segala? Continue reading