Kesehatan Emosional Dalam Blogging, Menggalau Itu Boleh Banget

Kesehatan emosional adalah sesuatu yang penting bagi seorang blogger. Nggak lucu dong kalau ada cerita orang stress karena asyik ngeblog. Perkembangan hal itu ditandai dengan kemampuan untuk mengendalikan emosi dan menyalurkannya secara sehat dan bertanggungjawab. Era informasi ditandai dengan setiap hari kita dijejali aneka berita. Dan sangat wajar kalau kita menyikapinya dengan pro dan kontra. Sepanjang kita bisa mengakomodir input yang diterima, saya yakin nggak akan bikin stress apalagi sampai masuk RSJ.

Kemampuan untuk mengelola emosi juga amat terkait dengan cakrawala mental yang kita punyai. Karena itu bila kita giat membaca buku, jurnal, forum diskusi, newsletter yahoogroups  yang dapat memperluas cakrawala mental kita, biasanya kita juga semakin mudah mengelola emosi kita. Kita pun akan maklum dengan perbedaan-perbedaan yang ada. Beda kepala sudah pasti beda isinya. Continue reading Kesehatan Emosional Dalam Blogging, Menggalau Itu Boleh Banget

Wajahmu Mengalirkan Ide Bagiku

Artikel tentang tips menggali ide ternyata masih banyak yang mencari. Iseng-iseng saya buka Google untuk memantau jumlah pesaing web yang menulis kiat menggali ide menulis. Lumayan banyak, dan pencarinya juga banyak. Keadaan ini tidak mengherankan. Karena saat ini kemampuan antar blogger hampir sama. Antara pemula dan yang sudah tahunan nggak jauh beda. Pakai panduan yang sama, hosting yang sama, mentor yang sama dan tahap-tahap yang sama pula tentunya.

Disinilah artikel-artikel menggali ide laris manis diburu. Padahal yang cari paling-paling orang yang sama. Kalau nggak tukang spinner ya blogger yang lagi kejar setoran menulis artikel. Hehehe. Ini masalah klasik dan dihadapi sejuta umat. Sebagai pemanasan bagaimana mencari ide menulis, berikut ini saya cuplik petikan wawancara Perspektif Baru.Com dengan Helvy Tiana Rosa, salah satu sastrawan produktif novel di tanah air. Continue reading Wajahmu Mengalirkan Ide Bagiku

Menghindari Memberi Nasehat Instan

Ketika kita mendengar ada orang yang menghadapi hambatan menggali kemampuan, biasanya kita langsung memberi saran. Kita bahkan tidak memikirkan efeknya. Yah, mungkin saja kita berpengalaman dan tahu bagaimana jalannya segala sesuatu. Jadi ketika kita melihat masalah, kita langsung menyingsingkan lengan baju dan mulai membenahi ketidakberesan ini. Hal itu merupakan respons otomatis. Begitu melihat ada masalah, bing, gerbang terbuka. Dan lidah kita bergerak lalu berkata-kata.

Ketika orang datang kepada Anda dan mengatakan bahwa mereka sudah kehabisan akal buat maju, bisa dipastikan Anda akan memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan. Bukankah mereka meminta Anda untuk memberi tahu apa yang harus mereka lakukan? Meskipun demikian, langsung terjun dan memberikan jawaban tidak selalu merupakan tindakan cerdas. Continue reading Menghindari Memberi Nasehat Instan