Monthly Archives: December 2011

Secercah Harapan Dibalik Semiliar Kecurigaan

Menjelang tutup tahun 2011 orang-orang pada umumnya membuat evaluasi diri dan  resolusi untuk satu tahun mendatang. Mereka bikin catatan apa saja yang sudah dicapai ditahun 2011 ini dan impian apa saja yang ingin dicapai tahun 2012. Apakah sudah cukup puas dengan kondisi saat ini, atau pengen lebih baik lagi, atau bahkan menyiapkan diri menghadapi rumor kiamat tanggal 12-12-2012 #halah. Membuat catatan akhir tahun sepertinya sudah menjadi rutinitas wajib orang-orang yang terobesesi ingin meraih sukses di masa depan.

Hal ini berlaku juga dalam dunia blogging. Orang-orang bilang blogging setahun terakhir ini lagi lesu. Banyak yang hengkang dari domain yang dikelolanya dan beralih ke jejaring sosial. Apapun kondisi teman-teman di luar sana, saya tetap yakin blogging memiliki penggemar tersendiri. Continue reading

Berlimpah Potensi Blogging Namun Kekurangan Energi

Hal apa yang menarik dari dunia blogging selama tahun 2011 ini? Meski sejumlah social media strategist menilai popularitas blog pribadi kian pudar karena invasi situs jejaring sosial, namun terdapat secercah harapan dibalik meredupnya dunia blogging. Yang pertama adalah kehadiran sejumlah start up lokal yang berfungsi menghubungkan blogger dengan advertiser sehingga proses monetasi blog lebih mudah terlaksana. Layanan tersebut misalnya datang dari Idblognetwork (IBN) dengan program Pay Per Click, Paid Per Review, Pay Per Action dan Pay Per Tweet.

foto jonas sulzbach gembira

foto jonas sulzbach gembira

Selain semarak roadshow blogging yang diadakan IBN dan SalingSilang, dunia blogging kembali bergairah berkat menjamurnya kontes ngeblog. Format yang dipakai pun beragam, mulai dari kontes menulis, kontes SEO dan kontes Semi SEO. Beberapa perusahaan melibatkan diri dalam promosi online melalui kontes ngeblog. Continue reading

Intrik Pengolah Asa Memperdaya Rasa

Headline di atas adalah tagline yang dipakai oleh Kang Hong Khian dalam salah satu bukunya yang diterbitkan oleh BIP. Tagline ini terdengar menarik di telinga, apalagi kalau dikembalikan dalam aktifitas pergaulan di internet. Apapun media yang Anda pilih, apakah ngeblog, update status fesbuk, ngetweet dan lain-lain, tentu tidak bisa dilepaskan dari intrik-intrik kecil dengan pengguna internet lainnya. Cukup dengan senggolan kecil Anda bisa menghasilkan masalah dengan pengguna lainnya.

Besar kecilnya masalah ini tergantung karakter pengguna. Terdapat beberapa karakteristik pengguna internet menurut medianya. Menurut pengamatan saya dan beberapa orang lainnya, aura Facebook cenderung adem ayem karena hubungan antar pengguna didasari atas pertemanan. Semacam tempat reuni online gitu. Blogging juga relatif lebih mudah dalam melakukan mediasi karena space-nya yang luas. Yang paling gampang terjadi peristiwa berantem adalah aktifitas ngetweet di Twitter. Karena basisnya adalah pertukaran informasi, maka begitu mudah terjadi crash manakala informasi dipelintir secara subyektif. Continue reading