Gotong Mayit, Sebutan Kanggo Anak Telu Wadon Kabeh

Tradisi Jawa Menghitung Hari Baik Berdasarkan Weton Seseorang
Tradisi Jawa Menghitung Hari Baik Berdasarkan Weton Seseorang

Bagaimana kabar sobat blogger Jombang? Anda kembali membaca seri pengetahuan budaya Jawa melalui blog The Jombang Taste. Masyarakat Jawa memiliki penyebutan khusus untuk setiap anak yang dimiliki oleh sebuah keluarga. Selama ini Anda mengenal anak tunggal dan anak pandawa sebagai sebutan anak yang berbilang masing-masing satu dan lima. Melalui artikel ini penulis membahas sebutan anak ­gotong mayit. Gotong mayit adalah sebutan untuk tiga anak perempuan yang bersaudara kandung dari satu ibu dan satu bapak.

Sebutan gotong mayit adalah simbol tiga orang yang menggotong atau membopong jenazah yang siap dimakamkan. Anak gotong mayit memiliki kedudukan khusus dalam masyarakat Jawa. Adat yang berlaku dalam masyarakat Jawa mengharuskan keluarga yang memiliki anak gotong mayit untuk melakukan upacara ruwatan. Tujuan tradisi ruwatan adalah untuk membuang kesialan hidup dan mendatangkan keberuntungan bagi keluarga. Tradisi ruwatan dilakukan dengan cara bersedekah, nanggap seni wayang kulit, dan ritual khusus adat Jawa.

Memiliki anak laki-laki maupun perempuan adalah berkah Tuhan yang harus Anda syukuri. Upacara adat ruwatan bermakna kepedulian sosial seorang keluarga Jawa terhadap masyarakat yang hidup di sekitarnya. Kesediaan berbagi rejeki dengan tetangga di sekitar tempat tinggal diyakini mampu mendatangkan keberkahan dalam hidup. Demikian ulasan singkat The Jombang Taste mengenai anak gotong mayit. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Anda tentang kekayaan budaya Jawa. Sampai jumpa di artikel The Jombang Taste berikutnya.

3 Replies to “Gotong Mayit, Sebutan Kanggo Anak Telu Wadon Kabeh”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *