Ojo Lali Piwulang Becik

Hikayat Raja Arief Imam by Hidayat Said - Gambar ilustrasi orang tua menasehati cucunya agar selalu berhati-hati dalam melangkah
Hikayat Raja Arief Imam by Hidayat Said – Gambar ilustrasi orang tua menasehati cucunya agar selalu berhati-hati dalam melangkah

Apa kabar sobat blogger Jombang? The Jombang Taste kembali menyapa Anda dengan artikel inspirasi kata-kata bijak Bahasa Jawa. Ojo lali piwulang becik  adalah nasehat bahasa Jawa yang berarti jangan melupakan ajaran yang baik. Kata-kata mutiara bahasa Jawa ini mengingatkan kita semua agar mengingat ajaran kebaikan dari setiap orang yang kita jumpai. Siapapun bisa mengajarkan kebaikan kepada kita. Bahkan anak kecil yang belum mampu berbicara pun dapat menjadi inspirasi kehidupan yang bermakna.

Seringkali kita lupa akan ajaran kebaikan yang selama ini telah diajarkan oleh para guru kita, karena sudah terlalu bernafsu mengejar jabatan kemudian kita menyikut kiri kanan. Jangan hanya karena harta lalu kita menghalalkan segala cara. Sebagai manusia, hendaklah kita mengingat akan ajaran kebaikan yang selama ini telah kita dengarkan dari guru-guru kita, dari para kiai kita dan dari orang tua kita. Mereka adalah teladan kehidupan yang ajarannya akan selalu bermanfaat bagi kehidupan kita di masa depan.

Kebaikan adalah budi kita, dan kemanfaatan adalah gerak kita. Ingat, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Begitupun dalam banyak nilai-nilai dan ajaran dalam budaya Jawa dan Islam, ada banyak ajaran kebaikan di sana, maka apakah kita telah melupakannya untuk sebuah hal yaitu egoisme kita akan keduniawian. Jawabannya tentu saja tak sepatutnya itu kita lakukan. Kebaikan adalah warisan yang bisa dikenang dan menjadi hikmah dalam jangka waktu panjang. Semoga tulisan singkat kata-kata bijak Bahasa Jawa ini bisa memberi manfaat bagi Anda.

Daftar Pustaka:

Sudjono. 2013. Nguri-uri Pitutur Luhur Falsafah Adi Luhung. CV. Karya Mandiri Sentosa: Ngawi

6 Replies to “Ojo Lali Piwulang Becik”

  1. orang yang berperilaku baik di jaman sekarang malah dimusuhi dan dianggap gila. sungguh memprihatinkan.

  2. Mengajar kebaikan adalah kewajiban setiap manusia. Jangan peduli penilaian orang lain. Mereka bukan Tuhan.

  3. Ada anggapan yang salah di masyarakat jaman modern. Berbuat jahat aja susah, apalagi berbuat baik. Itulah sebabnya kita harus mempelajari lagi kekayaan budaya masa lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *