Pancagati, Anak Lima Wadon Kabeh Kang Kudu Diruwat

Jalan-jalan ke tempat wisata sejarah Museum Bank Indonesia di Surabaya Jawa Timur
Jalan-jalan ke tempat wisata sejarah Museum Bank Indonesia di Surabaya Jawa Timur

Apa kabar kawan blogger Jombang? Melalui artikel The Jombang Taste ini penulis membahas pengetahuan budaya Jawa. Masyarakat umum mengenal istilah Pandawa sebagai perwakilan lima laki-laki yang bersaudara dari satu ibu dan satu ayah. Tahukah Anda apakah penyebutan lima orang perempuan yang bersaudara kandung? Pancagati merupakan sebutan lima perempuan yang bersaudara kandung dari satu ibu dan satu ayah. Dalam bahasa Jawa, pancagati yaiku anak lima wadon kabeh. Sama halnya dengan pandawa, anak pancagati terbilang istimewa dalam struktur masyarakat Jawa.

Masyakat Jawa pada jaman dulu terbiasa memiliki anak yang berjumlah banyak. Bukan hanya dua atau tiga anak, namun lebih dari lima anak. Mereka beranggapan bahwa banyak anak akan mendatangkan banyak rejeki. Maka tidak mengherankan bila dalam satu keluarga Jawa bisa memiliki anggota keluarga lebih dari lima. Dalam mitos masyarakat Jawa, anak pancagati harus diruwat sekali dalam seumur hidup mereka. Acara ruwatan dilakukan pada saat salah satu anak menikah untuk menghindari bencana. Kegiatan ruwatan umumnya berupa pertunjukan seni wayang kulit yang disertai sejumlah ritual adat Jawa.

Di era modern saat ini sangat sulit kita jumpai keluarga Jawa yang memiliki anak pancagati mengingat makin tingginya kesadaran pasangan usia subur untuk mengikuti program Keluarga Berencana dari Pemerintah. Selain itu, kegiatan ruwatan keluarga Jawa juga makin jarang terjadi mengingat pasangan suami-isteri modern sudah hampir melupakan adat-istiadat Jawa kuno. Semoga tulisan singkat The Jombang Taste ini bisa menambah wawasan Anda tentang kekayaan budaya Jawa.

2 Replies to “Pancagati, Anak Lima Wadon Kabeh Kang Kudu Diruwat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *