Saloka: Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe

Sejarah dan Teknik Permainan Olahraga Bolavoli - Gambar pemuda sedang bermain olahraga bola voli
Sejarah dan Teknik Permainan Olahraga Bolavoli – Gambar pemuda sedang bermain olahraga bola voli

Apa kabar sobat blogger Jombang dan blogger Indonesia? Kita bertemu lagi dengan artikel bahasa Jawa bersama The Jombang Taste. Salah satu kalimat dalam bahasa Jawa yang terkenal adalah Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe. Apakah arti peribahasa Jawa tersebut?

Jika Anda ingin berkontribusi dalam pembangunan di masyarakat maka hendaknya partisipasi tersebut dilakukan dengan kerja keras, tekun dan tanpa pamrih. Masyarakat Jawa menyatakan dalam saloka (pepatah Bahasa Jawa) “Sepi ing pamrih, rame ing gawe.” Dalam bahasa Jawa, peribahasa tersebut berarti: “Tumandang gawe tanpa duwe melik.” Maknanya, bekerja keras tanpa memiliki pamrih apapun. Semua bentuk pengorbanan dilakukan semata-mata untuk kepentingan bersama.

Masih adakah unsur keikhlasan dan tanpa pamrih dalam bekerja di era modern saat ini? Mungkin tidak banyak, tapi pasti ada. Kebutuhan hidup memaksa setiap manusia memiliki tendensi tertentu dibalik bergeraknya tubuh dan berputarnya pikiran. Adanya kepentingan yang tersembunyi tidak bisa kita ketahui secara kasat mata. Bahkan dibalik gegap-gempita sebuah kegiatan bakti sosial bisa saja terselip maksud tertentu.

Sepi ing pamrih rame ing gawe menjadi falsafah Jawa yang bagus untuk diterapakan saat ini. Di jaman modern ini memang tidak mudah mendapatkan orang yang mau bekerja dengan sungguh-sungguh dan tanpa pamrih. Hampir semua kelompok masyarakat memiliki pamrih dalam bertindak. Bahkan para alim ulama yang semestinya memberi keteladanan budi pekerti seolah mulai terjangkiti penyakit pamrih.

Mari bersihkan hati mulai dari sekarang. Niatkan hati semata-mata untuk mengabdi kepada-Nya. Jika setitik nila dapat merusak susu sebelanga, maka sedikit rasa pamrih yang terselip di hati dapat menghancurkan semua bentuk bakti selama ini. Semoga kita semua dapat berkarya dan bermanfaat untuk masyarakat luas tanpa perlu mengharapkan balas jasa berlebih.

Peribahasa Jawa sepi ing pamrih rame ing gawe merupakan salah satu nilai-nilai kearifan lokal yang patutu kita lestarikan dan kita hayati bersama. Semoga Anda terinspirasi untuk ikut serta dalam mempertahankan kepribadian luhur Nusantara yang tercermin melalui filosofi ini.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *