Wong Kang Ora Weruh Totokromo Iku Ora Iso Ngrasakake Nem Werno Roso

Prabu Selang Kuning melepaskan diri sebagai Patih Kerajaan Galuh dan mengangkat dirinya sendiri menjadi raja Kerajaan Pulau Majeti
Prabu Selang Kuning melepaskan diri sebagai Patih Kerajaan Galuh dan mengangkat dirinya sendiri menjadi raja Kerajaan Pulau Majeti

Apa kabar kawan blogger Jombang? Inspirasi kehidupan bersama The Jombang Taste kali ini membahas artikel kata-kata bijak Bahasa Jawa. Nasehat bijak Boso Jowo yang sangat inspiratif ini berbunyi: wong kang ora weruh totokromo udonegoro (unggah-ungguh) iku podho karo ora iso ngrasakake nem werno roso (legi, kecut, asem, pedhes, sepet, pahit). Kalimat bijak Bahasa Jawa ini berarti bahwa orang yang tidak tahu tatakrama sama seperti orang yang lidahnya mati rasa.

Unggah-ungguh adalah estetika budaya. Ia berfungsi sebagai seni hidup dan bermasyarakat, sebagai tanda bahwa masyarakat tersebut beradab dan berperadaban. Seni sendiri itu berbicara tentang rasa. Siapa yang tidak tahu unggah-ungguh maka sama seperti ia tak mengenal rasa.

Orang Jawa mahir merangsang saraf untuk kebaikan dan memang ahli menyeimbangkan otak kanan dan kiri, orang yang tumpul perasaannya dibandingkan dengan mati rasa lidah. Orang Jawa membuat sayur asam untuk merangsang saraf asam. Juga rasa manis seperti gudeg untuk saraf manis.

Nah apa jadinya jika masakan terdiri atas puluhan rasa yang bercampur aduk sehingga tidak ada rasa dominan otak tidak akan mendeteksi rangsangan dari aneka rasa yang kacau balau. Keadaan demikian menyebabkan seorang manusia tidak memiliki hati, tidak berempati dan cenderung berlaku kasar kepada orang lain.

Demikian artikel kalimat bijak Bahasa Jawa bersama The Jombang Taste dibagikan kepada Anda. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka:

Sudjono. 2013. Nguri-uri Pitutur Luhur Falsafah Adi Luhung. CV. Karya Mandiri Sentosa: Ngawi

3 Replies to “Wong Kang Ora Weruh Totokromo Iku Ora Iso Ngrasakake Nem Werno Roso”

  1. tatakrama menjadi penilai harga diri manusia. kalau mau dihormati orang lain harus mau menghormati lebih dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *