Wong Yen Lagi Gandrung, Ora Peduli Mbledose Gunung

Jalan-jalan ke obyek wisata sejarah Museum Bank Indonesia di Surabaya
Jalan-jalan ke obyek wisata sejarah Museum Bank Indonesia di Surabaya

Cinta bisa membuat mata buta. Cinta mampu meniadakan hal yang ada dan mengadakan hal yang tiada. Masyarakat suku Jawa memiliki pepatah wong yen lagi gandrung ora peduli mbledose gunung. Tahukah Anda, sobat pembaca The Jombang Taste bahwa perumpamaan bahasa Jawa ini bukanlah asal bicara karena diangkat dari kejadian nyata di masyarakat. Begitu banyak manusia terjerat dalam cinta buta sehingga melupakan segala tatanan dan aturan yang berlaku dalam kehidupan.

Wong yen lagi gandrung memiliki arti ketika manusia dilanda perasaan cinta. Ora peduli mbledose gunung memiliki arti tidak peduli walaupun gunung meletus. Jerat percintaan mampu memberikan kekuatan maha dahsyat kepada siapa saja yang merasakannya. Namun dampak buruk dari cinta buta adalah menghadirkan ketergantungan kepada pasangan secara emosional. Emosi, pikiran dan tindakan Anda akan dikendalikan oleh keinginan membahagiakan pasangan, entah dengan cara apapun.

Pepatah Bahasa Jawa wong yen lagi gandrung ora peduli mbledose gunung juga kerapkali menjangkiti hubungan cinta terlarang antara dua manusia. Atas dasar kemanusian dan menghormati hak asasi manusia, seringkali banyak kelompok menyimpang berjuang menunjukkan jati diri mereka untuk diakui sebagai bagian masyarakat yang legal. Mungkin saja secara hukum, jatuh cinta itu sah dan menjadi ranah pribadi setiap manusia. Namun secara etika dan moralitas, masyarakat tidak menghendaki munculnya percintaan terlarang.

Semoga artikel singkat The Jombang Taste mengenai sastra Jawa ini bisa menambah wawasan Anda. Mari mengenal lebih dekat berbagai jenis warisan budaya Nusantara dan menceritakannya kepada netizen ke seluruh dunia.

2 Replies to “Wong Yen Lagi Gandrung, Ora Peduli Mbledose Gunung”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *