Bersikap Jujur Dalam Meraih Kemenangan Ala Nabi Muhammad

Penampilan seni musik Islami Banjari oleh TPQ Al-Mujahiddin Guwo Mojowarno Jombang
Penampilan seni musik Islami Banjari oleh TPQ Al-Mujahiddin Guwo Mojowarno Jombang

Kepercayaan adalah sebuah hal yang sangat penting dalam suatu hubungan. Jika kepercayaan sudah dirusak, maka rusaklah sebuah hubungan. Begitu pula dalam bisnis yang dijalankan dengan internet. Keberadaan klien, member, downline dan prospek adalah sesuatu yang sangat berharga dan menentukan perjalanan bisnis online yang kita bangun.

Dalam hal berbisnis, Nabi Muhammad SAW telah memberi teladan bahwa kejujuran adalah sebuah brand dan modal mutlak dalam meraih kepercayaan konsumen. Kita lihat dalam sosok Nabi Muhammad SAW, jiwa bisnisnya sudah tumbuh sejak masa kecil karena keterbatasan hidupnya. Sejak kecil beliau telah menjadi yatim piatu, tinggal bersama pamannya dan harus berbagi makanan dengan anak-anak pamannya.

Dikisahkan oleh Muammar Nas dalam buku Kedahsyatan Marketing Muhammad bahwa Muhammad kecil tidak bisa ikutan berebut makanan. Di pojok bibirnya membiru dengan wajah pucat karena menahan lapar. Sang paman bertanya mengapa? Ternyata kelaparan karena tidak kebagian makanan saat berebut makanan dengan anak-anak pamannya. Dari situlah tumbuh keinginan untuk bisa mandiri, harus bisa kenyang dengan usahanya sendiri.

Muhammad kecil sudah mulai berdagang sejak usia 8 tahun dengan tanpa modal. Jika ada orang yang takut memulai bisnis karena tidak memiliki modal, maka Nabi Muhammad memberi contoh dalam memulai bisnis tanpa mengeluarkan modal sepeserpun. Beliau hanya punya kepercayaan. Jadi Muhammad hanya punya kepercayaan dari orang, bawa barang dari kota A dijual di kota B. Beli barang di kota B dijual di kota C. Dan seterusnya hingga wilayah perdagangannya mencapai luas.

Keteladanan Nabi Muhammad Dalam Perdagangan Modern

Sing jujur bakalan ajur.
Jamane jaman edan, sing edan bakal ora keduman.

Begitulah bunyi parikan Jawa. Sikap frustasi dan gelap mata muncul menanggapi pemenuhan kebutuhan ekonomi yang makin meningkat sementara pertumbuhan lapangan kerja tidak sebanding dengan peningkatan jumlah angkatan kerja.

Pada situasi dan kondisi sehari-hari saat ini, parikan Jawa di atas seolah menjawab tantangan jaman. Yang jujur akan hancur. Benarkah demikian? Manusia dihadapkan pada pertarungan kejujuran dengan target barang atau jasa yang kita tawarkan mendapatkan pembeli. Peperangan jiwa pun akan bergejolak antara mental yang didasari oleh keimanan dengan mental marketing yang didasari oleh target penjualan semata.

Sebenarnya yang kita lakukan adalah memadukan antara jiwa marketing yang dipenuhi target penjualan barang atau jasa, tanpa melupakan landasan aqidah yang berisi kejujuran. Hingga target marketing dapat tercapai dengan harga sebuah kejujuran. Prestasi pun diraih dengan dua keuntungan, yaitu untung di dunia dan untung di akhirat.

Tidak ada sebuah produk atau layanan jasa yang sempurna dalam aktifitas marketing apapun. Apakah Anda melakukan transaksi bisnis online, menjadi agen property, distributor ban mobil, atau bahkan menyewakan ruang kantor dengan harga murah bagi kepentingan sebuah usaha. Masing-masing perusahaan atau orang per orang yang menjalankan aktifitas marketing tentu memiliki kekurangan atau kelemahan.

Jangankan penjual barang atau jasa lewat internet, kita sendiri pun sebagai manusia tak pernah luput dari segala macam kekurangan. Jadi, kita tidak usah malu dan ragu untuk mengungkapkan kekurangan produk atau jasa yang sedang kita tawarkan. Justru dada akan terasa lapang jika kita berkata apa adanya tanpa ada yang ditutupi. Sudah siap berjualan dengan jujur?

Enjoy blogging, enjoy writing!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

11 thoughts on “Bersikap Jujur Dalam Meraih Kemenangan Ala Nabi Muhammad”

  1. Modal utama dalam bisnis adalah jujur ya mas. Itulah modal yang harus ada meskipun tanpa modalpun bisnis dapat dimulai. Orang seperti Nabi Muhammad memang contoh yang sangat ideal sebagai pengusaha, bahkan manusia terbaik di bumi ini… Sangat menginspirasi mas…

  2. Sungguh keteladanan yang wajib ditiru. Hal yang sudah hilang dari kehidupan manusia termasuk para pemimpinya. Kita bisa lihat di tv…orang yang lagi di adili karena korupsi/memakan duit rakyat…masih bisa ketawa cengengesan !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *