Blogger Inside: 5 Duka Sang Blogger yang Tidak Anda Ketahui

Menjadi blogger bukanlah cita-cita saya. Profesi ini tumbuh begitu saja saat saya menjalani gaya hidup di era milenial ini. Berawal dari rasa rindu terhadap kampung halaman semasa saya merantau dari satu kota ke kota lain, akhirnya blog The Jombang Taste ini terlahir. Saya terlalu sering membahas hal-hal yang asyik jadi blogger. Selain sisi menyenangkan jadi blogger, tentu ada hal yang tidak menyenangkan yang terjadi dalam diri seorang blogger. Antara lain:

1. Penghasilan Tidak Pasti

Blog anda belum tentu menghasilkan duit karena banyak faktor. Namanya juga jualan branding, kadang naik kadang turun. Blogger diberi fee dengan jangka waktu berbeda. Ada yang setiap bulan sekali atau enam bulan sekali. Untuk blogger pemula akan sulit bisa hidup jika mengandalkan penghasilan seperti itu. Lebih realistis, mengerjakan proyek atau menjadi karyawan yang digaji perbulan tidak jadi masalah. Jangan malu menjadi karyawan. Setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk berprestasi di bidangnya masing-masing.

2. Menerima Kritik & Pujian

Berani dipublikasikan berarti siap menghadapi masukan positif dan negatif. Tidak semua pembaca akan setuju dengan gagasan Anda. Membahas topik kontroversial dan kekinian juga berpeluang mengundang pro dan kontra. Jika tidak ingin menerima masukan jangan cantumkan alamat rumah, nomor telepon, email atau identitas anda pada halaman About. Pertimbangkan keamanan anggota keluarga Anda. Anda boleh saja bercita-cita menjadi orang yang dikenal publik secara luas. Namun Anda tidak boleh mengorbankan keamanan dan kenyaman keluarga agar mereka bisa hidup dengan tenteram.

google domination
google domination

3. Tuntutan Belajar

Hidup untuk belajar atau belajar untuk hidup? Atau bisa jadi keduanya? Ketika Anda menulis akan banyak hal yang tidak anda ketahui. Oleh karena itu anda akan berusaha mencari jawabannya di internet, perpustakaan dan narasumber lain. Jangan berhenti membaca. Membaca adalah kunci utama untuk bisa menulis. Selain membaca, Anda juga perlu banyak mengalami kejadian langsung agar bisa bercerita secara natural.

4. Bad Mood

Awalnya mungkin Anda selalu bersemangat menulis, tetapi ketika ada tawaran proyek atau dapat tugas berlimpah kantor atau sekolah, maka tulisan anda ditinggal sementara. Semakin lama ditinggal, makin sulit bangkit dan akhirnya terbengkalai selamanya. Pilih prioritas terbaik dalam kondisi rumit ini. Tidak semua kegiatan blogging layak dituruti. Masih ada sisi lain kehidupan ini yang harus diutamakan, terutama menyangkut ibadah dan keluarga.

5. Anti Sosial

Jika sedang fokus menulis, fantasi dan imajinasi terus mengalir sehingga secara tidak sadar anda telah connect ke ‘dunia lain’. Koneksi akan terputus jika terdengar bunyi handphone, bel rumah dan sapaan orang di sekitar anda. Otomatis Anda lebih senang menyendiri dan menghindari keramaian. Itu normal jika hanya terjadi selang beberapa jam. Tapi perilaku ini akan jadi penyakit mental serius jika Anda lakukan berbulan-bulan.

Bagikan artikel ini melalui:

9 Replies to “Blogger Inside: 5 Duka Sang Blogger yang Tidak Anda Ketahui”

  1. Tenang saja Pak. Semua kehidupan sudah ada yang mengatur. Rezeki kita ini sudah ditentukan sejak kita dlm kandungan. Tidak usah terlalu ngoyo tapi juga jngan terlalu santai.

  2. Nggak usah umbar kesengsaraan. Semua kesengsaraan saat ini akan memberikan dampak yang bagus untuk pengalaman hidup dan strategi bisnis online ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *