Dunia Blogging Indonesia, Riwayatmu Kini

Word Blog with colourful letters. 3D concept
Word Blog with colourful letters. 3D concept

Apa kabar kawan komunitas blogger Jombang? Penulis kembali menyapa Anda melalui artikel tips ngeblog untuk pemula. Rasanya sudah lama penulis tidak membahas serba-serbi ngeblog di blog The Jombang Taste ini. Maklum, tujuh tahun terakhir ini merupakan masa-masa yang serius bagi penulis karena harus menyelesaikan pendidikan sambil mengajar di lembaga pendidikan. Kegiatan di tempat kerja dan di kampus merebut sebagian besar waktu penulis. Praktis, koleksi artikel blog ini selama tujuh tahun terakhir banyak berputar di topik pendidikan.

Meski sering menulis artikel pendidikan, bukan berarti penulis tidak tertarik mengulas pengetahuan dasar ngeblog. Tentu masih tersisa tagline Catatan Motivasi Blogging Indonesia yang sempat identik dengan domain www.agussiswoyo.com ini. Kadar sharing pengalaman ngeblog tentu tidak seheboh era demam kontes SEO gila-gilaan seperti di era tahun 2010 lalu. Pembahasan artikel dasar-dasar ngeblog juga tidak serumit membangun branding bisnis afiliasi seperta era Joko Susilo dulu.

Eksistensi ngeblog di jaman sekarang lebih spesifik lagi mengingat dominasi sosial media makin kuat. Menurut estimasi penulis, hanya sepuluh persen blogger era tahun 2010-an yang bertahan hingga sekarang. Sebagian besar blogger telah beralih ke aktifitas jual-beli online melalui jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Selebihnya, blogger banyak menggunakan aplikasi WhatsApp untuk melakukan persuasi terhadap calon pembeli potensial.

Bagian paling mencengangkan dari sejarah dunia blogging adalah berpindahnya trend menyerap informasi dari membaca artikel menjadi mendengarkan video Youtube. Kebanyakan blogger pun beralih profesi menjadi Youtuber. Mereka mulai jarang menulis artikel blog dalam lebih suka cuap-cuap di depan kamera, upload video, lalu memviralkan unggahan videonya melalui beragam sosial media. Beda platform berekspresi, beda pula hasilnya. Banyak diantara Youtuber itu yang sukses menjadi OKB berkat menebar sensasi.

terapi menulis untuk kesehatan mental
terapi menulis untuk kesehatan mental

Sejujurnya, ngeblog itu melelahkan dan membutuhkan banyak pengorbanan. Sekalipun Anda ngeblog di domain gratis dan hosting gratisan pula, Anda masih membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, biaya, dan pikiran yang tidak sedikit. Anda harus selalu berpikir kreatif, aktif mencari inovasi, dan berani berkolaborasi dengan orang-orang baru. Apalagi jika Anda memutuskan untuk menjadi blogger profesional, Anda tentu membutuhkan biaya untuk membeli domain dan menyewa hosting secara berkala.

Mengingat banyaknya tantangan ngeblog di atas, tentu saja blogosphere akan menyeleksi secara alami orang-orang yang memang punya passion untuk menulis secara rutin dan berpikir idealis. Akhirnya dunia blogging menyisakan segelintir pelaku aktif yang mau berbagi pengalaman keseharian kepada pembaca di seluruh dunia. Review positif seorang blogger dibutuhkan oleh semua jenis perusahaan jasa dan perdagangan sehingga sampai saat ini blogger masih memiliki pengaruh dalam menggiring opini netizen di seluruh dunia.

Pudarnya popularitas ngeblog ditunjang oleh lemahnya perkumpulan blogger yang dulu sempat marak melakukan kopi darat (kopdar). Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak komunitas blogger maupun jaringan blogger yang mati suri karena peminatnya semakin berkurang. Aktifitas tatap muka para blogger menjadi hal yang jarang dilakukan di masa sekarang. Terlebih lagi pandemi virus corona belum juga usai menyerang Indonesia. Maka semakin gelaplah masa depan perkumpulan blogger di beberapa daerah yang dulu sempat ramai.

Tidak ada yang perlu dipertanyakan mengapa netizen Indonesia mengalami perubahan pola interaksi di dunia maya. Semua trend dunia maya memiliki masa. Dulu kita sempat gandrung dengan mIRC dilanjutkan Yahoo Messenger, lalu muncul Friendster, kemudian blogspot dan wordpress, disusul Facebook. Instagram, WhatsApp, dan Zoom hanyalah sedikit diantara aplikasi kekinian yang berhasil merebut perhatian netizen. Kalaupun suatu saat nanti dunia blogging semakin sepi peminat, tidak apa-apa. Setidaknya saya akan memiliki lebih sedikit pesaing blogger dalam mendapatkan job content placement. Hahaha.

Bagikan tulisan ini:

5 Replies to “Dunia Blogging Indonesia, Riwayatmu Kini”

  1. Wah, uraiannya kena banget nih. Tapi, jangan salah. Siapa bilang kopdar blogger semakin jarang. Justru kini kopdarnya lebih menghasilkan, alias ngumpul-ngumpul di suatu tempat karena dapet job. Hihihi.

    Jangan berhenti ngeblog, Mas. Jujur saja, saya kangen banget sama suasana blogosphere belasan tahun lalu.

  2. Gak usah kaget bro. Semua ada masanya. Bahkan yg skrg lagi ngetrend pun tahun dpn blm tentu msh diingat netizen.

  3. Tidak ada yang perlu di dramatisasi dari keadaan dunia berakhir saat ini. semua jenis pekerjaan manusia terus berkembang, termasuk selera manusia dalam mengekspresikan diri di dunia maya. barangkali tahun depan akan ada jenis platform sosial media terbaru yang lebih sesuai dengan karakter manusia di tahun-tahun mendatang.

  4. tidak ada yg patut disalahkan dari redupnya dunia blogging di indonesia. toh, kebudayaan manusia terus berkembang sesuai dengan perubahan alam berpikir manusia.

  5. ngeblog maupun nggak ngeblog bukan masalah selama kita bisa produktif dlm bekerja. lagipula profesi penulis banyak macamnya, nggak harus melulu nulis artikel di media online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *