Kecemplung Bisnis Karena Tidak Sengaja

Tak kan lari gunung dikejar. Asam di gunung garam di laut, dalam belanga bertemu jua. Kalau memang rejeki, nggak bakalan lari dah…

Itulah sejumlah kalimat yang mewakili awal mula saya nyemplung ke dunia bisnis. Baik bisnis online maupun offline. Tanpa ada rencana. Semua mengalir begitu saja.

Awalnya saya tidak kepikiran menekuni bisnis online. Fokus saya pada tahun pertama ngeblog adalah membangun PDB (Positioning, Differentiation and Branding) blog dulu. Makanya saya buru-buru hapus slot iklan baris dan banner affiliasi yang keberadaannya membuat ribet tampilan blog ini.

Sampai akhirnya saya bertemu salah satu kawan lama ngeblog yang kesulitan menulis artikel. Dia meminta saya membuatkan sebuah artikel sebagai pembuka ide penulisan posting berikutnya. Terdorong keinginan untuk berbagi semangat, ya sudah saya buatkan satu artikel.

Saya tidak menyangka kalau langkah ini disebarluaskan ke beberapa temannya. Akhirnya saya kebanjiran menulis order artikel. Saya pernah mengalami harus menyediakan 10 artikel dalam 3 hari. Tentu hal ini tidak mudah mengingat kesibukan kerja 9-4 plus profesi ghost writer yang menuntut saya selalu stand by.

Saya lalu berpikir, bagaimana caranya supaya semua order bisa terpenuhi dalam tenggang waktu yang ditentukan. Pilihan saya jatuh ke Facebook. Saya menulis update mencari seorang penulis lepas. Dan dalam hitungan menit saya sudah mendapatkannya. Namanya mbak N (sengaja saya samarkan), lulusan Sastra Indonesia UNAIR yang bertempat tinggal di Surabaya Utara. Jadi deh, setengah order saya alihkan kepada dia.

Berbekal kejadian sederhana ini, saya mulai belajar mengorganisir jasa penulisan artikel di bawah komando ASWriting. Dari sistem order artikel, syarat penulisan, pembayaran komisi hingga menanggapi komplain atas content artikel.

Kalau soal bisnis offline lain lagi ceritanya. Suatu siang saya mendapati curhat salah satu teman kerja yang ingin punya hape qwerty seri terbaru tapi dia belum punya cukup dana untuk membeli kontan. Nah, kebetulan hari itu saya mau beli hape ke Plaza Marina sebagai pengganti hape yang hilang waktu kopdar di Royal. Terus dia bilang nitip beli sekalian, meski nggak ada uang di kantong.

Dan bisa ditebak apa kelanjutan ceritanya. Akhirnya saya kasih kredit kepadanya dengan jangka waktu pembayaran 4 bulan. Dan kini sudah ada 3 orang yang antre mendapat kredit dari saya. Dalam hati saya berkata: Gila, saya kok sekarang jadi tukang kredit ya? Hehehe…

Bagaimana dengan Anda, apakah pernah punya pengalaman memasuki bisnis karena tanpa sengaja? Atau justru Anda tertarik ambil kredit dari saya? Hahaha…

3 Replies to “Kecemplung Bisnis Karena Tidak Sengaja”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *