Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Bisnis Waralaba Makanan Cepat Saji

Foto Chef Arnold Juri MasterChef Indonesia Session 3
Foto Chef Arnold Juri MasterChef Indonesia Session 3

Halo kawan blogger Jombang? Bagaimana kabar bisnis Anda hari ini. The Jombang Taste kali ini membahas tips pengelolaan karyawan dalam menjalankan bisnis waralaba restoran cepat saji. Manajemen sumber daya manusia adalah salah satu bagian penting dalam kemajuan sebuah bisnis, termasuk juga bisnis franchise makanan cepat saji. Oleh karena itu, setiap staf dan karyawan harus mengetahui tugas dan tanggungjawabnya masing-masing agar mampu melayani konsumen dengan tepat.

Tugas Cleaning Staff, Dishwasher, Cashier Dan Cook

Bisnis waralaba adalah bentuk usaha kemitraan antara pewaralaba (franchisor) dan terwaralaba (franchisee) untuk menjalankan kegiatan penjualan produk atau jasa tertentu memakai sebuah brand (merk) dengan aturan-aturan tertentu. Seorang terwaralaba menjalankan sistem yang diajukan oleh pewaralaba yang sudah teruji keberhasilannya. Sistem waralaba tersebut menyangkut standard bahan baku, cara membuat produk, strategi marketing, hingga pembagian tugas dan wewenang setiap karyawan.

Pada umumnya, sebuah outlet restoran makanan cepat saji yang dijalankan berdasarkan konsep bisnis waralaba memiliki beberapa fungsi karyawan. Yaitu kepala toko (store manager), petugas kebersihan (cleaning staff), petugas cuci piring (dishwasher), kasir (cashier), dan juru masak (cook). Untuk jenis bisnis waralaba restoran tertentu mungkin memiliki jabatan atau posisi karyawan yang lebih banyak. Namun secara umum, lima fungsi di atas telah mewakili kegiatan operasional bisnis waralaba.

Untuk tugas dan tanggungjawab kepala toko akan dibahas tersendiri dalam artikel berikutnya. Hal ini karena menyangkut wewenang yang lebih luas dalam usaha mengembangkan bisnis waralaba. Berikut ini kami bagi tugas dan tanggungjawab cleaning staff, dishwasher, chasier dan cook.

Tugas Dan Tanggungjawab Cleaning Staff

Tugas dan tanggungjawab cleaning staff dalam bisnis waralaba makanan cepat saji adalah membersihkan area dining room dan teras. Misal: menyapu dan mengepel, membersihkan kamar mandi, membersihkan kaca, mengisi sabun tangan apabila kurang, membersihkan tempat sampah, menyambut kunjungan tamu yang datang, melakukan clear-up dan membawa peralatan kotor ke dishwasher, mengecek stock sauce botol dan mengisi apabila kurang, mengantar pesanan tamu, dan bekerjasama dan saling membantu dengan crew lainnya.

Meskipun pekerjaan cleaning staff didominasi oleh penggunaan tenaga, namun itu bukan berarti mengurangi arti penting keberadaannya. Kebersihan area makan restoran mampu memberikan baik dan buruk dalam persepsi konsumen. Seorang cleaning staff dituntut untuk memiliki sikap jeli, menyukai kebersihan, cekatan, dan tanggap terhadap keadaan. Ketidakmampuan seorang cleaning staff dalam bekerja secara professional dapat menyebabkan kekacauan pelayanan terhadap pelanggan.

Tugas Dan Tanggungjawab Dishwasher

Seorang dishwasher dalam bisnis waralaba restoran cepat saji bertugas membersihkan peralatan makan dan peralatan kerja, merapikan dan membuang sampah, menanak nasi, membersihkan area dapur dan dishwasher, membantu pekerjaan cook (cook helper), dan membersihkan, mengelap dan membawa peralatan makan ke counter.

Meskipun seorang dishwasher bertugas di belakang layar, namun perannya tak kalah penting dibanding bagian yang lain. Hasil kerja dishwasher mempengaruhi tingkat kebersihan makanan dan peralatan serta dapat berimbas pada citra perusahaan tersebut. Pada sebagian jenis waralaba restoran cepat saji telah menggunakan mesin yang canggih sebagai alat kerja dishwasher. Namun hal itu tidak mengurangi tanggungjawab seorang dishwasher untuk tetap memperhatikan kebersihan peralatan memasak yang dicuci.

Tugas Dan Tanggungjawab Cashier

Seorang kasir dalam bisnis waralaba restoran cepat saji bertugas melayani tamu di counter, menyiapkan produk minuman, menyiapkan pembungkus, menyiapkan uang kecil atau uang pengembalian, menjaga kebersihan peralatan dan area counter, menyiapkan sedotan, tissue dan tusuk gigi, mengerjakan administrasi kasir, dan menjaga mutu produk sesuai dengan standard yang berlaku.

Keberadaan seorang kasir menjadi ujung tombak dalam marketing internal sebuah bisnis waralaba restoran cepat saji. Pelayanan prima yang diberikan oleh seorang kasir kepada konsumen mampu menghadirkan penilaian baik dan buruk dari pelanggan. Kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi seorang kasir adalah ramah, teliti, murah senyum, dan memiliki keterbukaan untuk mendengarkan saran dan keluhan pelanggan.

Tugas Dan Tanggungjawab Cook

Seorang cook dalam bisnis waralaba restoran cepat saji bertugas menyiapkan dan memasak serta mengontrol mutu produk, membersihkan peralatan dan area dapur, mengerjakan administrasi cook, mengontrol persediaan produk dan memasak apabila kurang, menghitung dan melaporkan persediaan produk kepada supervisor, dan bekerjasama dengan crew lain.

Seorang cook tak ubahnya chef dalam restoran di hotel berbintang. Keberadaannya memang tidak terlihat oleh konsumen namun hasil kerja cook menjadi pertaruhan bagi kualitas produk yang dihasilkan restoran. Oleh karena itu, seorang cook haruslah memiliki kapasitas yang andal dan berpengalaman sebagai juru masak.

Tugas Dan Tanggungjawab Karyawan Counter

Bisnis waralaba yang dijalankan oleh sebuah outlet franchise memiliki tugas harian yang rutin dikerjakan oleh para karyawan. Kegiatan operasional harian di dalam bisnis waralaba sangat banyak. Oleh karena itu diperlukan pembagian tugas dan tanggungjawab antar karyawan. Tips bisnis waralaba kali ini akan mengulas beberapa kegiatan rutin yang dilakukan di dalam outlet.

Kegiatan operasional sebuah outlet waralaba makanan cepat saji secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebelum counter dibuka, saat outlet dibuka, dan setelah outlet tutup. Ketiga waktu tersebut membutuhkan perlakuan yang berbeda-beda terhadap perawatan peralatan, ketersediaan pelanggan, maupun memberikan layanan prima terhadap pelanggan. Berikut ini tips bisnis waralaba mengenai tugas karyawan selengkapnya.

Sebelum Counter Dibuka

Tips bisnis waralaba berbagi informasi seputar dunia franchise makanan cepat saji. Sebelum counter dibuka, tugas dan tanggungjawab karyawan sebuah counter atau outlet waralaba makanan cepat saji adalah membersihkan counter, peralatan kerja dan area kerja, mengontrol persediaan produk dan pembungkus, menyiapkan uang kecil dan jika tidak punya harap menukar dengan pecahan kecil, menata dan merapikan counter, dan menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan dijual.

Selanjutnya, tugas dan tanggungjawab karyawan counter bisnis waralaba makanan cepat saji sebelum counter dibuka adalah membeli atau order barang yang kurang atau persediannya kosong, menyiapkan peralatan memasak misalnya gas LPG dan oven, pastikan semua produk dalam kondisi layak jual, pastikan counter dalam keadaan bersih, produk siap, oven dan gas dalam kondisi siap, serta periksa kebersihan dan kerapihan seragam. Setelah itu counter siap buka

Saat Counter Dibuka

Saat counter telah dibuka, tips bisnis waralaba kali ini menjelaskan tugas dan tanggungjawab karyawan counter sebuah outlet waralaba adalah melayani tamu dengan cepat tepat dan ramah, pastikan tamu yang pertama dilayani dahulu, sapa dan salam pada tamu yang antri, tawarkan produk dengan ramah, siapkan dan masak produk sesuai prosedur atau resep yang berlaku, dan tamu yang antri atau menunggu dipersilahkan duduk.

Selain itu, tugas dan tanggungjawab karyawan counter waralaba makanan cepat saji adalah harus selalu berhati-hati terhadap keselamatan kerja saat memasak produk, pastikan stock bahan bakar cukup sehingga tidak habis saat melayani tamu, hati-hati uang palsu dan jangan salah hitung saat mengembalikan uang ke tamu, dan saat sepi pengunjung kerjakan administrasi harian.

Saat Counter Akan Tutup

Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam tips bisnis waralaba yang harus dilakukan oleh karyawan counter makanan cepat saji saat counter atau outlet waralaba akan closing atau tutup adalah periksa persediaan barang dan order bila stock kurang, simpan produk di dalam kulkas dengan rapi dan sesuai tempatnya, bersihkan counter dan peralatan yang kotor, lepas regulator dan tabung gas, simpan atau bawa uang penjualan dengan rapi dan benar, rantai peralatan di counter (apabila keamanan barang diperlukan), dan pastikan saat meninggalkan counter dalam kondisi bersih, rapi dan aman.

Untuk kelancaran operasional sebuah outlet, seringkali kepala toko (store manager) harus melakukan pembagian tugas dan tanggungjawan karyawan. Pembagian tersebut didasarkan kepada jabatan karyawan. Antara lain kasir, cook, cleaning service, delivery service dan lain-lain. Dengan demikian, kegiatan penjualan akan berjalan lebih mudah karena setiap personal dalam store bersedia bekerja sama. Semoga tips bisnis waralaba kali ini bisa berguna untuk Anda!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *