Foto Richard Feynman

Menumbuhkan Semangat dan Motivasi Hidup Dari Uang, Efektifkah?

Tidak Ada Persahabatan Sejati, Yang Ada Adalah Sahabat Karena Kesamaan Tempat
Tidak Ada Persahabatan Sejati, Yang Ada Adalah Sahabat Karena Kesamaan Tempat

Uang menjadi alasan banyak manusia mengapa mereka selalu bersemangat dalam hidup. Uang juga menjadi penyebab jutaan insan mengalami depresi, stres, galau, dan beragam jenis penyakit pikiran lainnya. Jika uang menjadi sumber motivasi hidup yang paling ampuh, apakah uang mampu membeli kebahagiaan hidup manusia selamanya? Dimanakah kita seharusnya menempatkan uang sebagai motivasi hidup?

Sejauh ini terdapat dua kelompok yang berpikiran pada pihak berseberangan dalam menyikapi sumber motivasi hidup karena uang. Pada satu sisi mereka mengagungkan kebutuhan mencari uang sebagai prioritas utama dalam hidup. Mereka bekerja keras membanting tulang siang malam untuk memenuhi kebutuhan materi. Kalau perlu, sikut kiri sikut kanan dilakukan untuk menjadi pemenang.

Sementara pada sisi lain, ada sekelompok manusia yang tetap termotivasi dalam hidup walaupun mereka menjauhkan diri dari kebutuhan uang. Siapakah mereka? Mereka adalah kelompok sufi yang menjalankan perilaku zuhud secara ekstrim sehingga mereka mengabaikan kebutuhan hidup di dunia. Mereka tinggal di tempat-tempat terpencil untuk mengabdikan hidup kepada Tuhan.

Lantas, dimanakah kita menempatkan posisi uang sebagai sumber motivasi hidup? Layaknya sebilah pisau tajam yang siap dihunuskan, ia akan menjadi barang yang berguna bila berada pada tangan yang salah. Misalnya ibu-ibu rumah yang sedang memasak di dapur. Sebaliknya, pisau tersebut akan menjadi sumber kejahatan manakala digunakan untuk merampok.

Kumpulan Kata-kata Bijak Dan Petuah Dari DT Suzuki
Kumpulan Kata-kata Bijak Dan Petuah Dari DT Suzuki

Bahaya Nafsu Menggenggam Seisi Dunia

Menggunakan uang sebagai motivasi hidup akan melahirkan beragam penyakit mental dan penyakit sosial. Ingat, ketika manusia terlahir ke dunia sebagai bayi, posisi tangannya adalah menggenggam. Genggaman tangan bayi adalah sebuah simbol nafsu manusia untuk memiliki semua yang ada di jagat raya. Sedangkan bayi itu sendiri terlahir dalam kondisi telanjang, tanpa membawa apapun.

Di lain pihak, manusia yang sudah mati posisi tangannya selalu membuka. Apakah ada orang mati dengan keadaan tangan menggenggam? Tentu tidak ada. Itulah sebuah simbol manusia harus melepas semua miliknya ketika mereka telah meninggal dunia. Rumah mewah, isteri cantik, suami tampan, mobil mewah, jabatan mentereng, anak-anak yang lucu, dan segala harta benda akan ditinggalkan.

Orang bijak akan mampu menempatkan uang dalam posisi yang adil. Adil adalah meletakkan sesuatu sesuai pada tempat dan takarannya. Ketika kita telah sadar bahwa uang sebagai simbol nafsu duniawi adalah salah satu ujian hidup, maka motivasi hidup karena uang akan menghasilkan kebaikan bagi bersama. Dalam taraf ini, uang akan mampu memberdayakan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual seorang manusia.

Sabda Nabi berbunyi: raihlah duniamu seolah engkau hidup selamanya, raihlah akhiratmu seolah engkau mati selamanya. Kerja keras manusia harus disertai dengan doa dan kemampuan berserah diri kepada-Nya sehingga segala hasil daya upaya akan mampu membawa manfaat dan meminimalkan mudharat. Tanpa doa dan keinginan berserah diri, segala motivasi hidup dalam mencari uang akan melahirkan kelelahan mental jangka panjang.

Semoga artikel ini mampu menginspirasi Anda sehingga selalu termotivasi dalam hidup. Enjoy blogging, enjoy writing!