Perang Mesin Pencari: Mampukah Bing Mengalahkan Dominasi Google?

Sampai saat ini Google masih menjadi mesin pencari (search engine) paling populer bagi pengguna internet di seluruh dunia. Google masih terlalu perkasa untuk ditaklukkan walaupun Bing sudah menjalin kerjasama dengan Facebook.

Sitepronews mengirim sebuah newsletter yang menarik minat saya untuk beropini lebih dalam mengenai persaingan mesin pencari di internet. Dua mesin pencari yang paling banyak digunakan saat ini adalah Google dan Bing. Keduanya bersaing secara seru dengan menggandeng ‘koalisi’ yang sepaham. Misalnya: Google dan Samsung, sedangkan Bing bersatu dengan Facebook.

Bing adalah mesin pencari buatan Microsoft Inc. Maka tak mengherankan kalau kita memakai komputer Windows maka secara default search engine yang dipakai adalah Bing. Bing menggandeng Facebook untuk menghadang dominasi Google. Jangan kaget saat kita mengetikkan suatu keyword di Bing maka hasil pencarian (SERP) dari Facebook akan ikut muncul. Kadang ada manfaatnya, tapi seringkali bikin bete karena tidak sesuai harapan.

ghost writer
ghost writer

Sebaliknya, Google masih mencari search engine terpopuler berkat ketepatannya dalam menyajikan hasil pencarian. Sebagaian besar hasil pencarian Google memang benar-benar informasi yang kita butuhkan, walaupun kadang-kadang masih ada web AGC (Auto Generated Content) yang nyelip di halaman pertama SERP.

Sitepronews menyebutkan algoritma yang dipakai oleh Google saat ini lebih sederhana. Namun dengan kesederhanaan inilah yang menjadikan SERP Google relevan bagi pengguna internet. Jika kita memperhatikan detail layanan-layanan yang dibuat Google, semuanya berorientasi pada kesederhanaan pemakaian.

Fakta Seputar Google dan Bing

Fakta menarik yang disajikan newsletter Sitepronews kali ini adalah laporan tahun fiskal 2011 terkait performa Google dan Bing. Disitu disebutkan bahwa Google memiliki penghasilan lebih dari $37 billion dari iklan Pay Per Click (PPC). Angka yang cukup mengagumkan untuk sebuah perusahaan dotcom dimana saat ini banyak perusahaan berbasis internet yang berguguran.

Google menguasai market Amerika sebesar 66.2 persen. Sedangkan secara global, market share Google lebih besar, yaitu 81.7 persen. Ini artinya, dari 100 orang yang mencari informasi melalui mesin pencari, 81 orang diantaranya memanfaatkan website Google beserta layanan terkait lainnya.

Sedangkan dari pihak Bing sendiri laporan keuangan tahun 2011 menyebutkan pendapatan mereka dari iklan PPC sebesar $1 billion. Bing menguasai market Amerika sebesar 15.2 persen dan market share secara global 4.4 persen. Dari perbandingan ini secara sekilas kita bisa menyimpulkan bahwa Google masih unggul jauh di atas Bing.

Fakta tersebut diperparah oleh penurunan saham Facebook, mitra kerja Bing, yang tak kunjung membawa prospek. Menurut laporan Forbes, imbas dari penurunan saham Facebook sejak IPO adalah menempatkan Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, di luar daftar 10 orang terkaya di dunia. Dari sini Anda bisa membuat prediksi kasar apa yang akan terjadi dengan Google versun Bing.

Tradisi Blogging dan Bisnis Online

Joko Susilo
Joko Susilo

Ada fakta lain yang memperkuat dominasi Google dan menyulitkan usaha Bing dalam pertarungan antar mesin pencari, yaitu tradisi atau kebiasaan warga dunia maya. Ketika ada teman yang bertanya kepada kita dan kita tidak tahu jawaban pastinya, umumnya kita akan menjawab: “Googling aja deh di internet. Nanti kamu pasti dapat informasi… ” Sangat jarang, atau bahkan tidak ada, yang menjawab: “Nge-Bing aja deh kamu…”

Google juga memiliki tool yang berfungsi dalam riset keyword sehingga membantu para blogger dan pebisnis online dalam menentukan topik web dan nama domain. Walaupun saat ini sudah banyak tool sejenis yang bisa diunduh dan dipakai secara gratis, tool riset dari Google tetap menjadi referensi penting dalam pemilihan keyword yang akan dibidik blogger dalam persaingan SEO.

Jangan lupakan kebiasaan lain yang akhir-akhir ini makin marak terjadi di Indonesia, yaitu kontes ngeblog dengan format kontes SEO dan kontes Semi-SEO. Walaupun panitia kontes bisa menentukan seacrh engine mana saja yang dijadikan acuan penilaian akhir, tetap saja hasil pencarian Google menjadi nilai terbesar bagi penentuan juara.

Itulah tadi sederet fakta yang membahas persaingan Bing dan Google dalam Search Engine War. Kondisi di atas bisa saja berubah setiap saat sesuai perilaku masyarakat pengguna internet. Anda pun pasti punya opini sendiri mengenai kompetisi Google versus Bing. Bagaimana menurut Anda? Anda yakin Bing mampu mengalahkan Google beberapa tahun ke depan?

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *