Antara Senioritas dan Manfaat Nyata

Bahaya Terlalu Lama Melajang
Bahaya Terlalu Lama Melajang

Oleh: Hari Setiawan

Seperti dalam artikel di blog saya kemarin, saya mencuplik kisah klasik Lao Tzu, salah satu pemikir dari China. Pada suatu hari, Lao Tzu sedang berjalan-jalan di kampung halamannya. Kebetulan ia lewat di depan rumah seorang petani yang hendak menebang pohon tua di depan rumahnya. Lao Tzu bertanya, “Saudaraku, apa yang hendak engkau lakukan?”

Petani itu menjawab, “Oh, Guru, saya akan menebang pohon ini untuk kayu bakar karena ia sudah tidak berguna lagi. Ia sudah terlalu tua, tidak lagi menghasilkan buah yang melimpah. Batangnya terlalu keras, tidak bisa diambil sedikit demi sedikit untuk kerajinan dan keperluan rumah tangga. Tapi setidaknya ia cukup kering dan bisa dijadikan kau bakar.”

Lao Tzu mengangguk mendengar kata – kata si petani. Kemudian ia berkata, “Tapi saudaraku, dengan berbuat demikian engkau hanya menyusahkan dirimu sendiri. Tidakkah engkau menyadari, pohon ini telah memberikan banyak manfaat bagimu?” Si petani kebingungan dan bertanya, “Manfaat apa lagi yang kuperoleh dari pohon tua ini, Guru?”

Lao Tzu tersenyum dan menjelaskan, “Pohon ini memang tua dan tidak memberimu buah yang melimpah, tapi ia telah sangat berjasa kepadamu. Dahan – dahannya telah menjadi rumah yang kokoh bagi burung – burung, yang setiap pagi membangunkanmu dengan kicauannya. Ranting – rantingnya yang jatuh ke tanah, telah menjadi bahan mainan bagi anak – anakmu.

Siang hari di kala engkau kelelahan, bayangannya memberimu keteduhan dengan rimbum dedaunannya. Kerimbunan itu pula yang telah memberikan ide bagi para penyair yang kebetulan lewat, untuk menciptakan puisi terindah tentang desa ini. Biji–Bijinya yang jatuh ke tanah menjadi makanan bagi ayam-ayammu. Bahkan daunnya yang gugur menjadi makanan bagi ternakmu.

Bahkan dikala engkau bertengkar dengan istrimu, engkau pergi menyendiri juga di bawah pohon ini. Demikianlah saudaraku, apakah engkau masih berpendapat pohon ini tidak berguna dan hendak menjadikannya kayu bakar?” Sang petani pun mengangguk dan membatalkan niatnya menebang pohon itu.

Demikianlah pelajaran sederhana dalam kisah inspiratif ini, bahwa sesuatu yang tampaknya tidak berguna kehadirannya seringkali memiliki manfaat luar biasa bagi bisnis anda. Misalnya saja karyawan yang sudah 20 tahun bekerja di perusahaan anda, mungkin anda melihatnya sudah tidak produktif lagi.

Tapi mungkin dialah yang memegang semua transaksi perusahaan dengan klien – klien terbesar. Atau pekerja kebersihan anda, tampaknya apa yang dilakukannya memang sepele. Tapi bagaimana jadinya rupa kantor anda kalau dia tidak masuk seminggu saja?

Senioritas Dalam Blogging

Lalu,  dalam hal ilmu blogging, saya pikir tidak ada pembagian  senior dan junior yang nyata. Karena blogging berlangsung di dunia maya, Anda tidak akan pernah tahu apakah orang pendatang baru benar-benar tidak tahu dunia blogging. Karena bisa jadi selama ini mereka cukup mengintai dari luar tanpa terjun langsung.

Dan disinilah akan terlihat kedewasaan dan manfaat yang sebenarnya dari seorang penulis. Sering saya jumpai seseorang yang sudah bertahun-tahun bergelut dengan dunia penulisan, tapi tidak membawa kontribusi dalam perkembangan dunia blogging.

Jangankan berbagi ilmu, sekedar menyapa lewat YM saja ogah-ogahan. Bahkan kalimat update status jejaring sosial terkesan di buat berwibawa dan bijaksana. Tapi tidak semua seperti itu. Karena saya juga mendapatkan banyak rekan-rekan yang bersedia sharing pengetahuan blogging, khususnya menulis. Baik trik sederhana maupun prinsip dasar yang harus dipegang teguh.

Kepada merekalah kita patut berharap banyak bagi perkembangan dunia penulisan. Dan saya mengajak rekan-rekan semua saling berbagi ilmu, terutama kepada para pendatang baru jagad blogging Indonesia. Ibarat sebuah mata pisau, semakin hari semakin tumpul bila tidak digunakan dalam aktivitas memasak. Tentu Anda tidak berharap ilmu Anda akan menguap tanpa bekas.

Mari berbagi bersama!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

2 thoughts on “Antara Senioritas dan Manfaat Nyata”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *