Internet Sehat: Aku Pintar, Aku Sehat

Internet telah menjadi bagian kehidupan masyarakat. Baik secara rutin maupun berkala, masyarakat telah menjadikan internet sebagai salah satu kebutuhan pokok mereka tak ubahnya makan, minum, pakaian dan tempat tinggal. Tak terkecuali bagi seorang blogger. Sudah pasti setiap hari terkoneksi dengan internet.

Aktivitas update artikel blog bukan sekedar mempublikasikan karya seseorang melalui internet. Bisa jadi ini merupakan salah satu media yang mampu memfokuskan pada pembentukan diri sebagai warganegara Indonesia yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga dunia maya yang cerdas, terampil, dan berkarakter.

Perkembangan era informasi telah mengantarkan manusia online kepada tiga sifat khasnya yaitu pengetahuan terkini, penguasaan terhadap sebuah niche dan karakter manusia modern. Ketiga hal tersebut adalah bekal seorang pengguna internet untuk meningkatkan kecerdasan multidimensional yang memadai untuk menjadi warga dunia maya yang mampu mengontrol aktivitasnya dengan diliputi tanggungjawab moral terhadap efek yang ditimbulkan.

Aktifitas yang mengarah kepada internet sehat sangat penting untuk mendidik generasi bangsa untuk secara sukarela mengikatkan diri pada norma atau nilai-nilai moral. Layaknya sebuah ilmu  sosial, internet sehat bersifat interdisipliner (antar-bidang) bukan monodisipliner.

Karena kumpulan pengetahuan yang membangun internet sehat diambil dari berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu politik, ilmu hukum, ekonomi, psikologi, sosiologi, administrasi negara, tata negara, sejarah, filsafat dan berbagai bahan kajian lainnya yang berasal dari nilai budi pekerti, hak-hak asasi manusia dengan penekanan kepada hubungan antar warga dunia maya, hubungan antara pengguna internet dengan pemerintahan, serta hubungan antar negara.

Berdasarkan karakteristik dan tujuan eksplisit di atas, jelas bahwa aktifitas internet sehat bukan semata slogan para kaum elite pembuat kebijakan, tetapi masyarakat yang bersentuhan langsung harus diajak untuk sadar, paham dan aware dengan berbagai kenyataan dan peristiwa sosial yang terjadi akibat kedahsyatan perkembangan industri informasi.

Peran serta orang tua dalam mendampingi putra-putri mereka adalah mutlak diperlukan. Tak jarang kita jumpai siswa-siswi mendapatkan tugas sekolah dengan materi utama hasil browsing di internet. Ini adalah satu langkah maju yang patut digalakkan. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sebagai pintu gerbang bagi wacana berpikir yang lebih modern dan tidak tergerus globalisasi.

Di sisi lain, telah sering kita dengar kasus penculikan dan pelecehan seksual akibat kegiatan jejaring sosial yang tidak terkontrol. Seorang anak gadis jatuh cinta melalui Facebook dan mendambakan pertemuan offline dengan seorang pemuda. Dan ujung-ujungnya bisa di tebak, tidak jauh dari upaya melampiaskan nafsu syahwat yang tidak pada tempatnya.

Bahaya jejaring sosial juga bisa juga terjadi kepada generasi muda idealis. Siapa sangka jika seorang kutu buku mampu membuat kalang kabut sebuah keluarga hanya karena perubahan orientasi berpikir yang cenderung ekstrim. Istilah kerennya adalah pemuda tersebut telah mengalami ‘cuci otak’ dalam aktivitas online sehari-hari.

Dan masih bayak sisi plus dan minus internet yang patut kita pahami lebih lanjut. Ibarat sebilah pisau bermata dua, kita akan mendapat celaka bila tidak mampu mengelola berbagai kemudahan yang disajikan oelh internet dalam menyempitkan jarak dan ruang antar penduduk bumi ini.

Atas dasar kenyataan tersebut, maka penggalakan internet sehat perlu menggunakan model yang inovatif, yakni model yang mampu menempatkan netter sebagai subjek, peristiwa dan masalah sosial sebagai sumber belajar, sedangkan Pemerintah bertindak sebagai the ruler, yakni pihak yang mengkondisikan agar dua model di atas dapat terlaksana dalam koridor yang ditetapkan.

Langkah termudah dan terdekat yang bisa lakukan adalah dengan memberi teladan yang baik bagi putra-putri, kerabat dan handai taulan. Mari berperilaku bijak dalam menggali informasi. Kita sebarkan pesan dakwah dan silaturahmi dengan rekan-rekan netter se-Indonesia. Saya yakin, bila kita mampu memanfaatkan internet dengan cerdas, misi Indonesia Bebas Kemiskinan 2024 pasti tercapai.

Mari menjadi pintar sekaligus sehat jiwa raga dengan internet…!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *