Belajar Kesederhanaan Dari Lutvi Avandi


Apa yang terbayang dalam pikiran Anda saat mendengar kata Internet Marketer (IM)? Pada umumnya orang berpikir seorang IM berpenampilan glamour dari kemudahan memperoleh uang di internet. Plus sedikit sifat jaim hasil personal branding yang kaku.

Namun apa yang saya dapat dari acara silaturahmi blogger Surabaya kemarin sungguh di luar dugaan. Semua bayangan di atas tidak terwujud. Adalah mas Lutvi Avandi yang membuka mata saya terhadap konsep sederhana dalam bertindak.

Karena itu adalah perjumpaan pertama kali, saya sempat clingukan kesana kemari mencari mas Lutvi. Mana nih orang. Tidak disangka, justru mas Lutvi yang menemukan saya duluan. Sifatnya yang low profile dan apa adanya membuat suasana cepat akrab. Bahkan kalau saya perhatikan justru mas Lutvi yang banyak tertawa dibanding saya, Mas Arief, Mas Udin, Mas Iwan dan dua kawan lainnya.

 

 

Dan ngobrol dengan mas Lutvi ibarat kuliah gratis  ilmu netpreneur. Berangkat dari pemikiran sederhana, berpikir berdasarkan logika dan tak lupa memberi sentuhan ‘manusiawi’ dalam affiliasi CafeBisnis.

Salah satu hal penting adalah kreatifitas sebagai nyawa utama dalam menentukan arah laju bisnis online ke depan. Tidak perlu menyusun ebook setebal 300 halaman untuk menjadi pebisnis online. Cukup memahami keseluruhan niche dan menuliskan poin-poin utama dalam ebook.

Karena dalam prakteknya, sebagian besar ilmu justru ditransfer melalui praktek dan konsultasi via email atau chatting YM. Nggak percaya, cek PM saja sama beberapa founder bisnis internet.

Sebenarnya masih banyak manfaat yang saya dapatkan dari pertemuan 3 jam kemarin. Tapi nggak asyik dong kalau semua kartu dibuka sekarang. Pengalaman menimba ilmu di Royal Plaza akan saya bahas untuk catatan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *