Efek Keong Racun Dalam Blogging


Saat ini tengah heboh video lagu Keong Racun yang sedang menjadi trending topic Twitter dalam dua hari terakhir ini. Popularitas dua ‘pemeran’ lipsing keong racun, Sinta dan Jojo, cepat melejit. Bahkan bule-bule juga ikutan men-tweet hashtag #keongracun. Sontak saja kedua remaja ini berhasil menjadi selebritis baru dalam forum Kaskus.

Komentar di Youtube pun tidak kalah seru diikuti. Ada yang setuju ada yang mencela. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

 

 

Pertama kali membaca TT keong racun, pada awalnya saya menduga hal ini tidak lebih dari isu video skandal macam Ariel – Luna. Tapi siang ini mendadak teman-teman sekantor pada ribut ngomongin hal ini. Terdorong oleh rasa penasaran, akhirnya saya ambil break sebentar untuk sekedar browsing di internet.

Data yang saya dapatkan memang menarik. Menyanyi model lipsing dan karaoke memang menjadi salah satu kegemaran mereka berdua. Bahkan kalau saya telusuri lebih lanjut, masih ada beberapa koleksi video lain hasil kreatifitas dan jiwa narsisme mereka. Khas gaya ABG kota besar dengan limpahan teknologi yang mendukung pembuktian eksistensi diri.

Saya pribadi menilai hal ini bukanlah bentuk plagiat ataupun pelecehan karya seorang seniman. Jojo dkk bernyanyi lipsing hanya untuk kepentingan hiburan semata. Tidak ada motivasi komersil dalam pembuatannya. Senada dengan salah satu komentar di atas, video ini tidak lebih dari acara menyanyi di kamar mandi. Boleh bergaya senarsis-narsisnya.

Simbiosis Mutualisme Social Bookmark

Saya menilai justru munculnya video ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Baik Jojo maupun seniman yang terlibat di dalam pembuatan lagu Keong Racun. Setahu saya, lagu Keong Racun sudah dirilis sejak tahun 2008 tapi jeblok di pasaran alias kurang ngetop. Siapa sangka berkat kreatifitas dua gadis ini, lagu dangdut nge-beat yang pada awalnya berkonsep tarling tersebut jadi setenar lagu Cinta Satu Malam.

Ternyata, jadi ngetob itu gampang ya! Tinggal menguji seberapa besar nyali Anda untuk beraksi di depan kamera sambil dilihatin jutaan pengguna internet di dunia. Saya tidak tahu pasti apakah keduanya juga aktif ngeblog. Tapi yang pasti, tidak salah kalau saya menyebut bahwa setiap blogger adalah artis yang sedang beraksi di panggung blogosphere dengan gegap gempita penontonnya.

Anda pun bisa mencontek cara ini. Dengan catatan tahu konsekuensi yang didapatkan: jadi seleblogger dadakan. Asal bisa mengontrol diri, popularitas bisa menjadi senjata ampuh dalam melebarkan sayap di bisnis online. Semakin banyak orang yang berhasil Anda hipnotis melalui artikel blog, semakin besar peluang menjaring prospek potensial.

Bagaimana, sudah siapa beraksi ala Keong Racun?

One Reply to “Efek Keong Racun Dalam Blogging”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *