Blogging Bukan Segalanya, Tapi Segalanya Mungkin Terjadi Karena Blogging

Sholat Tarawih Pengganti Nge-gym di Fitness Center
Sholat Tarawih Pengganti Nge-gym di Fitness Center

Satu hal yang saya amati dari perkembangan blogosphere saat ini adalah ngeblog bukan lagi hal yang istimewa dan terkesan wah. Siapapun bisa ngeblog nggak peduli latar belakang, pendidikan, usia, gender, tujuan atau lokasi tempat tinggal. Bikin blog juga cepat, cukup 5 menit langsung bisa publish. Inilah yang menjadikan blogging tak ubahnya akun jejaring sosial. Hari ini bikin, besok lupa, lalu bikin lagi. Kalau nggak suka tinggal hapus. Bahkan konotasi baru yang saya dapat dari kata blogger adalah identik dengan spammer pemburu dollar yang rajin meninggalkan jejak link farm di tempat dia berada.

Mungkin ini bertolak belakang dengan tulisan saya tahun lalu yang berjudul Blogging Adalah Segalanya, Karena Itu Berbanggalah Menjadi Seorang Blogger. Tagline motivasi blogging mulai sekarang mungkin telah bergeser dari kedudukan awal. Saya nggak lagi mengharuskan pembaca blog ini bisa update artikel secara rutin. Biarlah semua berjalan menurut keinginan masing-masing. Toh, nanti akan ketahuan mana yang serius dan mana yang tidak. Rotasi nasib blogger terus bergerak. Ada yang menghilang ada pula yang datang. Ada yang baru membangun pondasi melangkah, ada pula yang sudah keburu mengibarkan bendera putih lambang menyerah.

Loh, kok jadi terkesan pesimis gini? What happen, brother? Sebenarnya saya nggak pesimis, saya tetap semangat menulis di blog ini, dalam jurnal Jombang Taste, artikel CafeBisnis dan sejumlah blog berbahasa Indonesia yang saya kelola. Mungkin lebih tepatnya jika saya katakan saat ini sedang menghemat nulis pernyataan kontroversi dan fokus pada menambah nilai diri. Kasarnya, saya mau lakukan praktek lebih banyak daripada mengumbar teori.

Kalau mau jujur, saat ini saya nggak butuh lagi popularitas. Saya sudah puas-puasin jadi seleb setahun belakangan. πŸ™‚ Ini saatnya lebih banyak melihat ke dalam. Bahkan jika blog ini sepi pengunjung dan nggak ada komentar pun nggak ngaruh. Saya akan tetap menulis hasil mengasah diri. Last but least, blogging bagi saya bukan segalanya. Tapi segalanya sangat mungkin terjadi karena blogging. Dari blogging saya punya banyak teman ngobrol dari seluruh Indonesia, bisa tatap muka dengan orang-orang hebat, dapat hadiah kontes, menunjukkan eksistensi diri, menghidupi diri dari menulis, dan banyak hal lain yang kalau saya sebutkan nggak cukup satu artikel 10.000 kata.

Anda bingung mencerna beberapa paragraf di atas? Sama dong. Yang nulis juga bingung. Hehehe. Intinya begini, sudah saatnya kita (khususnya saya yang nulis artikel ini) lebih banyak melihat ke dalam. Menulis artikel dan publish itu gampang banget, yang nggak mudah dilakukan oleh blogger adalah bagaimana kita mempertanggungjawabkan kepada diri sendiri. Ingat, kepada diri sendiri. Kalau buat orang lain sih gampang, kita kelabui dengan pernyataan pembelok juga bisa. Mereka nggak selalu tahu apa aktifitas kita. Kita bilang beres meski aslinya kacau kan mereka nggak tahu. πŸ™‚ Who knows.

Bagaimana dengan Anda? Bagaimana Anda melihat kemajuan dunia blogging di Indonesia? Apakah sama dengan yang saya pikirkan?

52 Replies to “Blogging Bukan Segalanya, Tapi Segalanya Mungkin Terjadi Karena Blogging”

  1. yah, kurang lebih sama kayak mas Agus, ngeblog bukan lagi hal yang istimewa buat saya. Meski dari tahun ke tahun gak pernah update,hehehe…

    satu hal yang membuat saya ngotot blogging adalah untuk mengasah kreatifitas saya, melalui tulisan, kode-kode WP, semoga…

  2. Super sekali…

    “Menulis artikel dan publish itu gampang banget, yang nggak mudah adalah bagaimana kita mempertanggungjawabkan kepada diri sendiri”

    Kita sering lebih mudah melihat orang lain daripada diri sendiri.. Sangat bijak sekali jika kita lihat diri sendiri baru melihat orang lain. Meskipun kita sudah melihat diri sendiri dan pada kenyataannya memang lebih baik dari orang lain, mengkritik orang lain tanpa diminta oleh orang lain tersebut rasanya terkesan menggurui.. hehe…

    Siap laksanakan komandan blogger

  3. bener sekali, mas. saya setuju. percuma kita nulis hal yang bagus dan bermanfaat kecuali tutorial kali ya πŸ™‚ tapi dalam prakteknya kita jauh dari apa yang kita tulis itu sendiri. ngeblog memang bukan segalanya tapi di dalam ngeblog kita mendapatkan sesuatu yang berharga.

    1. kalau tulisan tutorial memang dibangun di website khusus tutorial sih relatif lah menurutku. itu kan sebagai bentuk media sharing secara umum. tapi hal yang berbeda kalau tempatnya di blog pribadi. mau nggak mau orang akan menganggap semua yang tertulis adalah hasil pengalaman pribadi kita. πŸ™‚

  4. Setuju Mas…
    Pertanggungjawaban moral dari apa yang kita tulis itulah yg kadang dilupakan, termasuk oleh saya…
    Nulis dan publish sangat gampang. Kepepetnya toch bisa copas.
    Tapi tanggung jawab moralnya?
    Salam!

  5. Bisa menulis itu anugerah,mas. Tidak semua orang mampu dan mau melakukannya. Dan Anda telah memilikinya saat ini. Keep writing & sharing. Sukses selalu

  6. Koreksi ke dalam. Pesan moral yang sangat layak diterapkan oleh semua penulis blog. Salah satu maknanya yaitu berusaha mempraktekkan apa yang ditulis (termasuk tutorial maupun sekedar anjuran). Dalam makna lainnya yaitu berusaha menulis seobjektif mungkin, terutama ketika menyajikan argumentasi yang berpotensi menuai kontra. Jika perlu, berikan bukti-bukti yang otentik/akurat sebagai dasar. Jadi kita tidak asal mengeluarkan argumentasi atau kesimpulan. Ah, saya sendiri kadang masih belum bisa melakukannya dengan baik πŸ˜‰

    1. butuh supplier kaca, mas? hehehe…

      artikel terbaru mas Tony tentang kritik dan saran sudah bagus kok mas. paling tidak mas Tony sudah membuka pintu lebar-lebar untuk menerima kritik dan saran dari pengunjung blog. meski nggak semuanya kritik beneran, ada juga yang asal komentar. πŸ™‚

  7. mungkin butuh pencapaian lain mas, coba mas target buat buku, motivasi blogging, saya rasa itu project yang bagus, karena belum ada yang buat dan kapasitas mas sebagai penulis blogger dan motivator gak diragukan kok. hehe, saran saya sih begitu.

    1. aduh, ini dia tamparan yang hebat. dari dulu sudah pengen menerbitkan buku. tapi ya gitu, sampai detik ini belum terlaksana dalam tindakan. hehehe. tapi sampai kapanpun saya akan terus berusaha, masak kalah sama anak kecil yang bisa nulis novel 300 halaman.

      1. hehe, iya mas, musti action. hehe, emang kualitas perlu, tapi mikir kesitu mulu gak jalan2 ntar, harus di lakukan dulu, klo gak diterima penerbit kan ada evaluasi, siapa tau di penerbit lainnya terbit. hehe, jadi bisa saya tunggu bukunya mas di toko buku. hehehe.

  8. Blogging juga bukan segalanya bagi saya (caile.), tapi saya masih butuh popularitas (jujur !). Sebisa mungkin apa yang saya sajikan di blog dapat dicerna oleh pengunjung, tidak perlu ditelan bulat-bulat tapi dikunyah sedikit demi sedikit biar apa yang dirasa dapat dinikmati…he..he..he…

    Tapi ada yang menjadi kelemahan bagi saya, saya susah untuk menulis dan mencari ide jadi terkadang update blog tidak bisa rutin. Yahh, biarlah berjalan apa adanya saja..

    Sedikit pertanyaan :

    Latar belakang rumput hijau maksudnya apa ya Mas?
    Navigasi atas jadi kurang terbaca jika link tidak disorot.
    Area komentar terlalu lebar, sehingga pergerakan mata saya harus bergerak ke kiri dan ke kanan untuk membaca komentar.

    1. Kenapa saya pakai rumput hijau? Pengen aja. Saya orangnya gampang bosan kalau lihat tampilan yang itu-itu saja. Hehehe.
      Oke deh, link navigasi dan lebar kolom komentar saya cari dulu kodenya (kemarin sudah saya cari tapi belum ketemu πŸ™‚ )

  9. hmm .. tulisan yang sangat menarik , maaf tidak bermaksud menggurui tapi saya melihat kejenuhan dari seorang yang sudah mencapai puncak , mungkin segala target pribadi sudah tercapai , kalau boleh saran mungkin buat target baru aja yaitu MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN , karena menurut saya dengan membahagiakan orang lain tidak akan ada puasnya selalu merasa masih ada orang lain yang belum terbahagiakan ….

    maaf sekali lagi saya cuma orang yang membutuhkan share positif dari orang terbaik , apalagi saya cuma blogger pemula yang belum banyak pengalaman …

    1. yup, komentar mas Surya ada benarnya. sejujurnya saya mulai jenuh dengan pergaulan blogger. nggak tahu kenapa saya merasa blogger sekarang sudah berbeda dalam menyikapi hubungan antar personal. bukannya saya pengen melawan waktu dan balik ke masa lalu, tapi saya menilai nggak ada gunanya basa-basi jaman sekarang.

  10. ngeblog buat saya utk kesenangan sekaligus mengasah kemampuan untuk menulis, mempelajari kode2 dan mencari hal2 baru utk dipelajari!

  11. Baru pertama bertandang ke sini tapi sudah cukup tersentak dengan isi tulisan di atas.
    Saya juga merasakan hal yang sama bahwa mutu/tujuan blog sendiri jadinya menurun.
    Saya sempat merasakan kesepian ketika cukup banyak teman blogger “menyerah” dan tidak melanjutkan blognya.
    Otomatis juga tidak blogwalking ke tempat saya. Atau membuat komunitas sendiri.
    Saya merasa ditinggalkan. Untung saya masih punya pembaca setia yang kerap menanyakan posting baru apa, atau justru mengeluarkan ide-ide yang bisa ditulis. Sampai akhir tahun lalu saya bertekad untuk kembali ke tujuan pertama saya ngeblog yaitu untuk membagikan informasi dan menulis kenangan (sejarah) bagi diri sendiri. Mau ada yang komentar syukur kalau tidak…. ya sudah (meskipun sedih).
    Karena banyak pula yang membaca tanpa meninggalkan komentar.
    Sudah hampir 3 tahun umur blog saya yang open public (6 tahun sejak mulai ngeblog), dan tetap saya harus memecut diri saya untuk kembali pada tujuan saya semula. Membagi informasi dan menuliskan kenangan (sejarah) bagi diri sendiri.

    salam kenal ya pak.

    EM
    imelda coutrier

    1. Salam kenal juga Bu Imelda…

      Pasang surut dalam blogging adalah hal yang tak bisa dihindari. Kita pun nggak bisa menentukan hasil seleksi alam blogosphere tentang siapa saja yang lolos dan bisa tetap eksis menulis. Semua kembali kepada tujuan masing-masing orang. Meskipun saya sudah berulangkali memberi support kepada seseorang, tetap saja hasil akhirnya nggak banyak pengaruh. Energi internal masing-masing penulis blog lebih banyak menentukan kelanjutan karir blogging daripada energi eksternal dari lingkungan.

      Makasih kunjungannya. πŸ™‚

  12. Insya Allah Mas Agus, saya pun akan berusaha untuk bisa mempertanggungjawabkan setiap kalimat yang saya goreskan di atas kertas maya ini πŸ™‚

  13. Mungkin hal inilah yang saya lakukan sekarang ini mas, kurang memperdulikan kunjungan ke blog tetangga dan lebih memperhatikan blog sendiri sekaligus pondasi bisnis yang coba saya bangun (akibatnya traffic blog ikut-ikutan menurun drastis)… But asalkan bisa tetap menikmati aktifitas blogging dan tidak pensiun dini, enjoy aja..
    Saya juga sempat heran dengan beberapa blogger yang mempublish artikel berbau motivasi, eh dia sendiri ngga melakukan seperti apa yang ditulisnya…..

      1. ya tidaklah bro, ada kok blogger/IM lain yang begitu… Dulu ada seorang blogger (IM) yang terus memotivasi saya soal blogging, eh sekarang malahn dia yang sudah tidak ngeblog lagi

  14. I have been surfing online more than 3 hours today, yet I never found any interesting article like yours. It is pretty worth enough for me. In my view, if all web owners and bloggers made good content as you did, the web will be a lot more useful than ever before.

  15. Good post. I study something more difficult on totally different blogs everyday. It would always be stimulating to learn content material from other writers and practice just a little something from their store. I’d favor to use some with the content on my blog whether you don’t mind. Natually I’ll offer you a hyperlink on your web blog. Thanks for sharing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *