Bloggingtainment: Ngeblog Tidak Harus Serius

Saat saya telusuri dalam Google, belum ada artikel yang nembak keyword bloggingtainment. Jadi, mengapa nggak saya angkat kali ini…

Sesuai asal muasalnya, kata bloggingtainment berasal dari penggabungan dua kata: blogging (aktivitas meng-update artikel melalui blog pribadi) dan entertainment (hiburan).

Kalau digabungkan, bloggingtainment kurang lebih berarti kegiatan meng-update artikel blog pribadi dengan tetap menyisipkan hal-hal yang menghibur pengunjung blog.

Hal yang bisa menghibur itu apa saja? Banyak kok. Bisa berupa artikel dengan lelucon-lelucon segar, acara becanda melalui nested comment, atau bisa juga artikel salah paham antar blogger. Pokoknya semua tulisan yang bisa membuat pembaca tertawa dan pikiran jadi fresh bisa dimasukkan kategori ini.

Seberapa penting menyisipkan hal-hal menghibur dalam blog?

Tidak ada ukuran pasti kapan kita harus serius kapan harus sedikit rileks. Namun, yang harus diketahui seorang penulis artikel adalah tidak semua pengunjung blog bisa menyerap informasi yag disajikan dengan tulisan serius.

Ada kalanya orang lebih suka artikel ringan, bahasan renyah, tidak membuat kepala spaneng dengan tetap meninggalkan manfaat di akhir acara blogwalking.

Namun yang perlu diwaspadai, meski menghibur harus tetap ada batasan. Diantaranya:

1. Tetap menghargai privasi orang lain.

Jangan sampai mengekspresikan faktor entertainment sampai kebablasan dan menimbulkan konflik dengan blogger lain. Bentuk pelanggaran privasi yang sering saya jumpai adalah mengikutsertakan kekurangan fisik, perbedaan SARA dan latar belakang kehidupan dalam sebuah diskusi.

Kalau sudah begini, bukan bloggingtainment lagi namanya. Tapi bloggingberantem…

2. Tidak merusak proses branding yang telah dibangun.

Dalam kasak-kusuk pertemanan antar jurnalis, dikatakan bahwa wartawan yang kerjanya mencari gossip artis adalah wartawan kelas lebih rendah dibanding yang bertugas di istana negara, meliput berita di negara konflik ataupun mengabarkan info terkini dari event olahraga multinasional.

Terlepas benar atau tidaknya hal tersebut, saya berpendapat dalam hal blogging, tulisan bloggingtainment dengan isi curhat dan pengalaman pribadi bisa beresiko merusak branding yang sedang berjalan. Apa jawaban Anda kalau salah satu pengunjung setia blog berkata: “Mas X sekarang kok suka ngegosipin tetangga ya, kayak ibu-ibu PKK…”

Nah lho…

Jadi, gimana nih, penjelasan dua hal di atas kok saling berlawanan.

Selalu ada pilihan dalam hidup. Sekarang kita kembalikan kepada karakter penulisan masing-masing orang. Jika selama ini tulisan Anda sudah cukup membuat pembaca tersenyum santai, berarti Anda tidak butuh penjelasan artikel ini. Kan dari sononya jiwa Anda sudah entertain banget.

Sebaliknya, yang sudah terbiasa menulis dengan berapi-api dan semangat 65, tidak ada salahnya sedikit calm down sejenak.

Selamat mencoba. Resiko ditanggung penumpang.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

11 thoughts on “Bloggingtainment: Ngeblog Tidak Harus Serius”

  1. Saya setuju untuk selalu ada unsur entertainmentnya, apalgi tulisannya tidak harus selalu serius-serius amat…. ya seperti blognya MH (sang juragan paypal) :cendol :cendol :cendol

    Kadang unsur yang bersifat menghibur sering dilupakan oleh para blogger, sehingga blog nya isinya serius banget…..

    Mungkin lain kali bro agus siswoyo bisa juga membuat tulisan yang nggakak… gimana bro? :malu2 :malu2

  2. yup.. bener banget.. ada kalanya harus sedikit calm down.. ^^ untuk memberi nuansa berbeda pada blog, tanpa harus lari dari konsep utamanya..

  3. Ada kalanya kita harus serius dan ada kalanya juga sedikit berkelakar.. karena dalam hidup ini semuanya harus seimbang mas… yang penting tahu batasan batasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *