Untung Rugi Dualisme Blogger dan Fesbuker

Sejak memakai layanan internet unlimited, saya merasakan kebebasan bersosial di dunia maya tanpa perlu memusingkan tagihan internet. Saking asyiknya, saya jelajahi sebagian besar social bookmark yang ada saat ini.

Dan ujung-ujungnya, beberapa waktu lalu mas Rudy Azhar komplain kepada saya. “Akhir-akhir ini mas Agus kok sering online di Facebook ya?” Terima kasih kepada mas Rudy atas atensinya dan menjadi teman bertukar pikiran. Walau sering tidak sepaham dalam beberapa hal. :D

Dari situlah ‘terbongkar’ kecenderungan aktivitas saya di¬† internet. Khususnya antara Facebook dan blogging. Seperti kebanyakan¬† netter, pada awalnya saya adalah fesbuk addicted. Setiap jam dan menit, bawaannya ingin update status melulu. Sampai-sampai budget pulsa naik dua kali lipat.

Namun seiring berjalannya waktu, saya terpikir untuk mulai aktif ngeblog di WordPress berbayar. Sejak saat itulah saya mulai mengurangi porsi update status kacangan. Kalimat-kalimat yang muncul di Fesbuk saya usahakan masih berhubungan dengan blog ini.

 

Facebook dengan jutaan akun yang masih aktif adalah media yang tepat membentuk personal branding. Karena seperti kata pepatah, mulutmu adalah harimaumu. Apa yang tertulis di wall adalah cerminan siapa diri kita. Pujian, ucapan syukur, kritikan dan segala bentuk ungkapan hati dapat menunjukkan siapa diri kita.

 

Oleh karena itu, alangkah bijaknya bila kita bisa mengontrol kalimat-kalimat yang tertulis. Baik dalam update status maupun menjawab komentar teman. Meski tak jarang kita mendapat kritikan tajam, nikmati semua hal tersebut sebagai salah satu cara menunjukkan nilai branding kita.

Jadi, mau terbawa emosi atau just calm down dan menjawab dengan kepala dingin, semua ada konsekuensinya. Kalau menuruti amarah yang tak terkendali, sama saja dengan menggali kubur sendiri. Ingat kasus Luna Maya yang membuat pernyataan kontroversi di Twitter-nya? Seperti itulah gambarannya.

Sebaliknya, jawaban yang diplomatis dan mengedepankan akal daripada okol akan lebih diterima siapapun yang sedang ‘bertikai’ dengan Anda. Tahu nggak, Pak Susanto Jombang yang gambarnya ada di screen shoot di atas pada akhirnya meminta maaf lewat inbox saya. Padahal saya update status Facebook nggak sambil bawa golok. :D

Saran saya, jangan lari atau mendiamkan saja saat ada orang lain yang komplain terhadap status Anda. Karena kalau diam saja, hal itu bisa jadi menunjukkan kelemahan kita yang sebenarnya kita tutup-tutupi. Dengan menghadapinya, satu ketakutaan telah kita kalahkan.

Bagaimana dengan Anda, pernah update status yang bikin geger fesbuker lain?


93 thoughts on “Untung Rugi Dualisme Blogger dan Fesbuker

  1. memang saya melihatnya ada semacam "kekacauan" mas Agus.

    Maksudnya begini,

    benturan antara blogger dan user umum di facebook. yang notabene facebook + blogger punya kawan-kawan lama yang bukan blogger. disini tentu tidak terbaca olehmereka apa maksud di balik update status seorang blogger yang salah satu tendensinya adalah traffic dan juga branding. mereka tidak menyadari "Perubahan" yang seharusnya terjadi. mereka melihat kita (blogger) seperti manusia yang tidak bisa berubah. disinilah yang saya lihat ada sedikit kekacauan. h he he he

    1. artikel mas agus mulai lahir dari kejadian sehari2.. ternyata cari ide nulis blog tuh gampang banget yah?

      1. Kalau mas Hengky bergelar 'Blogger 5 menit', saya sih baru berani 'Blogger 20 menit' aja mas. Hehe…

        Seperti inilah gaya penulisan saya. Saya berbagi pengalaman dengan teman-teman. Sebisa mungkin posting yang tampil adalah hasil kejadian nyata yang saya alami. Tidak direkayasa ataupun mengadopsi kisah orang lain. Pada akhirnya saya bisa menghayati tulisan dan enak dibaca pengunjung.

    2. Komentar mas Fadly nggak salah. Mereka yang tidak kenal secara personal dengan kita, pada umumnya tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan pemikiran kita. Setelah sekian lama nggak ketemu, tahu-tahu kita sudah membahas ebooks, paypal, affiliasi, dollar dan lainnya.

      Sebagai situs pertemanan, pada umumnya user log in untuk mencari teman. Sedangkan kita bukan hanya mencari teman, cari uang juga kan :D . Singkat kata, kita dan mereka berbeda kepentingan di Facebook.

      Justru dengan adanya sedikit miskomunikasi ini, saya pribadi tertantang untuk lebih mengekspos kehidupan di blogosphere. Semoga 'kekacauan' ini tidak menimbulkan huru-hara. :P

      1. Menjembatani 2 hal ini, saya balance saja mas agus. Kadang update bout my daily activity kadang bout blog.

        Yg jarang adalah langsung blak2an soal bisnis. Krn yaitu tadi, jutaan org join di facebook awalnya just for a friendship, not business.

        Dari teman akrablah. Kenali pribadinya dan jadikan partner bisnis.

        Hasilnya?

        Jadi banyak yg mulai penasaran dgn blog saya, trus bisnis online juga. Kalau udah gitu, tinggal arahkan aja join di free newsletter saya.

  2. fesbuk utk cela-celaan sm temen alumni SMA aja.. dan untuk promosi blog. kalo blog ya untuk ngobrol seputar bisnis online hahahaha

      1. Diawali dengan pertanyaan, Mas, gmn agar yg muncul foto saya di comment?

        Selanjutnya, kemarin pas mampir, masuk juga ke "Rumah Baru" nya, koq, gak kecek ya, sapaan saya.

        Tentang posting ini, klo cercaan pada comment belum pernah ada, paling juga ketika comment di dinding orang/grup, ketika ada link nya, baru ada comment.

        Salam YAKIN SUKSES untuk semua…

        1. Foto profil saat meninggalkan komentar bisa dibuat di gravatar.com

          Selamat kalau belum pernah kena kritik. Tapi itulah seninya mas, nggak enak kalau ngeblog nggak punya musuh/kompetitor. Hehehe…

          1. Kalo dlm blogging, ada sich complain dsb. Juga dalam FB. Trus, ttg comment-nya, ada bbrp pertimbangan saya belum pindah ke wordpress. nanti saya bahas di posting saya. Thx. Semoga sukses.

            Salam YAKIN SUKSES !!!

    1. setuju nih dengan fungsi fesbuk untuk cela-celaan.tapi untuk blog saya beda pendapat,soalnya saya belum punya bisnis online yang sesungguhnya hehe

  3. yup bener

    ngisi status kadang bikin blibet

    maksud hati mo bercanda eh ditanggep srius

    mo srius eh… di komen bercanda

  4. he..he..he.. barusan saya update status yang bikin geger fesbuker lain ada beberapa yang komplain juga sih, malah gara-gara saya nulis di wallnya jadi timbul ide buat postingan di blog beliau (asal jangan isin-isinin saya aja) he..he..he..

    Apakah menurut Mas Agus cara seperti itu salah?

    1. Saya pribadi nggak mempermasalahkan kalau ada teman yang pakai wall saya untuk numpang promosi produknya. Sepanjang tidak menyinggung SARA dan bebas konten pornografi.

      Bagi yang berminat jadi co-writer blog ini, silahkan register di kolom META di samping kanan. :D

  5. salah paham itu sih bisa aja terjadi dimanapun, nggak di kehidupan nyata maupun online. yang penting pintar-pintarnya kita aja memilih cara terbaik dalam berkomunikasi.

  6. Menurut saya dikembalikan ke tujuan awal kita mas … slagi memberi manfaat untuk orla yang pikir asik-asik saja …

    1. Sayangnya, definisi kata 'manfaat' sendiri kurang jelas dan bersifat relatif. Bermanfaat bagi satu orang, belum tentu bagi yang lainnya.

      1. dulu sebelum ngeblog di online business story, hampir setiap saat, saya update status di fb. sekarang hanya sekali-kali saja. Dan kebanyakan behubungan dengan aktifitas blogging dan bisnis online. Kalaupun ingin menawarkan bisnis, sebisa mungkin tidak secara frontal langsung menawarkan bisnis.

        Salam Kreatif,

        Octa Dwinanda

        1. Membombardir pembaca dengan berbagai penawaran hanya akan membuat mereka berlari.

          Mungkin dia berpikir: “Baru pertama ketemu masak langsung ngajak join?”
          Langkah pertama tentu menumbuhkan kepercayaan. Setelah itu terserah Anda…
          :shakehand2

  7. Wah jadi serba salah ya mas… banyak pengguna fesbukiyah yang bukan blogger, so mereka awam sekali dunia blogging kita , dan mereka adalah pengguna internet pasif, mereka itu hanya konsumen blogger spt kita ,

    smpyn juga harus men sekat dan memilah harus ada garis pembatas antara keduanya. kita blogger ' subyek ' dan mereka ' obyek' ….. so kita musti bijaksana dalam hal ini. karena mereka awam ;(

    tapi apapun itu kalo dualisme masalah istri pasti tetap menguntungkan dan menyenangkan :)

    1. Hahaha…
      Poligami maksudnya? Saya sih tetap berpandangan ‘one on one’.

      Bijaksana dalam update status fesbuk itu seperti apa ya mas? Apa kita harus membatasi jumlah update per jam-nya?

  8. Walah ternyata demam fesbuk juga ya mas?

    kalau saya sih jadi penonton status orang aja dech, tukang komen…

    kalau bikin status sendiri ya jarang juga…hehehe

  9. Oia, Mas, sekalian berbagi info, blog saya sekarang domainnya sudah memakai dot com. Bagi yang berkenan backlink, atau yang sudah backlink, jika berkenan menggantinya dari http://andriwiyasa.blogspot.com ke http://andriwiyasa.com

    Mudah2n dengan domain baru ini lebih menyemangati saya untuk fokus dengan bisnis internet marketing ini.

    Untuk hostingnya, sementara tetap memakai blogspot, karena untuk fokus mendalami wordpress, masih bentrok dg pekerjaan offline.

    Mohon doanya jg, mudah2n proses penyelesaian kuliah saya bisa lancar.

    terimakasih untuk semua.

    Salam YAKIN SUKSES !!!

  10. wah..saya suka sekali jawaban anda atas komentar di FB tersebut, mas..

    kesannya elegan, berkelas dan cerdas…sementara orang lain mungkin akan menjawabnya dengan penuh kemarahan, yang akhirnya akan menjadi adu mulut tanpa akhir….

    Mantap :)

      1. Ya, semua ada pilhannya. Mau yang simpatik atau dibikin rumit, terserah kita. Asal kita tahu konsekuensi yang akan ditanggung.

  11. mmm saya sudah lama jarang update status di FB so sepertinya gak perna deh bikin geger karena soal update status, selain itu juga saya sangat teliti untuk mengapprove jika ada yang mengadd, kalo seandainya saya tidak kenal sama sekali langsung saya tolak walaupun gambar yang tepampang bening-bening.

    1. Wah, nggak baik nolak pertemanan mas. Karena salah satu kunci sukses bisnis internet adalah jaringan (link). Semakin luas jaringan Anda, semakin besar kemungkinan suksesnya.

      Percaya deh. Banyak teman, banyak rejeki. :D

    1. Dari awal saya ketemu mas Andik di blog ini kok bilang Wong Ndeso terus. Diperparah lagi dengan 'merendahkan diri' seolah jadul banget. Nggak salah tuh mas pilih imej begitu?

  12. saya pernah menulis di blog saya mengenai dampak negatif facebook…….wow respons nya variatif mas. kalo saya pribadi nggak suka facebook ( walau saya punya akunnya ). i love blogging

    1. Blogspotnya sudah online nih. Selamat ya…

      Tapi kolom komentarnya bermasalah tuh mas. Word verification-nya perlu diperiksa ulang.

  13. pro kontra memang sering terjadi…cuman bagaimana kita mengambil sikap dlm menghadapi nya. kadang memang perkataan/tulisan yg kluar dr FB lain tidak enak dibaca,dan kalau kita membalasnya dgn cara yg sama akhirnya yahh perang tulisan di FB :). saya suka dgn gaya mas dlm menanggapi pertanyaan/kritik mereka :)

    1. Saya belajar dari beberapa teman di blogger tentang personal branding, semoga membawa manfaat bagi yag lain.

  14. kalau saya sich paling malah digosipin, gara-gara misalkan saya nulis sesuatu yang jadi terlihat seperti orang songong…hahahaha

    kalau saya sich, keselnya dari fesbuk…ngelatih orang jadi maen lewat belakang mas Agus… gitu…

      1. hahaha, artis yang suka ngomong ngejeplak mas…. kalau di dunia nyata, saya seperti mas hengky mas… ( lah sapa yang nanya ya ??? !!! )

  15. buat saya fesbuk hanya untuk mencurahkan emosi sesaat.dan itu sangat jauh dari fungsi blog yang menurut saya lebih menggunakan hati dan pikiran untuk mengupdatenya

    1. 'Money oriented' banget nih mas Made. Hehehe…

      Padahal fesbuk bisa jadi tempat mencari traffic blog juga.

  16. sebenarnya facebook dapat dijadikan satu dengan blog. jadi apa yang terjadi pada blog akan langsung terupdate pada facebook dan sebaliknya. sebagai referensi problogger.net

    1. bisa langsung ke twitter juga, tapi kemarin gak kita gunakan, karena masih sibuk urusan offline khawatir gak bisa handle so applikasi fb aja yang kita pake..

    1. Ya seperti itulah…

      yang sering terjadi kan justru orang bebas mengumpat, misuh dan memaki kalau nggak suka status fesbuker lain…

  17. mungkin itu hanya orang iseng yang pengen cari popularitas di wall mas agus… makanya sering komentar yang hot hot…

    1. Bisa dibilang saya selektif menampilkan tulisan di wall Fesbuk. Kalau tidak berhubungan dengan blog ini, saya lebih suka menghapusnya. Apalagi tulisan yang sengaja diposting bermuatan pornografi dan kata-kata kasar. Sikat habis…!

  18. twittermu harimaumu, facebookmu harimaumu, blogmu harimaumu…

    sudahkah kita bersopan santun di social media hari ini?

  19. memang tidak selamanya status kita di FB mendatangkan kesenangan, terkadang juga sindiran bahkan sampai cacian. Namun bersyukurlah mas Agus bisa menjalaninya dengan sabar, semoga semakin banyak angin yang menerpa semakin kokoh kita berdiri.

  20. This is very interesting, You are an excessively skilled blogger. I’ve joined your rss feed and look ahead to seeking more of your fantastic post. Additionally, I have shared your web site in my social networks!

  21. Hey! This is my first comment here so I just wanted to tell you that I enjoy reading your articles. Can you recommend any other blogs/websites/forums that go over the same subjects? Thanks for your time!

  22. Wow that was unusual. I just wrote an very long comment but after I clicked submit my comment didn’t appear. Grrrr… well I’m not writing all that over again. Anyways, just wanted to say superb blog!

Leave a Reply