Heavenly Assets for Blogger: 4 Karakter Yang Wajib Diteladani

Written by: Agus Siswoyo in Collaboration with Teguh Handoko Susilo

Berangkat dari pemikiran awal bahwa semuanya berawal dari nol, semuanya berawal dari metafisik. Sebagaimana kejadian alam semesta dimulai dari proses samawaat barulah aradh. Begitu pula seorang blogger yang fokus pada pembentukan personal branding yang berkualitas, sebagai prosedur awal kejadian alam semesta diri untuk menapaki langkah menunjukkan eksistensi diri lebih lanjut di jagad blogosphere. Baik untuk tujuan profit maupun non-profit.

Setelah branding terbentuk, lantas apakah telah selesai perjuangan ngeblog seseorang? Tidak. Selanjutnya seorang blogger diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai seorang pemimpin yang diutus untuk turut membenahi kondisi yang carut marut, menyembuhkan yang sakit, menghidupkan yang mati, baik dari unsur alam maupun manusia.

Sejalan dengan modal dasar yang patut dimiliki setiap blogger, patut Anda ketahui pula heavenly assets yang terkandung dalam praktek blogging sehari-hari. Sifat-sifat ini telah ada dalam setiap diri manusia, tapi karena satu dan lain hal, tidak semuanya mampu ditunjukkan dalam tindakan nyata. Apa saja sifat ini? Ini dia…

1. The truth

Blogger adalah lambang kebenaran, membawa nilai-nilai kebenaran dalam pola pikir, rasa, sikap serta tindakan, karena dia akan menyampaikan nilai-nilai kebenaran itu agar dapat DITERIMA. Tentunya nilai-nilai kebenaran ini sesuai dengan profesionalisme-nya masing-masing. Istilah keren daripada ‘the truth’ ini adalah shiddiq.

Hal ini berlaku tidak hanya kepada blog kategori diary online dengan ciri khas aneka artikel curhat, tapi juga blog pribadi yang publikasi artikelnya mengambil segementasi hobby, pengembangan diri, kesehatan, kuliner dan segmentasi lainnya.

2. The trust

Blogger harus mampu meyakinkan pengunjung, bahwa dia adalah orang yang bisa dipercaya untuk menempatkan harapan. Harapan bagi yang sakit agar sembuh, harapan bagi yang sudah mati semangat agar dapat hidup kembali. Blogger harus mampu membuka hati pengunjung, bahwa dialah “the trust” bisa dipercaya sebagai tumpuan harapan. Istilah kerennya the trust adalah amanah.

Mungkin bagi seorang newbie hal ini terlihat sebagai pekerjaan yang maha berat. Tapi bukan berarti tidak bisa kan. Membangun kepercayaan pengunjung memang memerlukan waktu. Anda dapat memulainya dengan menjaga kestabilan frekuensi publikasi artikel, menambah wawasan dari berbagai referensi terpercaya dan aktif berkomentar secara cerdas di blog yang banyak pengunjungnya.

3. The controller

Blogger harus memiliki profesional competence yang mumpuni, dia tahu segmen para pengunjungnya, dia faham kubur pengunjung (kubur = mesin fisik/metafisik para pengunjung), sehingga blogger dapat memberikan apa yang dibutuhkan, dapat memberikan motivasi agar hatinya membuka diri untuk menerima nilai-nilai kebenaran (the truth) yang ia sampaikan.

Bagaikan seorang pemimpin di tengah-tengah umatnya, blogger pun mempunyai power untuk menegur, memberikan sanksi, atau memberikan reward pada pengunjung. Istilah keren the controler adalah fathonah.

Dalam prakteknya, seringkali kita jumpai aneka pujian, kritik, saran, review, testimoni dan aneka ragam bentuk interaksi antar blogger. Hal ini tidak lain semata-mata sebagai bentuk kontrol sosial di dunia maya yang tidak lepas dari sifat humanis seorang blogger.

4. The Deliverer

Blogger harus memiliki keikhlasan untuk MENGHANTAR para pengunjung secara tuntas dari gelap ke tempat terang, dari bodoh menjadi cerdas, dari frustasi menjadi optimis. Begitupun dalam menyampaikan setiap nilai the truth, haruslah tuntas.Jangan sampai seorang blogger membabar sebuah topik, ditengah jalan terputus, lalu ditinggalkan dan pindah topik lainnya.

The deliverer, inilah tugas seorang blogger yaitu mampu menghantarkan pengunjung sampai kedepan pintu gerbang kemerdekaan, ibarat orangtua menghantar anaknya sampai tahap menikah. Istilah keren the deliverer adalah tabligh.

Langsung praktek…

Bagaimana respons otak Anda setelah membaca uraian di atas? Apakah lantas menjadi beban berat di pikiran? Duh, mau ngeblog aja kok pakai banyak aturan ini itu. Sudah tahu fakir bandwidth dan koneksi lola, masih aja ditambahin aneka ceramah hingga berbusa-busa. Hahaha. I know what you’re thinking about. 😀

Oke lah… Sampai detik ini saya berkeyakinan bahwa setiap blogger memulai langkah menulis artikel dengan niat baik. Dengan harapan mendapatkan kemajuan dalam berpikir, berwacana, menunjukkan eksistensi diri dan berinteraksi dengan kawan blogger lainnya. Coba angkat tangan siapa yang waktu log in ke dashboard dengan tujuan mencari kesulitan diri? Tidak ada kan.

Nah, jika niat baik telah Anda miliki maka tidak ada alasan untuk tidak membawa nilai-nilai di atas ke dalam tulisan blog Anda. Mari berlomba-lomba menyajikan artikel yang berisi nilai-nilai kebenaran yang mampu memberi kontribusi nyata bagi dunia blogging Indonesia. Berbagi ilmu itu nggak pernah rugi kok.

Enjoy blogging, enjoy writing!

4 Replies to “Heavenly Assets for Blogger: 4 Karakter Yang Wajib Diteladani”

  1. Wah asik juga jika diambil korelasi nilai-nilai holistic dengan aktifitas blogging. Another good thought *thumbs up*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *