Manajemen Blogging Dalam Format PDCA

Artikel ini terinspirasi dari kegiatan meeting koordinasi Store Manager yang dilaksanakan perusahaan tempat saya bekerja beberapa hari lalu. Dalam salah satu sesi, saya harus menjadi pembicara dengan pembahasan Kendali Food Cost dalam Kerangka PDCA.

Apa itu PDCA? Ini bukan istilah baru dalam dunia manajemen. PDCA adalah singkatan dari Plan, Do, Check and Action. Seperti komentar Suara Kelana dalam artikel kemarin, PDCA sangat mungkin diterapkan dalam aktivitas update artikel blogging.

Bagaimana penjelasannya? Langsung kita bahas…

PLAN

Apakah menulis juga butuh perencanaan? Oh, jelas! Sejak awal menyentuhkan jari-jari di keyboard, kita harus sudah punya gambaran mau membahas apa. Kalau tidak, biasanya pikiran kita cenderung ngalor-ngidul nggak tentu arah.

Kalau nggak tergoda log in akun situs pertemanan, biasanya fokus pikiran lari ke situs ‘penyegar mata’. Celakanya, ‘gangguan yang menyenangkan’ ini tidak cukup satu menit dua menit. Bisa berjam-jam.

NB: Mungkin langkah pertama ini tidak berlaku bagi blogger 5 menit.

DO

Percuma saja jago membuat perencanaan kalau payah dalam eksekusi di lapangan. Di sinilah kemampuan sejati menulis dikerahkan.

Dari karakter penulisan yang resmi dan berapi-api, santai tapi nendang atau kombinasi kalimat renyah dengan motivasi menyentuh hati.

Termasuk kemampuan menghadirkan pembahasan panjang dan komplet. Karena tidak semua orang tertarik membagikan detail penjelasan dan grafik yang pendukung pemikiran.

CHECK

Dalam prakteknya, tidak semua tulisan berhasil menjadi hits dalam sebuah blog. Ada kalanya ide kita terbenam diantara para komentator yang lebih tajam mengulas tulisan dari berbagai sudut pandang.

Atau bisa juga kita salah memilih topik pembahasan. Berusaha terlihat the best di bidang yang sebenarnya masih asing bagi dalam perjalanan karir penulisan.

Tidak masalah. Selama kita mau check and re-check langkah yang telah diambil, selalu ada kesempatan memperbaiki kualitas content.

ACTION

Bukan maksud ikutan latah demam klub mister eksyen lalu saya menulis artikel ini. Action yang saya maksud adalah tindakan nyata untuk memperbaiki kelemahan yang telah kita temukan dari tahap di atas.

Action ini yang membedakan penulis hebat dengan penulis biasa-biasa. Mereka yang selalu berorientasi pada action berpeluang sukses lebih besar daripada  yang menulis hanya sekedar update artikel blog semata.

Dari action ini akan terlihat visi dan misi utama seorang penulis yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi alam berpikir pembacanya.

Maka saya sependapat saat mas Arief menuliskan artikel Manajemen Posting Artikel Blog dan menyajikan langkah detail yang membantu kita dalam mengatur publikasi artikel.

Proses di atas berkelanjutan dan saling terkait. Bila kita bersedia sedikit putar otak untuk menjalankannya, saya yakin content yang berkualitas bukanlah impian semata.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Mari terus berkarya!

30 Replies to “Manajemen Blogging Dalam Format PDCA”

  1. wah..penjabaran yg mantap skali, minimal inilah alatnya kalo ingin meningkatkan kualitas blogging

    seperti kebanyakan penerapan manajemen di negara kita, cek dan action nya yg terasa masih kedodoran (contohnya saya )

    makasih udah disenggol…

  2. sip bener. Prinsip-prinsip manajemen kalau diterapkan di gaya kerja blogging, nyambung banget tuh.

    Makasih sharingnya mas agus, mengena banget nih.

  3. mantab nih, makin lancar aja ngeblognya. kok bisa terlintas ide ya, dari meeting di pasuruan bisa nyambung di dunia internet.

  4. Mantap, saya suka poin 'blog 5-menitan" kalo udah pindah ke jendela FB, susah buat balik lagi… hakhakhakhak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *