Masih Perlukah Copy-Paste Artikel?

Sudah hampir setahun saya menjalani aktivitas ngeblog. Mungkin sudah ratusan blog saya kunjungi. Ada blog yang sukses dengan limpahan komentar. Ada juga yang ‘berhasil’ menjaga angka satu alias sendirian, tidak ada tanda-tanda kehidupan…

Saya pikir, salah satu penyebab sepinya blog adalah kebiasaan melakukan copy-paste karya orang lain.

Jelas saja orang malas berkunjung ke blog kita. Misalnya, saat buka halaman utama langsung muncul judul artikel pasaran.

5 Tips Mencapai bla… bla… bla…

3 Langkah Mendapat bla… bla… bla…

17 Syarat Syah bla… bla… bla…

Saya merasa geli sendiri bila baca judul posting seperti itu bisa muncul di blog seorang newbie. Pasti tuh newbie sudah pengalaman banget. Hehehe…

Bisa-bisa komentar pertama yang muncul adalah kalimat “Wah, aku sudah pernah baca artikel yang beginian, males ah lanjutin…!”

Dan, anda bisa tebak kelanjutan nasib blog tersebut. Saya menjamin umurnya tidak akan lama. Google akan segera menindak dengan tegas terhadap plagiasi. Pembaca pun akan malas dan nggak respek terhadap blog jenis ini.

Pada awal ngeblog dulu saya juga sempat terjebak pada gaya copy-paste materi salah satu produk informasi. Apalagi di saat pikiran lagi suntuk habis, bawaannya ingin cepat publish artikel dengan keterbatasan ide.

Namun, akhirnya saya sadari kebiasaan tersebut tidak boleh diteruskan. Karena ujung-ujungnya dapat mematikan kreatifitas penggalian ide dan kemampuan menulis blog.

Jadi, apakah budaya copy paste harus dibabat habis? Saya tidak mengatakan copy paste itu dosa besar. Saya hanya menyarankan mengutip satu atau dua kalimat utama dari blog lain lalu membahasnya menurut padangan diri sendiri.

Kalau blogger lain membahas satu hal dari pemikiran seorang marketer, kita bisa membuat ulasan dari sudut pandang seorang ibu rumah tangga, profesional muda, tukang becak, pelajar, petani dan beragam profesi lainnya.

Tentu kita harus tahu etika di blogosphere. Diantaranya adalah menyertakan link atau tautan menuju blog sumber. Jangan sampai kita sukses ngeblog dengan julukan ‘Raja Copas’. Cukup Negara Malingsia saja yang mendapatkannya. Hehehe…

Kesimpulannya, sebisa mungkin kita hindari gaya penulisan copy-paste blog lain. Sedikit kalimat dari hasil pemikiran sendiri adalah lebih baik daripada sempurnanya artikel tapi dari karya orang lain.

Bagaimana, apakah anda masih berniat copy-paste artikel blogger lain?

29 Replies to “Masih Perlukah Copy-Paste Artikel?”

  1. hehe… Berarti di sini perlunya kreatifitas kita ya Mas…

    Setuju dech… Saatnya mengembangkan ide orisinalitas kita masing2… Harus PD pokona mah…

    1. Yap, PD itu kata kuncinya. Harus Percaya Pada Kemampuan diri sendiri. Sejelek apapun penulisan kita, itu adalah hasil karya. Memang awal-awalnya agak gimana gituuu… Tapi kalau mau terus berlatih, lama-lama akan mendekati kesempurnaan. 😀

  2. pada awalnya tujuan saya ng’BLOG adalah ingin mendapatkan uang dari ADSENSE yang pernah saya dapatkan informasi tersebut dari teman saya.

    Yang terjadi adalah…

    Saya bisa dibilang calon raja COPAS, alias masih pangeran COPAS.

    Tp entah knp…
    saya merasa kalau hanya copas di blog gini2 ajah yah,, gak ada yg komen..
    walopun yg berkunjung banyak namun hanya sekali saja mereka berkunjung dan tidak lagi mampir untuk yang seterusnya..!!

    Akhirnya saya bangunlah perusahaan blog milik saya pribadi dengan TANPA COPAS,, SEMUANYA BENTUK DARI buah pikiran dan kesembronoan saya dalam kehidupan ini.

    Yang Terjadi…

    Begitu menanjaknya pamor saya di mata para blogger,,
    sungguh nuansa hati yang sangat mengairahkan sekali melihat kerja keras yg dibangun,, dengan apresiasi dari para blogger yg komentar di BLOG SAYA dengan Keoriginalitasan KONTEN.

    Salam hangat…

    1. Nggak apa-apa mas…

      Saya mau kok sediakan satu halaman khusus curhatan teman-teman semua. Hahaha…

      Jadi kepikiran bikin blog khusus 'Curhat Blogger Indonesia" nih… 😀

  3. kalo copas dikit di artikel bahasa inggris boleh ngga mas?
    apalagi yang bahasa inggrisnya cetek kayak saya dan berjuang mati2an di adsense T_T…
    tapi saya anti copas… lebih baik dibaca dulu… dianalisa… tulis dengan gaya sendiri… tambahin kekurangan dan kelebihan artikel tersebut… jauh lebih suka kalo menulis artikel baru yang berkaitan dengan posting tertentu (pasti ntar bakalan dapet Feedback kan) atau tulis hal baru berkaitan dengan isi blog kita ^_^…
    pokoknya ngga boleh bunuh kreatifitas diri dengan budaya "copas"!!!! HARAM!!

    1. Mencuplik satu atau dua kalimat bisa jadi pemecahannya mas…

      Karena kadang kita mendapat ide dari si empunya. Nanti bisa kita kembangkan sesuai gaya penulisan sendiri.

  4. saya jadi inget mas
    tips cari pacar buat anak kos hasil artikel dan pemikiran saya dicuri ama blogger lain, ga di kasi tautan lagi
    ckckck….

    1. Kasihan…

      Seandainya di Indonesia ada Komisi Khusus Perlindungan Hak Cipta blogger, Pasti nggak bakalan terjadi mas…

  5. salam super,,,
    memang lebih baik kita curahkan sahja apapun ide kita sendiri,, daripada mesti copas ,,, malu donk !!!

  6. analisis yang cukup mendalam nih mas.. ketahuan blogwalker sejati hahaha…
    mendingan nulis hal2 yang berbau kripik pedas ya.. dijamin laku mas.

    1. Daripada nulis yang berhubungan dengan ketupat ramadhan mas…

      Belum tentu laku, karena munculnya setahun sekali. Hahaha…. 😀

  7. lebih setuju copy ide dan tulis dengan bahasa kita sendiri. Tiap orang pasti punya ciri penyajian sendiri-sendiri. Kecuali untuk artikel bhs Inggris, masih suka comot kalimat kalo gak dapet sinonimnya …. hehehehe

  8. yang bagus c copas dengan cara mengedit lagi dengan bahasa sendiri tapi y gt artikelnya jangan terlalu pasaran………………………….. paling g copas minimal dari 3 blog yg d sambung2 gt jaidnya lebih lengkap…………….

  9. Saya rasa penggunaan judul post seperti 10 cara bla bla bla dan sejenisnya itu bukanlah suatu cela. Kita tidak bisa mengatakan sebuah artikel itu tidak berkualitas hanya dari judul artikelnya. Hey, you have not even read the article. That's not fair.

    Just my 2 cent

    CMIIW

    1. @Dimas Angga, Memang benar, kita tidak bisa melihat kualitas artikel dari judulnya saja. Tapi akan lebih baik lagi kalau kita punya karakter penulisan sendiri. Tidak meniru gaya siapapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *