Masjid Pun Telah di-Monetisasi

Saya tidak mengerti, mengapa belakangan ini akhir pekan saya kebanjiran job offline. Dari analisa HPP produk fastfood, mengajari buat akun fesbuk, install hape baru sampai sekedar mencarikan sinyal laptop tetangga sebelah. Maka, tadi siang saya sengaja niat break dulu dengan menghadiri pernikahan salah satu rekan kerja. Acaranya dilakukan di Ruang As-Shofa lantai 2 Masjid Agung Al-Akbar Surabaya.

Saat menerima undangan, saya sempat bingung. Baru kali ini saya menerima undangan aneh. Resepsi nikah kok di masjid. Umumnya kan di gedung, aula atau tempat serbaguna lainya. Saya tidak bisa membayangkan akan pergi pakai baju apa. Apa semua undangan lelaki wajib pakai sarung. πŸ˜€Β Namun, saya berpikir realistis saja. Standardnya orang kondangan kan pakai baju batik. Ya sudah, saya ikuti aturan umum saja.

Memang benar, acaranya berlangsung di lantai 2 kompleks masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut. Meski sudah bertahun-tahun saya tinggal di Surabaya, saya baru tahu kalau lantai atas bisa dimanfaatkan untuk kegiatan umum non religi.

Saya baru sadar, ternyata apapun bisa menghasilkan uang atau ter-monetisasi, termasuk tempat ibadah yang tujuan utama di bangun adalah sebagai sarana mendekatkan diri seorang makhluk kepada Sang Khaliq.

Saya tidak menolak langkah ini. Karena bagaimana pun pihak manajemen masjid pasti butuh dana untuk pemeliharaan sarana dan fasilitas yang ada. Termasuk kegiatan syi’ar Islam yang secara rutin diadakan ta’mir masjid. Dan ujung-ujungnya juga bertujuan memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar lokasi masjid dengan berbagai event yang diadakan.

Sepulang dari kondangan, saya langsung bergegas ke depan komputer. Pikiran saya terngiang-ngiang kata monetisasi. Kalau hal ini dilakukan di blog ini pasti akan lebih baik untuk saya pribadi. Sejak awal ngeblog sampai sekarang, terus terang saya kurang memprioritaskan hal ini. Saya menyibukkan diri dengan usaha membangun content yang segar dan berbobot.

Mohon saran dari teman-teman yang sudah melakukan monetisasi blog, langkah apa yang harus saya lakukan selanjutnya. Ikut iklan PPC atau ada saran lainnya?

:hope


85 Replies to “Masjid Pun Telah di-Monetisasi”

  1. dari kondangan nikah, plge bawa kue gak gan?
    menurut aq sih ikut ppc aja, soale pengunjung dah rame kan? terbukti bandwith sdh limited tho kemarin?

  2. " Satu kenyataan yang mengganjal memang ! "

    Tapi kita harus pahami dan cermati dengan takaran yang sesuai. Agar tidak menjadikan satu buah kontroversi yang tiada guna dan juga melelahkan. Salam cintailah cinta .

    Seneng bisa membaca artikel kamu GUs….

    1. Langkah monetisasi tempat ibadah memang mengandung plus dan minus. Disinilah pihak pengelola harus lebih selektif dalam meloloskan event yang diadakan di dalam area tersebut. Jangan sampai berbagai kegiatan tersebut malah melahirkan kemaksiatan baru.

      Senang bisa dikunjungi Baladewa dari Jombang.

      :shakehand2

      1. Sekedar referensi:

        Saya pernah membaca sebuah hadis (tapi lupa ayatnya) yang menceritakan bahwasanya Rasululloh SAW menjadikan Masjid sebagai sentral kegiatan ibadah dan muamalah pada masa itu. So, kegiatan apapun baik apabila dilaksanakan di masjid asalkan positif dan tidak menodai kesucian masjid.

        1. Tapi fakta di lapangan tidak semudah itu mas.

          Akhir-akhir ini justru sekitar wilayah objek wisata religi dijadikan tempat berkumpulnya muda-mudi untuk (maaf) pacaran, kongkow dan sejenisnya.

          Hanya berbatas sebuah tembok, ibadah dan maksiat dilakukan secara bersamaan. Sungguh hal yang memprihatinkan.

        2. @Umar Puja Kesuma, oke sependapat sama saudara saya Agus.

          Rosulullah adalah manusia agung, manusia yang ma'shum. beliau dijauhkan dari segala perbuatan yang tidak terpuji sedikitpun. jika dulu Beliau memberikan contoh dengan menjadikan masjid sebagai central ibadah dan muamalah, pastilah aktifitas itu jauh dari hal yang berbau kemungkaran. tak ada musik, tak ada percampuran laki-laki perempuan bukan muhrim, dan yang jelas tak ada monetisasi. semuanya berujung dari ibadah dan bermuara dengan ibadah.

          jika kita mengambil contoh tindakan Beliau, maka sangat tidak benar jika kita hanya memandang satu sisi saja yaitu TEMPAT. harus juga dicontoh hal-hal yang lain yang berkaitan.

          kalau menurut saya sih, jika tidak yakin kita bisa menjaga kehormatan masjid ya lebih baik tidak dilakukan di masjid.

          wallaahu a'lam

    2. Ada banyak pilihan Mas.

      1. Banner / link Affiliate (sepertinya sudah)

      2. PPC (jangan terlalu banyak).

      3. Program Paid Review. Lumayan ngereview dibayar.

      Pokoknya blog kudu rame and dari segi popularitas juga bagus (dibuktikan dgn PR dan Alexa Rank).

  3. Salam kenal Mas Agus Siswoyo.

    Belum bisa kasih saran nih, masih belajar sih, hehe.

    Setuju dengan anda mas untuk memprioritaskan konten dahulu….

    1. Yap, konten adalah syarat utama agar blog ramai dan bisa dilakukan langkah monetisasi selanjutnya. Makasih kunjungan mas Yons…

      1. Dan yang pasti kontennya harus bisa menjadi inspirasi , motivasi para pembacanya. Selain juga untuk memancing peran aktif pembaca untuk sekedar posting koment , dan juga dapat menambah forum diskusi untuk memecahkan sebuah masalah yang diposting.

        Blog akan berbeda , kalau penulis dan pembaca bisa saling berperan aktif. Hu hu hu …. seneng dech …..

        Salam GUs …

        1. Blog kamu juga bagus. Tapi sayang, pembahasannya terlalu dangkal. Kalau ditambahi sedikit bumbu penyegar, pasti akan lebih ramai.

  4. halo berkunjung nigh mas….artikelnya bagus…cuma saya belum bisa kasih komentar apa-apa, soalnya saya juga sering diundang perhelatan yang sama seperti mas Agus alami saat itu….

    1. Kalau sudah sering menghadiri acara begituan, pastinya lebih tahu seluk beluk kegiatan dong. Kenapa nggak dibagi disini mas…

    1. hehehe masjid di ancol juga gitu mas… saya juga tahun lalu menghadiri resepsi pernikahan di lantai dasar masjid (apa ya namanya :bingung) poko'nya di ancol deh.. bedanya kalo saya pake kaos biasa n pake celana 3/4 :ngakak

        1. tau tuh pengelolanya.. cuma mau cari untung tapi terbukti banyak acara keagamaan di masjid tersebut :cendol

  5. Saran ??? Apa yaa? *Bingung Mode On*

    Soale belum ngerti jeroane mas Agus sih…Yaa paling cm bisa bilang, Show must go On ajalah. Sukses yaa mas

    Keep your smile'

    Rafi πŸ™‚

  6. Sekedar pendapat saya mas….sudah seharusnya blog yang Mas Agus kelola ini dimonetisasi….blognya bagus dan pengunjungnya sudah banyak….bukan berarti kita berpikir materi saja…tetapi memang sudah sepantasnya lho Mas. Bukan berarti saya menggurui lho….perlu dicoba juga kan Mas? tidak ada salahnya,kan?

    Salam sukses.

  7. Tergantung kreatifitas masing-masing mas. Apapun bisa jadi duit…hehe

    Mas, numpang nampang di blog anda donk. udah tak add di blogroll, itung-itung jalin silaturrahmi. Ada yang bilang silaturahmi kan membuka pintu rejeki..hehe

  8. wah mau memoney-kan blog nih mas?!?!?!……..saya ikut adsense, tapi cuma sekedar masang alhasil dalam 6 bulan ini cuma terkumpul 9 $ an wkwkwkwkwwk!!!

    sekarang baru kepikiran untuk serius mencari data adsense……..kalau saya juga ikut paid review mas……yang ini lumayan!!!!

        1. Kalau nggak pakai smiley apa terlihat lebih serius ya? Karena saya terpikir mau ganti themes yang bisa akur sama kaskus emoticons…

  9. pay per review, kayaknya lebih menarik. Ntar kalau udah dapat disharingkan juga ya mas. Eh, kabarnya link-ku gimana nih? Kan saya sudah langganan artikel nih πŸ™

  10. Sudah jelas sekali bro. Biaya hosting anda hrs di cover dari sumber income dari blog ini sendiri / usaha offline atau online yg lain utk tetap survive.

    Bayangkan klo artikel yang sdh di tulis sudah bnyk, branding sdh kuat, namun tdk ada "aliran dana" utk memperjanjang kontrak hosting. semua akan hilang begitu saja

  11. sudahbanyak sih yang monetisasi mesjid. yang penting tidak menyalahi dan menggangu fungsi utama mesjid untuk beribadah mas..

    1. Dalam perkembangannya, selalu ada nilai plus dan minus. Jangan sampai nilai minusnya lebih banyak dari keuntungan yang di dapat.

  12. temanya kondangan mulu neeh, jangan2 mo kawin neeh..selamat dah kalo gitu..hehe..

    *mohon kritikannya mas untuk blog baruku. thanks ya.

  13. untuk yang monetisasi mesjid sih menurut saya sah2 aja kalau emang tujuannya nantinya juga untuk kemaslahatan ummat, y emang harus selektif sih….klo yg monetisasi blog, hehe, iklan PPC dulu aja kali y? soalnya kita tinggal tempel iklan aja…ato nyoba bikin review…

  14. Wooh sama donk, baru tahu neh. Coba tanyakan juga ama temannya, mengapa mau resepsi nikahnya di masjid? Bukan di tempat lain yang lebih representatif?

    1. Mungkin ingin bikin trend baru Pak…

      Tapi pada umumnya karena ingin mengenang moment istimewa dalam hidupnya. Pak Sum dulu nikahnya dimana nih?

  15. iya juga ya ????? wah bener bener gak pernah kepikiran mas… kalo masjid tuch sebenernya di monetisasi juga… semoga uangnya gak dibawa kabur bendahara masjidnya…soalnya di deket rumah saya ada bendahara kayak gitu mas…

      1. mending uang masjidnya itu dipampang di samping masjid pake pengamanan extra dan suruh 1 orang pegang kuncinya… kalo ilang tinggal minta ganti wkwkwkwkwk sama aja yaa :ngakak

  16. Ide dasarnya dari monetisasi masjid, bisa jadi tulisan sprti ini?wah, kreatif ms, lumayan bisa jadi referen cara memandang sesuatu lalu jadi tulisan diblog. Untuk usulan monetisasinya, sorry, sy sendiri msh belum tahu nih ms, hehehehe…

    1. Ide bisa datang dari mana saja. Bisa dari pengalaman pribadi ataupun orang lain. Yang penting kita mau membuka mata, telinga, hati dan pikiran dalam memandang setiap situasi.

  17. loh, memangnya selama ini mas agus blum monetisasi toh?

    kirain udah, soalnya blognya langsung melejit gitu, hehe…

    kalo udah dapet caranya di share disini juga ya mas πŸ˜€

  18. Salam kenal, mas… Blum mampu kasih saran, cuma kasih pendapat aja. Content blognya udah segar dan berbobot, kesibukan berikutnya ya dengan monetisasi.

  19. untungnya mas agus gak jadi datang kondangan pake sarung wakakakaka…

    mengenai monetisasi aku kurang faham. tapi coba deh belajar ke yang udah ahlinya πŸ™‚

  20. kalo mas agus bilang berkonsentrasi pada membangun content yang "segar dan berbobot" saya tambahin uniq dan berkualitas :-bd

    kalo masalah monetisasi saya blom berani bersuara karna penghasian saya nggak gede2 amat. dapetnya dari domain parking dan cpa.

    btw, salam kenal mas πŸ™‚

  21. Kalau dari pengalaman saya. Untuk blog pribadi seharusnya hanya memajang iklan dari produk/jasa sendiri. Untuk iklan PPC pastinya tertarget dan banyak yang cari.

    Jadi, kalau bisa buat produk sendiri aja mas and pajang di blog deh bannernya. Soalnya sudah hampir satu bulan memasang iklan PPC di blog saya belum menghasilkan uang mas. Tapi, ini hanya saran dari saya. Mungkin teman-teman lain malah lebih sukses hanya dengan memasang iklan PPC di blog mereka.

    1. Benar, saya juga baru berani pajang banner dari produk affiliasi saya.

      Kalau sejenis adsense, silakan tanya mas Cosa deh.

  22. Sharing the results of an annual survey or discussing which person or company won an award is a great lead-in to a topic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *