Menetapkan Roles And Capabilities Untuk Mencegah Penyalahgunaan Wewenang Co-Writer

Demam menjadi Co-Writer sepertinya sedang mewabah di blogosphere. Banyak blogger pemula berlomba-lomba mengadu untung dengan tampil di super blog.

Dari pengalaman saya, dalam sebulan ini sudah puluhan blogger mendaftar menjadi penulis tamu  blog ini. Namun hanya beberapa yang serius membuktikannya.

Yang lainnya, sekedar mendaftar lalu kabur. Hal ini bisa jadi karena mereka belum siap materi posting. Atau… jangan-jangan hanya mau ngetes seberapa ketat pengamanan blog terhadap penulis tamu.

Nah, untuk alasan yang satu ini, Anda harus paham dulu wewenang penulis. Pada dasarnya dibagi lima posisi. Yaitu: admin, editor, author, contributor dan subscriber. Apa saja perannya, cek out this!

roles-and-capabilities-writer-on-wordpress-blog

Untuk seorang yang baru Anda kenal, sebaiknya menempatkannya dalam posisi Contributor. Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan blog untuk menampilkan posting yang berbau porno, SARA dan memicu konflik dengan pengunjung blog.

Anda bisa menaikkan posisi seorang co-writer bila memang telah terbukti memiliki dedikasi dan komitmen terhadap isi artikel yang ditampilkan di blog Anda.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber: http://codex.wordpress.org/Roles_and_Capabilities

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

51 thoughts on “Menetapkan Roles And Capabilities Untuk Mencegah Penyalahgunaan Wewenang Co-Writer”

  1. Sip, nambah pengetahuan temen" yg masih belum ngeh. Saya pribadi ada ketentuan naik level contrib jd author klo dah nulis > 50 artikel di blog. Hahaha…

  2. oke mas kebetulan artikel saya besok tentang co-writer.. hehehe thx ilmunya looh biar blog kita aman gitu… :cendol

  3. mak inang…..kgak bisa" pertamax…… :cd

    wah kalo gitu saya dimana yak levelnya?……uia mang bisa mas kalo penulis tamu langsung maen publish artikel….?

    1. @ghe, Jadi penulis tamu langsung publish artikel? Bisssssa saja…..

      Itu artinya pemilik blog SANGAT percaya pada Anda. Artinya, yang punya blog nggak khawatir tulisan tersebut bermuatan SARA, cabul dan menimbulkan fitnah dengan blogger lain.

      Tapi, kalau dalam blog ini sepertinya sulit deh. My blog is myself. Blog ini menjadi cerminan diri saya. Meski saya mengundang banyak teman untuk menulis, saya tetap berlakukan moderasi tulisan. Saya nggak mau kecolongan artikel panas.

      :cendol

  4. benar sekali . kita jangan mudah juga terlalu percaya sama orang . dan kita harus memiliki ilmu tentang user management di WP .

    biasanya para Blogger menempatkan orang lain pada Author . padahal belum tentu Author itu bertanggung jawab . bisa jadi yang lebih bertanggung jawab adalah si contributor .

    Thanks

    Imamz

    1. @Imamz, Susah juga menilai orang kalau belum lihat aksinya. Makanya, saya pilih setting awal sebagai contributor dulu. Kalau di kemudian hari terbukti memiliki keseriusan ngeblog, saya nggak ragu menaikkan role sebagai author.

      :hotrit

  5. kira-kira ada nggak ya yang mau jadi co-writter di blog saya?? Ahh.. rasanya tidak mungkin ada yang mau karena blog saya masih baru,, harus banyak belajar dari yang lebih dulu terjun di dunia 'silat' hehehehe . . .

  6. kalau mau jadi penulis tamu, harus serius.

    sebab, jika kita sudah mengajukan lamaran ke salah satu blog incaran trus tiba-tiba hilang ga ada action. itu sama saja kita memaksa orang lain untuk bersikap acuh kepada diri sendiri.

    intinya saya mendukung silaturahmi dengan jalan menjadi penulis tamu, tapi serius gitu loh.. :recsel

    1. @fadly muin, waduh, kata-kata mas Fadly seperti tamparan buat saya…

      Kalau sudah daftar harus dilakukan, bukan hanya ngetes satpam blog. Meski terlambat nulis, nggak masalah.titik.

      :rate

    1. @suarakelana, saya sendiri nggak menduga mas. Let it flow! Semoga hal ini membawa manfaat bagi kita semua.

      :rate

  7. menjadi co-writer juga ada wewenang yaa… kerennn… emang harus nih… supaya orang baru ngga menyalahgunakan blog kita… artikel yang bagus Mas…

  8. Memang menjadi co-writer butuh keseriusan lebih…makanya sy sendiri masih belum berani mas, apalagi kesibukan offline tambah padet.

    Ini yg pernah saya lakukan saat mau daftar jadi calon co-writer disalah satu blog ternama, makanya nunda dulu takut :marah sama pemilik blognya.

  9. Rame banget yang ngantri… mungkin karena nama Mas Agus yang mulai dikenal di blogsphere jadi banyak dari mereka yang ingin menjadi co-writer di disini terlepas dari sekedar ingin numpang tenar atau benar benar co-writer yang mencoba sebuah tantangan

    1. @dodypku, saya membuka pintu untuk siapa saja yang berminat menulis di blog ini. Karena pada akhirnya akan ketahuan mana yang niat menulis, mana yang sekedar cari sensasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *