temp_regrann-1451515171501.jpg

Bagaimana Cara Mengatasi Kesulitan Update Menulis Artikel Blog Pribadi?

Setiap blogger punya jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam. Tapi mengapa ada blogger yang rajin publikasi artikel dan ada pula yang lambat update tulisan. Boleh saja mereka memakai merk laptop yang sama, berasal dari almamater yang sama, mentor yang sama bahkan buku panduan yang digunakan juga sama.

Tetap saja nasib blog keduanya tidak sama. Ada yang ramai komentar dan menjadi pusat pembicaraan, ada pula yang sukses menjadi s-e-p-i. Tentu ada hal-hal yang membedakan aktivitas mereka. Cek beberapa hal berikut, barangkali ada yang perlu Anda perbaiki dari cara ngeblog selama ini.

1. Mau meluangkan waktu dan disiplin menulis.

Tidak semua orang mau meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk menulis artikel baru, membuat draft artikel ataupun sekedar menggali ide-ide terdalam melalui proses brainstorming. Sebagian orang berkata: kesibukan kerja saja sudah cukup menguras waktu, tenaga dan pikiran mas, mana ada waktu buat menulis.

Belum lagi kalau mendapat gangguan-gangguan yang menyenangkan, duh bisa lupa kalau belum update blog. Malah asyik mondar-mandir di situs jejaring sosial. Seperti telah ditulis Arief Maulana, menumbuhkan kebiasaan sejak dini perlu dilakukan agar otak bawah sadar kita merespons aktivitas blogging sebagai satu kebutuhan pokok.

2. Mengetahui teknik efektif menulis artikel.

Tentang teknis menulis, telah banyak saya bahas di blog ini. Atau kalau Anda belum puas, silakan browsing Google dengan memakai kata kunci yang relevan dengan pembahasan. Semua jenis pencarian sudah menunggu disaring oleh otak.

Selama ini saya banyak belajar teknis menulis melalui membaca buku cetak, berlangganan pemikiran Jonru dan tulisan inspiratif dari rekan blogger seperti Fadly Muin, Budhi K. Wardhana dan beberapa nama lainnya. Merekalah yang ‘merasuki’ pikiran saya hingga bisa bertahan ngeblog hingga sekarang.

Tips Sukses Menghadapi Wawancara Lowongan Bank Indonesia
Tips Sukses Menghadapi Wawancara Lowongan Bank Indonesia

3. Punya motivasi yang kuat untuk menyelesaikan artikel.

Sekali lagi motivasi memainkan perannya. Namun tidak perlu saya jelaskan panjang  lebar lagi. Rasanya terlalu sering saya ulang-ulang hal ini. Yang jelas inilah ruh utama penyelesaian sebuah tulisan. Tanpa motivasi yang kuat, bisa jadi mempublikasikan artikel hanya akan menjadi impian Anda selamanya.

Akhir-akhir ini makin banyak blog motivasi bermunculan. Anda bisa memilih salah satu dari mereka sebagai mentor terpercaya yang bisa men-support Anda saat menghadapi kelesuan hidup dan menjadikan aktivitas blogging dapat dinikmati layaknya kebutuhan pokok.

4. Dapat menemukan topik yang sedang menjadi trend.

Kalimat terakhir ini adalah pilihan, karena tidak semua blogger bersedia menjadi follower. Ada kalanya sifat idealis yang bercampur sedikit egoisme menjadikan seseorang terpacu menjadi trend setter bagi yang lainnya.

Membahas topik yang telah menjadi pakem memang masih ampuh dalam beberapa hal. Misalnya, tentang SEO. Dari dulu yang diubek-ubek ya itu-itu saja. On page, off page dan kawan-kawannya.

Namun kecenderungan yang saya amati adalah orang makin tertarik hal-hal yang bersifat baru dan fresh. Sebaliknya, semakin cepat masa kadaluwarsa (self life) satu brand dan akan diganti dengan generasi berikutnya. Kalau Anda rajin memantau timeline Twitter, Anda akan tahu perubahan apa saja topik ngetrend yang orang menit demi menit.

Bisa jadi 4 hal di atas masih terlalu dangkal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar tips blogging. Mungkin kawan-kawan ada yang mau menambahkan?

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *