Mengefektifkan Aktifitas Blogging Dengan Segmentasi

Menulis artikel blog bisa jadi sangat melelahkan bila Anda tidak tahu segmen pengunjung blog Anda. Berjam-jam meraba-raba keyboard dan mouse cuma menghasilkan karya sebuah gambar tahi lalat. Itu pun kalau tidak tergoda gangguan-gangguan yang menyenangkan.

Dalam bidang penulisan, kita mengenal istilah segmentasi pengunjung. Mengadaptasi pengertian segmentasi menurut ilmu marketing, hal ini berarti membagi pengunjung blog menjadi kelompok yang dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku yang mungkin membutuhkan topik bacaan yang berbeda. 

Ibarat melepaskan sebuah anak panah dari busurnya, kalau sasaran yang Anda bidik sudah jelas, maka semakin pasti langkah-langkah yang akan Anda lakukan agar anak panah tertancap di pusat lingkaran. Tidak perlu menebak-nebak lagi langsung makwusss ke pusat bidikan.

Begitu juga dalam hal segmentasi pengunjung blog. Semakin spesifik topik yang Anda bahas, kemungkinan besar akan semakin memudahkan Anda mengambil sudut pandang, metode penyampaian dan istilah-istilah yang digunakan dalam artikel.

Contoh segmentasi blog yang bagus adalah blog desain digital (Mohammad Jeprie), blog sharing pengidap penyakit Lupus (Cempaka), blog sepakbola (Sumartono), blog CSS (Rudy Azhar) dan beberapa lainnya.

Lalu, apakah segementasi itu penting dilakukan?

Saya berpendapat ya. Alasan mengapa segmentasi adalah hal yang penting dan harus segera dilakukan diantaranya adalah:

1. Semakin majunya kehidupan manusia, semakin heterogen masyarakat, semakin beragam kebutuhan, selera dan problem yang di hadapi masyarakat juga makin kompleks. Tidak mungkin satu blog dapat memuaskan semua kebutuhan masyarakat.

2. Semakin maju perekonomian, akan semakin banyak kompetitor yang harus dihadapi blog. Segmentasi akan mencegah blog membuang sumberdayanya ke tempat yang tidak tepat. Sebuah suryakanta akan lebih cepat mampu membakar sebuah kertas bila fokus pada satu titik api yang sama pada kurun waktu tertentu.

3. Segmentasi akan membantu sebuah blog untuk meraih competitive advantages terhadap saingan-saingannya melalui differensiasi tema, topik dan sudut pandang. Tiga faktor yang saya sebutkan terakhir benar-benar akan memberi dampak nyata kalau mampu Anda praktekkan.

4. Sebuah blog mungkin tidak dapat memuaskan semua golongan masyarakat, tetapi mungkin dapat memuaskan suatu golongan masyarakat yang homogen. Segmentasi akan membantu sebuah blog menemukan segmen-segmen yang dapat dilayani secara maksimal.

Jangan sia-siakan aktifitas ngeblog online Anda untuk hal-hal yang tidak jelas siapa yang sedang Anda ajak berinteraksi. Sudah fakir bandwidth, koneksi super lemot, kekeringan ide, eh malah ditambah pembahasan yang nggak jelas ujung pangkalnya. Eman-eman membuang sumber daya tuh.

Jadi, mulai sekarang fokuskan diri untuk topik yang benar-benar Anda sukai, Anda memiliki hasrat untuk mendalami lebih jauh dan Anda merasakan great passion manakala mengupas satu pembahasan yang membuat Anda yakin berada di dunia yang gue banget.

Bagaimana, sudah siap membangun segmentasi? Atau malah makin asyik dengan topik umum? Ayo dipilih… dipilih… dipilih…!!!

5 Replies to “Mengefektifkan Aktifitas Blogging Dengan Segmentasi”

  1. Wah semakin asyik dan bagus aja mas tulisannya. Mungkin kayak saya ini segmennya rumah ya,mas 🙂 Senang banget bisa baca tulisannya njenengan. jadi fresh pikirannnya. 🙂 Salam persahabatan

    1. meski segmen rumah, bukan berarti nggak bisa sukses kan? banyak blogger yang berhasil karena mereka jeli mengangkat isu-isu sederhana dari rumah untuk dibagi dengan pembaca. tetap semangat ya… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *