Menikmati Kesendirian, Mengungkap Ide Brillian

Pernahkah kau merasa…

hatimu hampa…

pernahkah kau merasa…

hatimu kosong…

( potongan lirik lagu Hampa Hatiku, dipopulerkan oleh Ungu).

Memangnya masih jaman merasa sendirian? Kan sudah banyak mall bermunculan di berbagai penjuru kota. Tempat dugem juga tersedia di gang-gang sempit ibukota. Kalau mau lebih narsis lagi, Anda bisa menghibur diri dengan membuat video klip ala Keong Racun yang sedang ngetop.

Faktanya memang demikian. Masih ada saja orang yang merasa sendiri di tengah keramaian khalayak umum. Tiap hari bisa chit-chat dengan kawan dunia maya dan ngobrol dengan tetangga kiri kanan rumah. Toh masih juga merasa sendirian.

Boleh jadi Anda benar-benar sendirian secara fisik, terpisah dari manusia-manusia di sekitar Anda. Atau, justru sebenarnya kita, saya dan Anda, tidak pernah benar-benar sendiri. Yang tumbuh dalam pikiran kita hanyalah ‘perasaan’ sendiri hasil pengolahan otak bawah sadar menyikapi satu peristiwa tertentu.

Nggak masalah Anda berada di kesendirian yang mana. Yang lebih utama adalah bagaimana mengelola sendiri menjadi kegiatan yang membawa manfaat. Ingat, modal dasar terbesar manusia adalah waktu. Tentu kita tidak berharap waktu yang jatahnya cuma 24 jam habis tanpa meninggalkan kontribusi nyata pada visi dan misi pribadi.

Banyak aktifitas yang dapat dilakukan di saat sendiri. Diantara adalah…

1. Menciptakan kesibukan lain.

Kalau Anda punya hobby yang lama tidak tersalurkan, inilah saatnya beraksi kembali. Olahraga, menyanyi karaoke, filateli, numismatis, merajut dan lainnya boleh dilakukan. Atau kalau punya kegemaran ngisengin blog teman, inilah waktu yang tepat untuk melancarkan serangan balasan. Asal jangan berdiam diri di pojok belakang rumah. Nanti yang datang bukan pikiran fresh, bisa-bisa penghuni Jembatan Ancol pada kumpul disitu semua. Hahaha.

2. Memeriksa pencapaian target dan tujuan yang telah anda buat.

Salah satu konsep PDCA adalah poin C atau Check. Setelah Anda membuat perencanaan dan menjalankan dengan kemampuan terbaik, alangkah baiknya bila kesempatan luang tersebut digunakan untuk cek dan ricek perkembangan goals yang Anda buat. Anda bisa membuat daftar hal-hal apa saja yang telah menjadi rill dan apa saja yang masih sebatas wacana pemikiran. Langkah kecil ini akan menjadi pijakan kuat untuk  action selanjutnya.

3. Mencicil pekerjaan besar.

Saya sendiri sering mengalami, dikejar-kejar deadline pengerjaan proyek besar menjelang moment penting dalam kehidupan. Tenggang waktu yang tersedia seolah mencekik leher dan bikin stress pikiran. Untuk mengakali hal tersebut, saya mulai memanfaatkan waktu luang untuk mencicil step by step pekerjaan yang membutuhkan curahan pikiran, tenaga, waktu dan dana yang lebih besar.

4. Mendekatkan diri kepada Tuhan.

Pada akhirnya, Tuhan adalah satu-satunya kawan yang tidak pernah meninggalkan kita dalam kondisi apapun. Baik susah maupun senang, Dia akan menemani langkah kita. Jika aktivitas ngeblog selama ini seolah menjadi sekat-sekat bagi sisi religi dari pribadi Anda, inilah waktu yang tepat untuk membina ulang komunikasi vertikal dengan Yang Maha Kuasa.

Hmm, waktu menulis artikel ini tiba-tiba pikiran saya connect dengan buku serial Laa Tahzan karangan Asma Nadia, khususnya Laa Tahzan for Jomblo. Buku yang inspiratif dan layak menjadi referensi bagi pemuda agar tetap bergembira dalam kesendiriannya.

Ngomong-ngomong, kalau sedang sendirian Anda ngapain ya? Silakan dibagi pengalamannya disini.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

One thought on “Menikmati Kesendirian, Mengungkap Ide Brillian”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *