Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Ngeblog

Oleh: Arief Rizky Ramadhan

Beberapa hari ini saya berhasil mengajak teman saya untuk ngeblog dan memotivasi teman sekelas saya untuk berani menunjukan expresinya sendiri. Namun, mereka selalu bertanya ? apakah susah ngeblog ? lalu saya terus menjawabnya dengan jawaban yang sama, muda kok asalkan ada niat maka semuanya akan mudah. Dari situ ada 2 teman saya yang sudah memiliki blog walaupun belum diisi banyak artikel.

Teman saya yang pertama memiliki semangat ngeblog yang menggebu-gebu dan memiliki rasa ingin sekali berbagi ilmunya di blog namun kendalanya adalah fasilitas internet yang tidak dimilikinya. Dan yang kedua adalah teman saya yang suka main game dan ingin memberikan tips-tips tentang game yang dia sukai itu dan memiliki fasilitas internet. Selain berhasil mengajak teman saya ngeblog saya juga terus memompa semangat teman-teman saya untuk menyalurkan expresinya lewat blog. Saya juga sering berdiskusi bersama seputar blog dan bisnis online bersama teman-teman saya. Ngeblog itu mudah tapi yang sulit adalah membuat artikel yang orisinil dan bermanfaat untuk orang lain. Jika sudah biasa mungkin bisa lebih mudah, “Bisa karena biasa”. Jadikan ngeblog sebagai kebiasan bukan sekedar hoby atau pengen terkenal doang.

Ngeblog itu bukan sekedar menulis, membalas komentar, membuat tampilan blog jadi lebih bagus. Namun, ngeblog itu adalah sarana untuk menyalurkan expresi dengan tulisan yang dibuat sendiri sambil berdansa dengan jari-jemari di atas keyboard. Ngeblog juga bukan hanya sekedar blogwalking saja tapi menjalin tali silaturahmi sesama blogger dan berkenalan dengan orang baru. Dan yang saya tangkap dari para pemula dalam hal blogging adalah, “Ngeblog itu buat keren-kerenan n pamer doang”. Jika, saat awal ngeblog anda punya niat seperti itu maka ubahlah dan mulai lagi dari awal blog anda dan jadikan ngeblog sebagai partner of your life (wkwkwk pake bahasa inggris).

Blog adalah partner anda, dan tidak mungkin anda bisa bertemu tiap hari. Jadi atur jadwal anda untuk bertemu blog anda dan tuangkan ide anda untuk dikirim ke dunia maya oleh blog anda. Untuk pemula, jangan pernah minder dengan tulisan anda. Carilah ruang yang nyaman untuk anda berexpresi dan menuangkannya kedalam blog anda.

Cara terampuh berexpresi dengan ngeblog, carilah ruang nyaman untuk anda agar bisa memaksimalkan kinerja tangan dan otak anda untuk menulis, entah itu di kafe, warung kopi, kamar anda, ruang keluarga atau bahkan di pinggir kali. Carilah tepat yang nyaman untuk bertemu dengan partner anda yaitu BLOG!

Jadi sudah tidak ada alasan untuk ngeblog dengan sungguh-sungguh dan tidak menjadikan blog sebagai sarana pamer atau sombong, apalagi sombong itu kan ga boleh dan bisa merugikan diri sendiri. Brand akan hancur dan semuanya akan hancur oleh kata sombong, betul ? Keep Blogging, Keep Smiling and Enjoy BlogSphere.

Salam Remaja Sukses,

Arief Rizky Ramadhan

113 Replies to “Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Ngeblog”

  1. Saya malah awal ngeblog pengen show off. Biar punya nilai plus & ga sama dg kebanyakan mahasiswa di kampus.

    Orientasi ini lantas berubah manakala ketemu dg bisnis online. Blog monetizing gitu lah.

    Yang penting dlm blogging, tanamkan keyakinan sejak awal bahwa kita bisa konsisten ngeblog & selalu menyajikan artikel yg orisinil.

    Keep posting!

    Note :
    Jujur, saya lebih suka klo arief posting dg bahasa yg lebih santai & mencerminkan kekhasannya sbg seorang remaja.

    Artikel boleh kelas berat, tapi utamakan karakter dlm menyajikannya. Semangat!

    *mulai memberikan penilaian*

        1. @Agus Siswoyo, menjadi orang lain masih bias menurut saya definisinya mas :siul

          Sebab bisa jadi sang penulis masih meraba-raba karakter tulisan yang cocok dan bikin ia enjoy.

          1. @iskandaria, Bagi penulis pemula, termasuk saya, memang pada awalnya mengalami kebingungan mau menciptakan imej yang model bagaimana.

            Biasanya kita meniru role model yang terbukti sukses. Mau meniru Oom JS, kok kaku amat. Mau nyontek MH, malah super ngakak. Mau pakai gaya AM, kok terasa berat.

            Tapi…

            seiring berjalannya update artikel, secara alami akan terbentuk karakter khas masing-masing orang. Bisa hasil penggalian ciri khas diri. Atau justru menggabungkan beberapa karakter lain dengan mengambil sisi positif dan membuang negatifnya.

          2. @iskandariaikut diskusi ah, ,mencintai dan terbiasa menulis, pelan tapi pasti, akan mampu menggiring kita pada model tulisan yang nyentuh di hati. dan jika itu terjadi, saya rasa, si penulis pantas mengakui bahwa begitulah gaya menulisnya..

          1. @Arief Rizky Ramadhan, Jika perubahan itu menuju perbaikan, why not? Khusus untuk kasus opsi A dan C, saya sangat menaruh harapan dik Arief bisa lebih powerful dalam branding.

            Meski kita tahu, di luar sana ada banyak komentar miring yang beredar, it's oke. Kalau mereka sudah capek bikin gossip pasti diam kok. Hahaha…

            :mahongintip

  2. Untuk memiliki new branding memang tidak mudah. Harus di buktikan opsi A dan C seperti yang pernah dik Arief nyatakan. Maju terus menciptakan new imej.

    :cendol

  3. Boleh aja ngeblog dengan semangat menggebu, tapi jangan lupa waktu doong… jangan-jangan ngeblog jadi istri ke 2 …. wkwkwkwkwk

  4. Salam super-

    Salam hangat dari pulau Bali-

    wah,, mari semangat…

    mari nge-Blog dengan semangat mencerdaskan bangsa…

    mari hadirkan tulisan tulisan yang bermanfaat dan mencerdaskan anak bangsa…

    :cendol :cendol :cendol :cendol :cendol

  5. Saya rasa nggak masalah kok dik Arief nulis rada "berat" model begini. Bagus malah. Kan tergantung segmen pembacanya juga. Kecuali kalo tulisannya ditujukan buat kalangan remaja, baru deh nulis dengan gaya ringan nan remaja (namun tetap harus berisi lho).

    Sukses terus deh buat Arief :cendol

  6. wah telat komeng……udah byk euy….

    setiap orang memang memiliki caranya tersendiri dalam ngeblog….

    btw ada ga yah yang nganggep blog sebai kepercayaan dia :ngakak

    sukses selalu rif….

    1. @ghe, Tentu ada. Kalau sejak awal menulis kita bisa menunjukkan tingkah laku jujur, pasti akan mendapat kepercayaan dari pengunjung.

      Kejujuran seperti apa? Misalnya, keaslian tulisan (bukan hasil copy paste karya orang lain), username profil, foto profil dan terutama kebenaran isi tulisan dalam artikel.

      Itu menurut saya. Mungkin teman-teman lain ada yang mau menambahkan?

        1. @fatchur, betul mas kalo ga mau dicap sebagai pembohong jangan bohong.. karena bisa karena biasa.. kalo bohong terus bisa jadi pembohong

  7. ckckck…. kalau nggak lihat fotonya, saya nggak pernah nyangka kalau tulisan ini ditulis oleh anak SMP!

    Kapan kita ketemuan, Rief? Hari minggu ini di Summarecon Mall bisa?

  8. luar biasa…. menularkan kebiasaan menulis kepada teman…

    jadi ingat saya rif… pas smp saya kenal komputer sama sekali… apa lagi internet…. πŸ˜€

  9. maaf mas saya cuma bisa balas komentar sampai sini dulu karena masih ulangan, nanti saya balas setelah selesai ulangan.

    terima kasih :cendol untuk semuanya (jangan lupa bayar ke kasir :ngakak)

      1. @Agus Siswoyo, seperti kata pepatah. sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, atau sambil berenang minum air. saya cari rangkuman saya juga balas komentar :ngakak

  10. saya akan fokus dulu ke inti sari dari artikel ini.

    sebenarnya saya punya beberapa artikel yang membahas tentang blog sebagai jembatan menyalurkan diri sendiri dengan dunia luar. dan saya menagkap ada benang merah dengan tulisan arief disini. dan saya mendukung penuh! pesan yang sangat mantap ini rief πŸ˜‰

    namun terkait pendapat tentang gaya menulis, saya memang merasakan mulai ada perubahan. bukan hanya di sini, tapi beberapa artikel sebelumnya juga saya rasakan arief sudah terkesan bergeser dari target remaja, ke target dewasa. sebenarnya ok saja, lebih nyambung dan lebih nendang. tapi tidak terdukung dengan balasan komeng-komeng pengunjung. jadi terlihat timpang rief..

    tapi satu yang saya salut sama Arief ini.. agresi membangun blognya. mulai dari kecepatan, konsistensi, dan berbaur akrab dengan blogger lain, patut dijadikan acuan..

    maju terus rief!

    *aku sambil menilai nih πŸ˜‰

    1. @fadly muin, benar sekali mas fadly, saya juga melihat ada perubahan gaya ngeblognya Arief, bahkan ketika blognya kehilangan database dia masih tetap mempertahankan eksistensinya dan mengambil moment tsb untuk langkah awal sebuah perubahan

  11. baru sempat blogwaking nih … bajunya koq keliatan kedodoran ya??,,

    sama seperti rekan yang lain saya juga merasa ada yang berubah dari beberapa postingan Arief,, mungkin pengaruh 'pergaulan' di dunia blogging.. seharusnya Arief bisa jadi pioneer untuk para blogger remaja (mumpung masih muda)

    1. @evan, wkwkwkwk gembel style mas jadi dibuat kedodoran… saya jelasin dulu ya… jadi nanti saya akan lauching blog ariefrizky.com yang jadi blogger remaja mas.. hehehe jadi kalo gaya tulisan saya gini ya menyesuaikan dengan pengunjung blog mas agus. tapi ada beberapa sesi di artikel ini yang kurang serius tapi jayus :ngakak

  12. kalau disuruh mulai dari awal lagi, cape rief πŸ˜€ . Mendingan terusin aja ngeblognya sambil ambil pelajaran dari pengalaman dan akhirnya punya motivasi yang tepat terhadap blogging

    Salam Kreatif,

    Octa Dwinanda

  13. Banyak jalan menuju blogging Rief…

    gak masalah juga bagaimana cara orang memulai, bagi yg serius akan ketemu juga jalan kebenaran.. (kayak ceramah ya..)

    saya memang merasakan juga perubahan gaya Arief, tapi apakah karena memang dirancang begitu ato karena beratnya beban kontes ya…

  14. GUBRAAAAAAAAK! blog buat pamer pamer???? hihihi lain umur lain persepsi yach…hehehe

    Karena ngeblog ini juga jadi kenal sama Arief, coba kalo di dunia oplen…jarang jarang ada ibu ibu kenalan sama anak SMP (apa kata dunia) :ngakak :ngakak

  15. iya jadinya kok serius gitu y? heeee..kan klo di amatin mirip MH, tapi segmentasinya remaja, tapi skrg gayanya laen

  16. yang muda, yang semangat jiwanya, kembangkan terus dunia perblogan Indonesia, dan tetep deh, ajak temen2 buat ngeBlog. sip…

    1. @hanif IM, oke deh mas.. yang muda yang jaya.. semoga indonesia lebih maju khususnya di dunia blogging dan membuat anak muda tidak buta internet :cendol

  17. Saya sepakat mas, tidak ada alasan untuk berhenti ngeblog meski harus dengan peralatan tempur seadanya, kadang nulis di warnet dan blogwalking via HP jadul. It’s no problem. Thanks for sharing!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *