Foto profil Chef Arnold Poernomo

Persiapan Fisik Menulis Artikel: Kenali Makanan Nutrisi Kekuatan Berpikir

Menulis artikel blog itu gampang-gampang susah. Kalau dikatakan gampang nggak juga karena nyatanya banyak blogger pemula yang kesulitan melakukannya. Tapi kalau dikatakan susah juga kurang tepat karena ide menulis ada dimanapun kita berada dan kapan saja. Untuk itu, persiapkan diri untuk menyambut datangnya ilham menulis yang nggak pernah SMS dulu kalau mau berkunjung ke rumah Anda.

Secara umum, saya bisa mengatakan bahwa menulis artikel membutuhkan persiapan fisik dan mental. Keduanya mempengaruhi kelancaran menggali ide, menuangkan gagasan dan mengembangkan menjadi sebuah artikel utuh yang memiliki kesatuan makna. Artikel kali ini akan membahas persiapan fisik menulis artikel. Persiapan mental akan saya bahas next time aja ya.

Persiapan fisik menyangkut kesehatan tubuh. Tubuh yang sakit-sakitan tidak akan bisa maksimal dipakai untuk menulis artikel. Mengapa? Karena berpikir dan menulis membutuhkan energi. Jangan salah ya, walau ghost writer kerjaannya cuma duduk-duduk manis tapi sebenarnya di dalam tubuhnya terjadi proses pembakaran makanan yang nggak kalah dibanding lari keliling Monas sepuluh kali.

Nutrisi Pendukung Konsentrasi Berpikir

Asupan makanan bergizi seimbang sangat mendukung kesehatan fisik seorang penulis. Saya pernah mengalami demam tinggi dan saya paksakan untuk menulis. Maklumlah, kalau sudah kena deadline suka kalang kabut bekerja. Hasilnya? Tentu saja acak-acakan karena sulit konsentrasi. Peribahasa “Jaga sehat sebelum datang sakitmu” benar-benar berlaku disini.

ghost writer

ghost writer

Lalu, nutrisi makanan apakah yang tepat untuk mendukung, bahkan meningkatkan, kemampuan berpikir seorang yang bekerja sebagai penulis artikel dan blogger? Sebenarnya tiap orang memiliki kebutuhan asupan nutrisi yang berbeda-beda tergantung pekerjaan sehari-hari dan dimana dia tinggal. Namun menurut pengalaman saya, protein adalah nutrisi paling penting untuk proses kreatif menulis artikel.

Dimana kita bisa mendapatkan sumber protein? Mari buka lagi ingatan pelajaran Biologi sejak masa SD. Protein ada dua, yaitu protein nabati dan protein hewani. Protein nabati didapatkan dari makanan kelompok kacang-kacangan, misalnya kacang tanah, kacang hijau, kacang kapri, dan lain-lain. Sedankan protein nabati terdapat pada hati ayam, hati sapi, ikan segar, dan lain-lain.

Yang perlu diingat adalah hindari makan terlalu banyak karbohidrat ketika akan mengerjakan project menulis. Mengapa? Karena karbohidrat menyebabkan kantuk. Tubuh kekenyangan karbo, badan segar habis mandi, musik mendayu-dayu, ditambah semilir kipas angin, kalau ada bantal pasti sudah tepar duluan. :)

Mari siapkan fisik yang prima supaya Anda nggak ngos-ngosan dihajar kebutuhan energi berpikir, menggali ide dan menulis artikel blog. Semoga artikel ini bisa menambah motivasi menulis Anda. Enjoy blogging, enjoy writing!

Leave a Reply