Ramadhan Datang, Blogger Pun Riang

Tak terasa bulan Ramadhan telah menjelang. Dag dig dug hati menyambut kedatangan bulan suci. Ini adalah bulan Ramadhan kedua saya sebagai blogger, bukan sebagai suami seperti kebanyakan teman saya yang menyandang label pengantin baru. Hahaha.

Apa sih yang membedakan bulan puasa dengan bulan-bulan lainnya? Secara umum tidak ada yang berubah. Umat Muslim yang menjalankan puasa tetap makan, tidur, ngeblog, kerja dan menjalankan aktifitas lainnya. Namun yang berbeda adalah waktu pelaksanaannya. Kalau di hari-hari kemarin bisa makan minum semaunya, kini jadi lebih terkontrol. Nggak bisa sesuka hati mampir ke warung sebelah.

Belajar dari pengalaman tahun kemarin, saat menjalankan puasa orang cenderung bermalas-malasan. Khususnya para blogger, jadi punya lebih banyak alasan untuk tidak update artikel. Mungkin Anda berkilah: saya kan sedang menambah waktu ibadah, ngeblog belakangan aja deh.

Jangan lupa, ibadah itu bukan cuma di masjid lho. Bahkan di balik hentakan musik disco ajeg-ajeg pun  bisa terselip niat baik berdakwah. Tak terkecuali menulis artikel blog pribadi yang notabene menjadi salah satu bentuk interaksi antar manusia pengguna internet.

Sampaikanlah walau hanya satu ayat. Kalimat magis ini dapat Anda pegang seumur hidup dan menjadi invisible power yang Anda usahakan menjadi ruh dalam setiap publikasi artikel blog. Mungkin Anda tidak hafal betul ayat-ayat dalam kitab suci Al-Quran dan hadist Nabi, tapi setidaknya maksud yang Anda sampaikan tidak keluar dari pokok-pokok ajaran dua sumber hukum tertinggi tersebut.

Back to blogging…

Mungkin ada sebagian blogger yang berkata: kan lagi puasa, nutrisi yang masuk ke tubuh juga nggak selancar hari-hari biasa, gimana bisa nulis secara teratur? Tenang, ini bisa diakali kok.

Yang pertama tentu saja tetap mengkonsumsi makanan sehat kaya protein seperti telur, ayam, kacang-kacangan dan lainnya. Lalu yang kedua adalah pintar-pintarnya aja kita memanipulasi pikiran. Yap, pikiran bisa dikontrol. Makanya sampai muncul istilah mind control, hipnotherapy, low of attraction dan sejenisnya. Penjelasannya gini…

Setiap orang punya waktu yang berbeda-beda saat pikiran lagi flow (mengalir) layaknya aliran air. Ada yang merasa rileks dan kebanjiran ide saat merenung menjelang fajar setelah subuh. Ada pula yang mampu berpikir jernih waktu tengah malam di saat anak-istri dan anggota keluarga lain sedang tertidur pulas. Nah, di waktu-waktu tersebutlah Anda dapat memacu kinerja otak lebih banyak. Tangkaplah ide selagi muncul di hadapan.

Yang agak ribet nih waktu mendengar khotbah Imam di dalam masjid dan pikiran lagi high quality flow. Mau nulis di buku kesannya nggak etis, mengaktifkan hape juga dilarang ta’mir. Kalau sudah gini, biasanya bikin saya cuma mempertajam ide-ide yang lagi keluar. Saat tiba di rumah baru deh ide-ide tersebut dikupas tuntas layaknya orang yang kelaparan.

Jadi pada hakikatnya kehadiran bulan Ramadhan bukan berarti kita mesti lepas sama sekali dari blogging. Karena blogging juga bisa menjadi investasi akherat yang pahalanya tiada henti mengalir. Yaitu ilmu yang bermanfaat. Mari kita sambut bulan Ramadhan dengan suka cita dan tetap semangat menulis artikel sehat dan bermanfaat.

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat yang beriman. Kita tarawih yuuuuk…!

One Reply to “Ramadhan Datang, Blogger Pun Riang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *