Tips Sukses Menghadapi Wawancara Lowongan Bank Indonesia

Sampai Dimana Netralitas Seorang Blogger?

Tulisan ini terinspirasi oleh sejarah pemerintahan RI pada jaman Presiden Soekarno. Sebagaimana kita tahu, Indonesia menjadi salah satu negara penganut aliran politik bebas aktif. Indonesia tidak terikat blok barat ataupun timur yang dalam kenyataan berkompetisi luar-dalam hingga melahirkan Perang Dunia I dan II. Kondisi saat itu memang demikian kacau dan tidak bisa diprediksi.

Inilah yang menjadi pertanyaan saya beberapa hari ini. Bisa nggak ya seorang blogger ngeblog tanpa ada tendensi atau  kepentingan terhadap pihak-pihak tertentu. Karena pada kenyataannya, motivasi pribadi selalu berperan dalam setiap kelahiran ide posting. Bahasa sederhananya, selalu ada udang di balik batu.

Namanya saja blog pribadi. So pasti isinya berupa artikel dari sudut pandang yang bersifat pribadi. Anda boleh memuji perjuangan Mbak Lina ngeblog malam hari, kedisiplinan mas Tri membagi waktu mengajar dan ngeblog atau bahkan wacana khas seorang jurnalis seperti tulisan-tulisan di blog mas Budhi. Bisa juga Anda mencela tulisan saya tentang Liga Tertawa yang terbit kemarin.

Namun justru kebebasan inilah yang membuat saya berpikir, sampai dimana independensi seorang blogger? Apakah ngeblog itu harus netral, nggak boleh memihak? Atau memang ini sudah jamannya membuat kutub-kutub pergaulan antar blogger?

Semakin saya pikir, semakin saya meragukan netralitas seorang blogger. Saat berkunjung ke blog A, saya membaca tulisan yang condong ke Mister Blek. Memuji langkah A sampai Z. Membandingkan dengan produk sebelah pula. Lain lagi saat membuka halaman blog B. Bukan Mister Blek lagi, tapi Mbahnya Tuyul. Blog C dan D mengangkat sosok lain lagi.

Untuk blog ini pun saya masih merasa belum bisa netral. Masih sering melibatkan emosi dalam menulis. Artikel yang muncul pun pastinya bersifat subyektif. Akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan. Saya bertekad akan terus ngeblog dengan berusaha menulis se-obyektif mungkin. Karena saringan terakhir adalah mindset tiap orang, maka mari kita tata ulang cara pandang kita terhadap dunia blogging.

Lomba Agustusan antar Mahasiswa UNHASY Tebuireng
Lomba Agustusan antar Mahasiswa UNHASY Tebuireng

Alangkah bijaknya bila seorang blogger mampu berperilaku amanah dalam berbagi informasi dan pikiran kepada pengguna internet. Mengapa? Karena sebuah langkah sederhana blogger dapat berpengaruh secara luas kepada perkembangan sosial budaya pengguna internet. Artikel yang mengadu-domba antar pengguna internet berpeluang merusak tatanan sosial yang ada. Disitulah seorang blogger tidak boleh memihak kepada satu kelompok. Mengembalikan blogging sesuai fitrahnya adalah kewajiban kita semua.

Bagaiman dengan Anda? Sudah cukup netralkah tulisan Anda? Atau justru tulisan ini terlalu berat dibahas di blog ini?

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

3 thoughts on “Sampai Dimana Netralitas Seorang Blogger?”

  1. I just could not depart your site prior to suggesting which i very loved the standard info a person provide for these potential customers? Is destined to be back again often to check on on brand new articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *